Leony Terima Undangan Walikota Tangsel, Sebut Masalah Sampah dan Jalanan Lebih Mendesak

sampah, Tangsel, jalanan, walikota tangerang selatan, Leony, Leony Vitria Hartanti, Leony Terima Undangan Walikota Tangsel, Sebut Masalah Sampah dan Jalanan Lebih Mendesak, Leony Soroti Masalah Sampah dan Jalanan di Tangsel, Dialog Terbuka untuk Masyarakat Tangsel, Kritik Terhadap Pengelolaan Anggaran Pemkot Tangsel , Sorotan Terhadap Pengadaan Suvenir yang Menghabiskan Rp 20 Miliar, Perjalanan Dinas Luar Negeri yang Membengkak, Belanja Modal untuk Alat Kantor yang Membengkak

 Artis Leony Vitria Hartanti menerima undangan untuk berdialog dengan Walikota Tangerang Selatan, Benjamin Davnie, setelah kritiknya terkait pengelolaan anggaran Pemkot Tangsel.

Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram-nya pada Rabu (24/9/2025), Leony mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berdiskusi terkait permasalahan yang sebelumnya ia kritik.

"Saya mengucapkan terima kasih bapak membuka kesempatan untuk berdialog dengan saya. Terima kasih sekali, saya terima undangannya," kata Leony dalam video tersebut.

Leony Soroti Masalah Sampah dan Jalanan di Tangsel

Meski mengapresiasi undangan dialog, Leony menilai bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut sebaiknya tidak hanya terbatas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tangsel. 

Menurut Leony, ada masalah yang lebih mendesak yang perlu dibahas, seperti persoalan sampah dan infrastruktur jalanan di wilayah tersebut.

"Ada beberapa hal yang lebih penting yang saya dan mungkin sebagian masyarakat Tangsel ingin sampaikan terkait permasalahan sampah, terkait permasalahan jalanan, dan masih banyak lainnya," kata Leony.

Dialog Terbuka untuk Masyarakat Tangsel

Leony berharap bahwa undangan dialog ini tidak hanya berlaku untuk dirinya saja, tetapi juga bagi masyarakat Tangerang Selatan lainnya. 

Ia menyampaikan harapannya agar lebih banyak warga yang diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan dan usulannya terkait permasalahan yang ada.

"Yang pasti saya tunggu undangannya, Pak. Bisa hubungi saya aja, terserah mau lewat apa pun," ungkap Leony.

Kritik Terhadap Pengelolaan Anggaran Pemkot Tangsel 

Sebelumnya, Leony turut mengkritik pengelolaan anggaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), yang ia soroti melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya, Leony membagikan potongan gambar dari Laporan Keuangan Pemkot Tangsel 2024 yang setebal 520 halaman.

Leony menyoroti sejumlah pos belanja yang dianggapnya tidak masuk akal dan janggal, serta meminta warga Tangsel untuk lebih memperhatikan penggunaan anggaran daerah tersebut.

"Gaes, khususnya warga Tangsel. Gua akan post screenshot dari Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Laporannya 520 halaman, gua coba post yang penting-penting ya. Mabok ini liatin angka, banyak bener," tulis Leony pada Rabu (17/9/2025).

Sorotan Terhadap Pengadaan Suvenir yang Menghabiskan Rp 20 Miliar

Salah satu pos belanja yang paling disorot Leony adalah pengadaan suvenir atau cendera mata yang mencapai Rp 20,48 miliar. 

Anggaran ini meningkat 51,94 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 13,48 miliar.

Meskipun jumlah tersebut hanya 0,47 persen dari total belanja daerah Rp 4,36 triliun, Leony tetap menilai bahwa anggaran tersebut terlalu besar untuk sebuah kegiatan administratif.

"Souvenir Rp 20 M. Sampai penambah daya tahan tubuh dan pakaian pun kita belanjain mereka," tulis Leony dengan nada satire.

Perjalanan Dinas Luar Negeri yang Membengkak

Leony juga menyoroti anggaran perjalanan dinas luar negeri Pemkot Tangsel yang mengalami lonjakan signifikan.

Pada 2024, realisasi anggaran perjalanan dinas luar negeri Pemkot Tangsel mencapai Rp 1,46 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 665 juta. 

Leony menilai penggunaan anggaran tersebut sangat tidak sebanding dengan kebutuhan mendesak yang dihadapi masyarakat Tangsel.

Belanja Modal untuk Alat Kantor yang Membengkak

Selain itu, dalam laporan yang sama, Leony mencatat bahwa belanja modal untuk alat kantor dan rumah tangga Pemkot Tangsel mencapai Rp 38,14 miliar pada 2024. 

Angka ini lebih besar dibandingkan dengan anggaran untuk alat kedokteran dan kesehatan yang hanya Rp 17,40 miliar dan alat laboratorium yang tercatat Rp 10,02 miliar.

Leony menilai hal ini menunjukkan dominasi alokasi anggaran yang lebih besar untuk kebutuhan administratif, sementara pelayanan publik dan sektor kesehatan tidak mendapat porsi yang cukup.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Leony Terima Undangan Dialog dengan Walikota Tangsel

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.