BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir dan Rob 2,5 Meter di Sumatera Utara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang pada Jumat (19/9/2025).
Prakiraan ini disampaikan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Fauziah Damanik, menjelaskan bahwa secara umum cuaca pada pagi hari diprediksi berawan.
Hujan ringan diperkirakan turun di wilayah Gunung Sitoli dan Nias Utara. Kondisi berawan ini menjadi awal dari potensi hujan yang lebih intens di waktu berikutnya.
Kapan Hujan Lebat Berpotensi Terjadi?
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang.
Hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di sejumlah daerah, seperti Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Medan, Langkat, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, dan Toba.
Sementara itu, pada malam hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun di Deli Serdang, Binjai, Langkat, Samosir, dan Toba.
Sedangkan dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Labuhanbatu Selatan.
Apa Dampak yang Harus Diwaspadai?
BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di lereng timur, pegunungan, dan lereng barat Sumatera Utara.Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir, longsor, serta bencana hidrometeorologi lainnya.
Suhu udara rata-rata diprediksi berkisar 15 hingga 36 derajat Celcius dengan kelembaban udara 75 hingga 99 persen.
Angin diperkirakan bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3 hingga 6 kilometer per jam.
Bagaimana dengan Potensi Banjir Pesisir?
Selain hujan, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Belawan Medan juga mengeluarkan peringatan banjir pesisir atau rob. Prakirawan Nur Auliakhansa menyebut, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Kota Medan, terutama Kecamatan Belawan, Labuhan, dan Marelan, perlu waspada terhadap ancaman banjir pesisir pada 21 – 27 September 2025.
“Banjir pesisir tersebut diprediksi dapat mencapai ketinggian 2,3 meter mulai 21 hingga 27 September 2025 pada Pukul 01.00 – 04.00 WIB dan 14.00 WIB dengan pasang tertinggi mencapai 2,5 meter,” ujar Nur dikutip dari Antara.
Tinggi air laut ini diukur dari titik surut terendah (Lowest Astronomical Tides).
Banjir pesisir diperkirakan akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan wilayah pesisir, menghambat aktivitas masyarakat, serta mengganggu kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu siaga dan mengantisipasi potensi kerugian akibat fenomena tersebut.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG, khususnya terkait cuaca maritim dan potensi banjir pesisir.
Kewaspadaan ekstra diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan kawasan pesisir. Dengan langkah antisipasi yang tepat, risiko kerugian akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.