Wedding Content Creator, Tren Baru Mengabadikan Momen Istimewa Hari Pernikahan

wedding content creator, momen istimewa hari pernikahan, wedding content creator tren baru pernikahan, beda wedding content creator dengan fotografer, Wedding Content Creator, Tren Baru Mengabadikan Momen Istimewa Hari Pernikahan

Beberapa tahun lalu, dokumentasi pernikahan identik dengan fotografer dan videografer. Namun, kini ada profesi baru yang mulai mencuri perhatian, yakni wedding content creator.

Wedding content creator adalah kreator yang membuat konten siap unggah untuk para pengantin yang ingin langsung update status di media sosial.

“Kami membuat konten yang mengikuti tren untuk di-post (diunggah) oleh pengantin ke Instagram. Kami membuat konten supaya cepat naik di media sosial,” jelas salah satu tim dari wedding content creator First Look, Jinan, saat ditemui di Bridestory Market 2025 di Hall 1-1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/10/2025).

Tugas wedding content creator bukan sekadar mengambil gambar yang indah, tetapi juga mengeditnya sesuai dengan konsep story telling yang diinginkan para pengantin.

Jasa wedding content creator mulai menjamur setahun belakangan

Profesi wedding content creator baru menjamur setahun belakangan, tetapi baru mulai naik daun beberapa waktu belakangan ini. Orang-orang yang menggeluti profesi ini pun masih cukup sedikit.

Jinan mengaku, tidak semua yang menggeluti profesi ini memiliki pengalaman di industri pernikahan Indonesia. Alhasil, konten yang diciptakan laiknya konten pada umumnya, bukan konten pernikahan.

“Memang banyak content creator yang enggak biasa kerja di industri pernikahan Indonesia dan jadi wedding content creator. Biasanya yang kayak begitu enggak ngerti alur pernikahan,” ucap dia.

Pernikahan identik dengan situasi yang sangat sibuk. Para makeup artist sibuk menyiapkan calon pengantin laki-laki dan perempuan, orangtua sibuk memastikan kenyamanan tamu undangan, dan anggota keluarga lainnya sibuk memastikan makanan sudah siap.

Bagi yang tidak biasa dengan situasi seperti itu, mereka bisa bingung harus mengambil gambar seperti apa untuk dijadikan sebagai konten pernikahan berdasarkan konsep yang diinginkan pengantin.

“Kalau ada orang masuk dan enggak ngerti alur pernikahan, itu bakal mengganggu (fotografer dan videografer) banget. Makanya yang jadi wedding content creator harus sudah biasa kerja di industri pernikahan supaya ngerti alur pernikahan seperti apa,” terang Jinan.

Beda wedding content creator dengan fotografer dan videografer

Berbicara tentang konten, fotografer dan videografer pernikahan pun bisa membuat konten pernikahan dalam bentuk foto dan video. Lantas, apa yang membedakan mereka dengan wedding content creator?

“Kalau fotografer dan videografer pernikahan hanya menyoroti beberapa momen saja. Seluruh momen juga, cuma biasanya yang diunggah hanya beberapa momen,” kata Jinan.

Sementara itu, wedding content creator mendokumentasikan seluruh momen, termasuk momen di balik layar ketika keluarga calon pengantin sedang bersiap-siap.

Lebih lanjut, proses mengedit foto dan video oleh fotografer dan videografer pun biasanya memakan waktu lama.

Di sisi lain, kebanyakan pengantin tidak sabar untuk cepat mengunggah dokumentasi pernikahan mereka ke media sosial.

Ketika sudah diedit pun, yang dibagikan ke pengantin hanyalah foto dan video yang sudah diedit, tidak termasuk raw footage.

“Kalau wedding content creator, kamu bisa dapat semua raw footage dan yang sudah diedit untuk media sosial. Dan yang membuat kami berbeda, kami mengedit di hari yang sama,” ujar Jinan.

Jadi, tidak sampai 24 jam, pengantin sudah bisa mengunggah dokumentasi pernikahan mereka di media sosial.

“Memang sebenarnya yang kami utamakan adalah kecepatan untuk masuk ke media sosial,” sambung Jinan.

Konsep video

Jinan menerangkan, para pengantin tidak perlu repot dengan HP yang digunakan untuk membuat konten, karena sudah disediakan oleh tim wedding content creator.

Untuk konsep, semuanya diserahkan kepada pengantin apakah video ingin diedit dengan nuansa tradisional atau modern.

“Lagu juga by request. Ada yang pengin pakai lagu The Beatles semua, atau Taylor Swift semua, itu bisa. Jadi semuanya tergantung keinginan kustomer. Tapi kami juga bisa bantu (menentukan konsep dan lagu),” kata dia.

Apa yang ingin dimasukkan ke dalam konten juga bisa diminta oleh kustomer. Ada yang lebih ingin menyoroti momen persiapan pernikahan, saat akad, atau saat resepsi.

Ada pula kustomer yang lebih ingin menyoroti pandangan orangtua dari masing-masing pihak dan para tamu, ketika mereka memasuki venue dengan baju pernikahan.

“Kadang ada yang ingin videoin dekorasinya. Waktu itu ada yang minta untuk highlight vendor-vendor makanan, karena dia ada Tuku dan Sushi Tei,” ujar Jinan.