Sampah Elektronik Jadi Sorotan di Garmin Run

Marcomm Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna (dua kiri).
Marcomm Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna (dua kiri).

Event tahunan ini berhasil menghadirkan lebih dari tujuh ribu peserta dari berbagai usia, latar belakang, dan komunitas.

Peserta berkompetisi dalam nomor lari 5K, 10K, Half Marathon dan Kids Dash, menyatukan pelari pemula hingga profesional dalam satu perayaan besar.

“Garmin Run bukan hanya sebuah perlombaan, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menginspirasi gaya hidup aktif, sehat, inklusif, sekaligus peduli pada lingkungan,” kata Rian Krisna, Marketing Communications Manager Garmin Indonesia.

Pada event tersebut, Rikki Simbolon berhasil meraih podium tertinggi dalam kategori 21K (Male), menorehkan catatan waktu yang mengesankan yaitu 1 jam 14 menit.

Sementara itu, Marhaendrassiwi D Palupi keluar sebagai juara pada kategori 21K (Female) dengan waktu 1 jam 32 menit.

Di kategori 10K (Male), Nofeldi Petingko sukses mengamankan posisi puncak dengan waktu finish 32 menit, dan Novia Nur Nirwani menjadi juara kategori 10K (Female) dengan catatan waktu 37 menit.

Sementara itu, Wahyudi Putra keluar sebagai juara pada kategori 5K (Male), mencatatkan waktu 15 menit, dan Agustina Mardika Manik meraih kemenangan pada kategori 5K (Female) dengan catatan waktu 17 menit.

Bukan itu saja. Garmin menggandeng Limbah.id sebagai sustainability partner untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan semangat berkelanjutan.

Peran serta Limbah.id pada rangkaian acara Garmin Run salah satunya adalah mengelola sampah organik dan anorganik seperti botol plastik, kardus, kaleng, dan botol kaca, serta menyiapkan fasilitas pengumpulan sampah elektronik (e-waste).

Limbah.id memastikan seluruh sampah dari rangkaian acara dikelola secara bertanggung jawab dengan prinsip zero to landfill.

Artinya, setiap jenis sampah diolah agar tidak berakhir di TPA, melainkan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang, pengolahan organik, dan pengelolaan khusus untuk sampah residu maupun e-waste.

Selama rangkaian kegiatan Road to Garmin Run Indonesia 2025 yang dilaksanakan sejak Juni hingga Agustus lalu, Garmin bersama Limbah.id telah berhasil mengumpulkan dan memilah sampah dengan total mencapai 530,82 kg.

Dari jumlah tersebut, sampah daur ulang (recycle) menjadi kategori waste terbesar dengan total 360,67 kg atau hampir 67 persen dari keseluruhan sampah.

Sementara itu, sampah residu tercatat sebesar 143,32 kg, diikuti sampah organik sebanyak 21,6 kg, serta e-waste (B3) sejumlah 5,23 kg yang berhasil dipisahkan dengan baik.

Event plogging yang dilaksanakan pada 3 Agustus 2025 menjadi penyumbang terbesar dengan total 415,98 kg sampah, di mana lebih dari 297 kg di antaranya merupakan material daur ulang.

“Melalui aksi plogging, edukasi pengelolaan sampah, hingga pengumpulan sampah elektronik. Sampah yang terkumpul tersebut kami pastikan tidak berakhir di TPA, melainkan diproses agar memberi nilai baru bagi lingkungan,” ujar Joseph Heru Sanjaya, CEO and Founder Limbah.id.