Hari Batik Nasional 2025, Mengenal Alat Tradisional Membatik dari Canting hingga Gawangan

Setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk semakin mengenalkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity sejak 2 Oktober 2009.
Batik tidak hanya dikenal dari motifnya yang indah, tetapi juga dari pembuatannya. Setidaknya ada tiga jenis batik berdasarkan teknik pembuatan, yakni batik tulis, batik cap, dan batik printing/sablon.
Batik tulis dibuat dengan alat-alat tradisional, sedangkan batik cap dan batik printing menggunakan alat modern, bahkan ada yang sudah berbasis mesin.
Meski demikian, alat-alat tradisional untuk batik tulis masih menjadi ikon dan lebih banyak dikenal masyarakat.
Menurut buku Ensiklopedia Batik Nusantara karya Weni Rahayu, berikut adalah sejumlah alat membatik tradisional yang menjadi bagian penting dalam pembuatan batik tulis:
1. Kemplongan
Kemplongan adalah meja kayu yang berfungsi untuk meratakan kain mori sebelum diberi pola. Tahapan ini penting agar kain tidak kusut saat mulai dibatik.
2. Canting
Canting menjadi ikon utama alat batik tulis. Bentuknya kecil dan unik, digunakan untuk menorehkan malam atau lilin pada kain. Canting memiliki tiga bagian, yaitu:
- Nyamplung (wadah malam cair)
- Cucuk (saluran keluarnya malam)
- Gagang atau pegangan
Jenis-jenis canting dibedakan berdasarkan jumlah cucuk, antara lain:
- Cecekan (1 cucuk)
- Loron (2 cucuk)
- Telon (3 cucuk)
- Prapatan (4 cucuk)
- Liman (5 cucuk)
- Byok (7 cucuk atau lebih, jumlah ganjil)
- Renteng (4-6 cucuk, jumlah genap berjajar)
Selain canting tulis, ada juga canting cap yang berbentuk stempel dari tembaga. Canting cap digunakan untuk membuat batik cap dengan pola berulang.
3. Wajan
Canting dan peralatan lainnya yang digunakan dalam kegiatan belajar membatik di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, Jumat (17/12/2021).
Wajan kecil digunakan sebagai tempat memanaskan malam/lilin yang akan dipakai untuk membatik.4. Kompor
Kompor berfungsi memanaskan wajan berisi malam agar tetap cair saat digunakan.
5. Dingklik
Dingklik adalah bangku kecil tempat duduk pembatik ketika membatik.
6. Bandul
Bandul berfungsi sebagai pemberat kain agar tidak bergeser saat proses membatik. Biasanya terbuat dari kayu, logam, atau batu.
7. Gawangan (Wangkringan)
Gawangan adalah alat untuk menggantung kain mori yang sedang dibatik. Terbuat dari bambu atau kayu.
8. Kain Pelindung
Kain pelindung dipakai di pangkuan pembatik untuk mencegah tetesan malam mengenai paha.
9. Bak Celup
Bak celup digunakan untuk mencelup kain batik pada proses pewarnaan. Umumnya terbuat dari kayu atau baja.
10. Bak Penghilang Lilin
Bak khusus ini digunakan dalam proses nglorod, yaitu merebus kain dalam air panas untuk menghilangkan lilin/malam yang menempel.
Momentum Hari Batik Nasional 2 Oktober tidak hanya mengingatkan masyarakat akan keindahan batik, tetapi juga proses panjang dan teliti dalam pembuatannya.
Alat-alat sederhana seperti canting, gawangan, dan dingklik adalah bukti nyata bahwa batik tulis adalah karya seni sekaligus hasil ketekunan tangan-tangan pembatik Indonesia.
Dengan memahami peran alat-alat tradisional ini, masyarakat diharapkan semakin menghargai batik bukan hanya sebagai busana khas Indonesia, tetapi juga sebagai warisan budaya dunia yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.