Revitalisasi Pasar Taman Puring yang Dilanda Kebakaran Hebat Bakal Dikawal DPRD DKI

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, H. Sutikno
Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, H. Sutikno

Proses revitalisasi Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pascakebakaran besar yang melalap ratusan kios pedagang kecil dan menengah pada Juli lalu, dipastikan akan dikawal.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sutikno, menegaskan pihaknya siap mendorong agar revitalisasi Pasar Taman Puring segera berjalan.

“Kami sudah dapat instruksi langsung dari DPP dan DPW PKB untuk mengawal aspirasi teman-teman pedagang. Revitalisasi harus segera direalisasikan,” kata Sutikno usai menerima audiensi Paguyuban Pedagang UMKM Pasar Taman Puring, Selasa, 21 Oktober 2025.

Polisi bantu evakuasi pedagang Taman Puring

Audiensi itu juga dihadiri Ketua Fraksi PKB DPRD DKI, Mohammad Fuadi, Sekretaris FPKB Yusuf, serta anggota DPRD DKI, Mohammad Lefi dan Hengky Wijaya.

Sutikno mengungkapkan, pihaknya bersama perwakilan pedagang sudah bertemu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 9 Oktober 2025. Dalam pertemuan itu, Gubernur berkomitmen membangun kembali Pasar Taman Puring yang terbakar hebat.

“Gubernur sudah menyatakan siap membangun ulang. Kami di fraksi akan kawal terus agar janji itu benar-benar terealisasi,” tutur Sutikno.

Menurut Sutikno, Pasar Taman Puring bukan sekadar tempat jual beli, tapi juga ikon dan bagian dari sejarah Jakarta Selatan. Lokasinya yang strategis dan dekat taman kota menjadikannya tempat favorit warga untuk berbelanja maupun bersantai.

“Pasar ini punya nilai sejarah. Dulu jadi tempat warga berburu barang murah dan berkumpul. Jangan sampai hilang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Taman Puring, Mohammad Zen, menyampaikan terima kasih atas respons cepat Fraksi PKB. Dukungan itu, kata dia, menjadi harapan baru bagi ribuan keluarga yang menggantungkan hidup di pasar tersebut.

“Kami tidak menuntut macam-macam. Kami hanya ingin nasib sekitar 3.000 keluarga yang bergantung pada pasar ini bisa kembali hidup,” ujar Zen.