Jangan Asal Download, Game Gratis di Steam Bisa Bawa Malware Berbahaya

Malware, Game, Steam, Jangan Asal Download, Game Gratis di Steam Bisa Bawa Malware Berbahaya

Pengguna Steam diimbau untuk lebih waspada saat mengunduh game, terlebih game yang didistribusikan secara gratis.

Pasalnya, salah satu game gratis yang sempat tersedia di platform distribusi game terbesar di dunia itu, dilaporkan membawa malware berbahaya yang telah mencuri aset kripto milik ratusan pengguna.

Game yang dimaksud adalah BlockBlasters, sebuah game 2D gratis yang sebelumnya bahkan sempat terverifikasi oleh Steam.

Status verifikasi itu membuat pemain merasa tenang untuk mengunduhnya, karena biasanya game yang sudah diverifikasi telah melalui tahapan pemeriksaan standar dari pihak Valve.

Namun, lewat pembaruan pasca-peluncuran, game ini ternyata menyelipkan trojan berisi program pencuri aset kripto (cryptodrainer).

Sebelum ditarik peredarannya dari Steam, malware yang menyamar sebagai game tersebut dilaporkan sudah mencuri sekitar 150.000 dollar AS atau setara lebih dari Rp 2,2 miliar.

Salah satu korban adalah seorang streamer yang kehilangan 30.000 dollar AS ketika sedang melakukan siaran penggalangan dana untuk pengobatan kanker.

Dikutip KompasTekno dari PCWorld, Kamis (25/9/2025), menurut laporan peneliti keamanan siber di BleepingComputer, BlockBlasters tidak hanya mengincar data login akun Steam korban.

Data itu kemudian dipakai untuk melacak dompet kripto yang terkait, sebelum aset digital korban dikuras habis.

Lebih lanjut, pelaku juga disebut menargetkan streamer dan pengguna media sosial yang diketahui memiliki investasi di aset kripto.

Malware, Game, Steam, Jangan Asal Download, Game Gratis di Steam Bisa Bawa Malware Berbahaya

Game Block Blasters di Steam yang diduga menyelipkan trojan pencuri aset kripto (cryptodrainer).

Sepanjang 2025, sudah ada empat kasus serupa yang berhasil menembus sistem kurasi Steam. Kasus-kasus sebelumnya terjadi pada Februari, Maret, dan Juli tahun ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Valve selaku pengelola Steam belum memberi tanggapan resmi.

Namun, penyelidikan telah mengarah pada seorang tersangka asal Amerika Serikat berkat informasi yang bocor lewat kanal Telegram. Meski demikian, belum ada informasi lebih lanjut terkait penangkapannya.

Kasus penyusupan malware ke dalam game gratis di Steam ini menegaskan kembali betapa pentingnya bagi para gamer untuk selalu waspada sebelum mengunduh permainan, bahkan dari platform resmi sekaliber Steam.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksa reputasi serta membaca ulasan dari para pemain lain untuk memastikan game tersebut aman.

Selain itu, pengguna juga perlu berhati-hati terhadap pembaruan (update) game yang terlihat mencurigakan atau tidak jelas manfaatnya, karena bisa saja menjadi jalur masuk malware.

Tidak kalah penting, gamer disarankan untuk mengaktifkan perlindungan ekstra, seperti penggunaan antivirus yang selalu diperbarui dan penerapan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun mereka.

Terakhir, pengguna sebaiknya tidak sembarangan menghubungkan akun Steam dengan dompet kripto, karena hal ini justru membuka peluang bagi peretas untuk mengakses dan menguras aset digital yang dimiliki. 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.