Kisah Siswi SMA Lahirkan Skincare Herbal, Gabungkan Tradisi dan Sains
Tidak banyak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mampu membangun sebuah brand di usia belia. Namun, Unaisa Nafeya Rambe, siswi kelas 12 sekaligus atlet wushu, berhasil membuktikan hal itu melalui Temuhara, brand skincare berbahan herbal asli Indonesia.
Awalnya, Temuhara hanya berawal dari sebuah proyek portofolio untuk mendukung aplikasi kuliah ke luar negeri. Berkat keseriusan, rasa ingin tahu, serta dukungan keluarga dan mentor, proyek ini berkembang menjadi brand potensial yang siap meramaikan pasar skincare di tanah air..
Meski memiliki latar belakang sebagai atlet, Unaisa ternyata memiliki minat besar di bidang sains. Ia tidak ingin mengambil jurusan sport science, melainkan memilih jalur yang lebih dekat dengan biologi dan kimia.
Minat tersebut berpadu dengan latar belakang keluarganya yang akrab dengan herbal-herbal tradisional. Dari sinilah muncul gagasan untuk mengembangkan produk skincare yang memadukan ilmu sains dengan kekayaan bahan alami Indonesia.
Temuhara hadir dengan dua produk utama, yaitu body butter dan lip balm. Body butter menggunakan bahan khas Nusantara seperti temugiring, pegagan, dan serai, sementara lip balm diformulasikan dengan kayu manis, jeruk, dan cokelat.
Kombinasi bahan ini bukan hanya unik, tetapi juga menonjolkan karakter khas rempah Indonesia. Tidak heran, produk Temuhara menghadirkan aroma natural yang kuat sekaligus manfaat yang nyata bagi kulit.
Belajar Serius Formulasi Skincare
Unaisa tidak main-main mengebangkan produk perawatan kulit ini. Ia mengikuti short course selama dua bulan guna mempelajari dasar-dasar formulasi skincare.
Dari pembelajaran itu, ia memodifikasi formula hingga menghasilkan produk yang layak dipakai. Proses ini memakan waktu sekitar enam bulan, termasuk serangkaian uji coba (trial) hingga mencapai hasil yang ia inginkan..
Selain itu, Unaisa mendapat masukan dan bimbingan dari mentornya di EduALL, yakni konsultan studi ke luar negeri yang sudah berdiri sejak tahun 2016. Sebagai salah satu Mentee (panggilan untuk anggota EduALL), Unaisa merasa lebih percaya diri bahwa produk Temuhara yang ia buat sudah maksimal dan layak sebagai portofolio untuk ‘memuluskan’ jalannya menuju universitas impian.
Semangatnya mengembangkan skincare berbahan herbal dilirik Maya Shanti untuk mengajak Unaisa sebagai pembicara di komunitas Green Gallery yang kerap mengadakan workshop skincare di berbagai daerah. Unaisa berkesempatan untuk mengajar workshop tentang pembuatan skincare.
Dari Trial ke Produk Siap Pakai
Perjalanan menciptakan Temuhara tidak selalu mulus. Unaisa melakukan beberapa kali uji coba formula sampai akhirnya menemukan kombinasi yang tepat. Produk final yang Unaisa pamerkan di acara STEMP+ Wonderlab 2025 merupakan hasil uji coba yang ketiga.
Produk body butter dan lipbalm diuji coba pada keluarga yang kebetulan memiliki kulit sensitif dan atopik. Hasilnya cukup positi karena produk Temuhara justru membantu mengatasi masalah kulit kering yang sering keluarganya alami.
Identitas Lokal yang Kuat
Produk Skincare dari Bahan Herbal
Temuhara hadir dengan sentuhan khas Nusantara lewat dua produk utama, yakni body butter dan lip balm. Keunikan brand ini terletak pada pemilihan bahan alami yang bukan hanya populer secara tradisional, tetapi juga memiliki bukti ilmiah dalam dunia skincare modern.
Body butter Temuhara diracik dengan bahan utama temugiring, pegagan, dan serai yang memiliki khasiat luar biasa untuk kesehatan kulit. Temugiring kaya akan antioksidan yang mampu mencerahkan kulit, meratakan warna, serta membantu meredakan jerawat berkat sifat antibakterinya.
Sementara itu, pegagan atau Centella asiatica dikenal sebagai bahan alami yang dapat merangsang produksi kolagen, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi bekas jerawat sehingga kulit menjadi lebih elastis dan sehat. Kehadiran serai melengkapi formulasi ini dengan minyak atsirinya yang bersifat antimikroba, memberikan kesegaran alami sekaligus membantu mengontrol produksi minyak berlebih pada kulit.
Lip balm Temuhara menggunakan kombinasi kayu manis, jeruk, dan cokelat yang bekerja sinergis untuk merawat bibir. Kayu manis berperan sebagai antibakteri sekaligus memberikan efek plumping alami melalui stimulasi sirkulasi darah.
Jeruk yang kaya vitamin C mampu mencerahkan bibir kusam, merangsang produksi kolagen, dan menghadirkan sensasi segar setiap kali digunakan. Sedangkan cokelat, dengan kandungan flavonoid serta cocoa butter, memberikan kelembapan intensif, melindungi bibir dari radikal bebas, dan menjaga kelembutannya agar tidak pecah-pecah.
Minyak alami ini berfungsi sebagai antibakteri, penenang lewat aromaterapi, serta membantu meningkatkan sirkulasi darah dan penyerapan nutrisi ke dalam kulit. Kombinasi ini menjadikan pengalaman memakai Temuhara bukan sekadar merawat kulit, tetapi juga merawat keseimbangan tubuh dan pikiran.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Saat ini, Temuhara masih dalam tahap awal dan belum dipasarkan secara masif di e-commerce atau marketplace. Hal ini wajar mengingat Unaisa masih fokus pada tahun terakhir SMA dan persiapan kuliah ke luar negeri.
Ia berharap, ke depan Temuhara bisa menjadi brand yang bukan hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga membawa pesan bahwa kekayaan alam Indonesia layak dipromosikan secara global.
Ke depan, Unaisa juga bercita-cita melakukan riset lebih dalam mengenai kandungan herbal Nusantara. Menurutnya, riset di Indonesia terkait bahan herbal masih terbatas, padahal banyak tanaman lokal yang potensinya luar biasa.
Kisah Unaisa Nafeya Rambe membangun Temuhara adalah bukti nyata bahwa usia bukanlah batasan untuk berkreasi dan berinovasi. Dari hobi DIY, dukungan keluarga, hingga keberanian mencoba hal baru, lahirlah sebuah brand skincare yang mengusung identitas lokal. Temuhara tidak hanya sekadar produk, tetapi juga simbol bahwa generasi muda Indonesia mampu menggabungkan tradisi dan sains modern untuk menciptakan sesuatu yang bernilai.