Tren Pernikahan 2026, Nuansa Modern Tradisional Diprediksi Masih Jadi Favorit

tren pernikahan, tren pernikahan di indonesia, prediksi tren pernikahan, tren pernikahan 2025, tren pernikahan 2026, pernikahan modern tradisional, Tren Pernikahan 2026, Nuansa Modern Tradisional Diprediksi Masih Jadi Favorit

Dunia pernikahan selalu mengalami perubahan tren setiap tahunnya, yang dipengaruhi oleh selera generasi yang sedang memasuki usia menikah.

Namun, wedding planner dari Marry Me Weddings, Jovian Sulaiman, memprediksi bahwa tren pernikahan tahun 2026 akan masih tetap sama dengan tahun ini, yaitu modern tradisional.

“Tetap ada kesan budaya, tapi modern juga ada. Walaupun pernikahannya intimate, tapi tetap berkesan karena tradisional tetapi terlihat mewah,” kata dia saat ditemui di Bridestory Market 2025 di Hall 1-1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/10/2025).

tren pernikahan, tren pernikahan di indonesia, prediksi tren pernikahan, tren pernikahan 2025, tren pernikahan 2026, pernikahan modern tradisional, Tren Pernikahan 2026, Nuansa Modern Tradisional Diprediksi Masih Jadi Favorit

Wedding Planner Jovian Sulaiman dari Marry Me Weddings saat ditemui di Bridestory Market yang digelar di Hall 1-2 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, 2-5 Oktober 2025.

Meskipun ingin tampil kekinian, calon pengantin dari kalangan muda ternyata tetap ingin menjaga akar budaya mereka. Namun, bukan berarti pernikahan sepenuhnya dijalankan dan didekorasi secara tradisional.

Bahkan, sebenarnya pernikahan dan dekorasi yang benar-benar tradisional sudah mulai ditinggalkan.

“Misalnya pakai adat Jawa. Nanti pernikahannya akan ada sentuhan modern yang dimodifikasi dengan penambahan sentuhan dari budayanya,” tutur Jovi.

Sebagai contoh, unsur ukiran khas pernikahan adat Jawa alias gebyok dipadukan dengan bangku pengantin berdesain kontemporer, atau buah-buahan dan sayuran sebagai dekorasi diganti sepenuhnya dengan bunga.

Area pelaminan yang umumnya identik bernuansa kayu dan berwarna coklat tua bisa diubah menjadi nuansa bunga-bunga dan drapery (untaian kain), serta berwarna yang lebih cerah.

Memadukan dua elemen ini menciptakan visual yang unik dan khas, yaitu tidak sepenuhnya tradisional, tetapi juga tidak meninggalkan nilai-nilai budaya.

Bahkan, inilah yang dikejar oleh para pelaku industri pernikahan Indonesia, agar masyarakat tetap mengingat akar mereka dan menunjukkan rasa hormat terhadap budayanya.

“Tugas sebagai wedding planner juga tetap melestarikan budaya Indonesia dalam pernikahan, supaya generasi-generasi berikutnya juga bisa tahu tentang budaya Indonesia lewat acara pernikahan,” pungkas Jovi.