Direktur Persija Optimistis Larangan Suporter Tandang Akan Dicabut
Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, percaya bahwa larangan bagi suporter tim tamu akan dihapuskan oleh PSSI dan operator BRI Super League, PT I.League, seiring berjalannya waktu.
Namun, ia mengingatkan bahwa pencabutan larangan ini memerlukan waktu, karena masih ada catatan negatif terkait kehadiran suporter tim tamu dalam pertandingan Liga Indonesia sebelumnya.
"Idealnya selalu ada penonton tim tamu, mau di mana pun di dunia, tapi karena kita Indonesia nih, Liga Indonesia, berkali-kali setiap datang penonton tim tamu itu pasti ada keributan," ungkap Prapanca dalam acara Ngopi bareng Persija di Persija Cafe, Jakarta, pada Kamis (11/9/2025).
Dia juga menyampaikan pesan kepada Jakmania agar saat menonton pertandingan tandang, mereka menunjukkan sikap damai dan menikmati sepak bola, sehingga dapat memberikan kontribusi positif kepada tuan rumah melalui pembelian tiket.
Pada musim ini, Persija sudah melakoni dua laga tandang dalam BRI Super League 2025/2026, melawan Persis Solo (16/8) dan Dewa United.
Denda Saat Melawan Persis Solo
Dalam pertandingan melawan Dewa, laga tersebut dilaksanakan tanpa kehadiran penonton, tetapi pada pertandingan melawan Persis, ratusan penggemar Persija hadir di Stadion Manahan, Surakarta.
Akibat pelanggaran yang terjadi, Persija dikenai denda sebesar Rp 25 juta oleh Komite Disiplin PSSI.
Musim ini, operator liga, I.League, masih melanjutkan larangan bagi suporter untuk mendampingi tim kesayangan mereka di laga tandang.
Larangan ini diberlakukan setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan pada tahun 2022.
Namun, pelanggaran terhadap aturan ini sering terjadi oleh beberapa kelompok suporter, yang mengakibatkan denda bagi tim tuan rumah maupun tim tamu.
Prapanca menilai Jakmania telah berusaha keras untuk menunjukkan diri sebagai suporter yang baik, baik di kandang maupun tandang.
"Jakmania membuktikan untuk tidak melakukan keributan, perkelahian atau perusakan. dan ini karena edukasi yang harus berjalan, memang tidak secepat itu, tapi pelan-pelan," jelasnya.
"Tapi selama kita bisa buktikan, saya yakin pelan-pelan mudah-mudahan dari pihak federasi bisa mulai mengizinkan, mungkin cuma misalkan 500 (tiket penonton tandang) dulu, 1.000 (tiket tandang) tapi kan ya kita harus buktikan dulu, biar nanti dari federasi bisa oh oke nih," tambahnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.