Duka Rekan ASN di Donggala yang Jenazahnya Dibawa Naik Motor: “Rasanya Seperti Patah Sayap Kami”
Kisah pilu kepergian Ariel Sharon Huma (35), seorang ASN penyuluh BKKBN di Donggala, Sulawesi Tengah, menjadi sorotan publik usai videonya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, jenazah Ariel tampak dibonceng dengan sepeda motor, dibungkus kain jarik, dan ditopang dengan kayu agar tetap tegak duduk di boncengan.
Ariel Sharon menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis malam (10/7/2025), saat menjalankan tugas pelayanan Keluarga Berencana di Desa Palentuma, Kecamatan Pinembani, sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Donggala.
Desa Palentuma, tempat terakhir Ariel bertugas, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan akses terbatas karena kondisi infrastruktur yang belum memadai..
Kendaraan roda dua menjadi satu-satunya moda transportasi yang memungkinkan menjangkau desa tersebut.
Bahkan, para penyuluh harus menempuh medan ekstrem dengan membawa perlengkapan pelayanan KB yang kadang berat dan banyak.
Rekan: Kepergian Ariel Sharon Bagai Sayap yang Patah
Dilansir dari TribunPalu.com, kepergian Ariel Sharon bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarganya. Tangis kehilangan juga menyelimuti rekan-rekan sepelayanan di garis depan.
Mereka selama bertahun-tahun mengenal almarhum sebagai pribadi yang tulus, pendiam, dan penuh dedikasi.
Ariel bukan sekadar penyuluh Keluarga Berencana biasa. Ia adalah "sayap" bagi timnya di Desa Palentuma.
“Saat beliau meninggal, rasanya seperti patah sayap kami,” ujar Kilwan, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Pinembani, dengan suara bergetar saat ditemui TribunPalu.com pada Sabtu (12/7/2025) di rumah duka.
Kilwan menyampaikan bahwa dirinya mengenal Ariel sejak 2016, saat mereka sama-sama memulai pengabdian sebagai tenaga honorer.
Ariel Sharon resmi diangkat sebagai pegawai PPPK pada tahun 2023, namun semangat dan konsistensinya dalam bekerja sudah mencerminkan seorang ASN jauh sebelumnya.
“Beliau tidak pernah mengeluh. Hujan, panas, bahkan jarak yang jauh juga tetap berangkat. Apapun keadaannya, dia selalu berangkat,” kenang Kilwan.
Medan Sulit, Evakuasi dengan Sepeda Motor Jadi Satu-satunya Pilihan
Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan cara yang tak biasa, diikat jarit di bagian belakang jok sepeda motor.
Namun rupanya, hal ini dlakukan pihak keluarga Ariel Sharon bukan tanpa alasan.
Pihak keluarga yang diwakili Oskar menjelaskan bahwa kondisi jalan dari Palentuma menuju jalan besar sangat menyulitkan.
satunya pilihan yang memungkinkan adalah menggunakan kendaraan roda dua.
David Deka dalam video viral saat membonceng jenazah Aril Sharon Huma, (35) ASN penyuluh BKKBN menggunakan sepeda motor dari dataran tinggi Desa Palintuma, Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala
“Bisa dilewati mobil, asalkan double gardan,” ujar Oskar saat ditemui TribunPalu.com pada Kamis (10/7/2025).
Ia menambahkan, perjalanan dari Palentuma ke jalan utama memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam.
Selain sempit dan terjal, jalanan penuh batuan dan sulit dilalui apalagi setelah diguyur hujan. Situasi tersebut membuat warga memilih motor untuk evakuasi jenazah.
Jenazah Ariel dibawa oleh David Deka, seorang warga Kulawi, Kabupaten Sigi, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan almarhum.
“Yang bonceng David Deka, masih kena keluarga. Dia warga Kulawi, Sigi,” ujar Oskar.
Pemerintah Daerah Bereaksi: Janji Evaluasi Akses dan Fasilitas
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, turut menyampaikan rasa duka atas meninggalnya Ariel Sharon. Ia menyebut Ariel sebagai sosok pejuang kemanusiaan yang mengabdi meski dalam segala keterbatasan.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Donggala menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu petugas kesehatan, atas nama Ariel Sharon yang bertugas di wilayah Kecamatan Pinembani,” ujarnya.
Vera Elena juga menanggapi keluhan masyarakat terkait buruknya infrastruktur dan minimnya sarana transportasi medis di wilayah pedalaman.
“Kami berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap akses transportasi darurat dan fasilitas pendukung di wilayah pedalaman, khususnya di Pinembani, agar kejadian serupa tidak terulang kembali," jelasnya.