Top 5+ Hal yang Harus Kamu Ketahui soal UFC White House, Duel Ilia Topuria vs Mantan Rival Khabib Nurmagomedov

UFC White House, Ilia Topuria vs Justin Gaethje.
UFC White House, Ilia Topuria vs Justin Gaethje.

 UFC akan mencatat sejarah baru pada 15 Juni 2026 lewat gelaran UFC Freedom 250 yang akan berlangsung di kawasan Gedung Putih, Washington DC. Ajang ini disebut-sebut sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan organisasi MMA terbesar di dunia tersebut.

Sejumlah petarung elite dijadwalkan tampil dalam kartu pertarungan yang bertabur bintang. Nama-nama seperti Ilia Topuria, Justin Gaethje, Alex Pereira, hingga Ciryl Gane akan meramaikan UFC Freedom 250.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua laga perebutan gelar menjadi sajian utama. Pada partai puncak, juara kelas ringan UFC Ilia Topuria akan menghadapi mantan juara interim Justin Gaethje dalam duel penyatuan sabuk. Sementara itu, laga pendamping utama mempertemukan mantan juara dua divisi Alex Pereira melawan Ciryl Gane untuk memperebutkan gelar interim kelas berat.

Berikut lima fakta menarik yang wajib diketahui menjelang UFC Freedom 250.

  • Ilia Topuria Berpeluang Mencetak Sejarah Baru

Ilia Topuria

Ilia Topuria datang ke UFC Freedom 250 dengan rekor sempurna 17 kemenangan tanpa kekalahan. Petarung asal Georgia itu telah mengukuhkan namanya sebagai salah satu bintang terbesar UFC saat ini.

Topuria tercatat sebagai salah satu dari 11 petarung dalam sejarah UFC yang berhasil merebut gelar juara di dua divisi berbeda. Ia sejajar dengan nama-nama besar seperti Conor McGregor, Georges St-Pierre, Daniel Cormier, Amanda Nunes, Jon Jones, Islam Makhachev, hingga Alex Pereira.

Selain itu, Topuria juga menjadi salah satu dari 14 petarung yang berhasil meraih sabuk juara UFC tak terbantahkan dengan status tak terkalahkan.

Yang lebih istimewa, ia merupakan satu-satunya petarung dalam sejarah UFC yang mampu menjadi juara di dua divisi berbeda tanpa pernah menelan kekalahan.

Jika berhasil mengalahkan Justin Gaethje, Topuria berpeluang menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang sukses mempertahankan gelar di dua divisi berbeda dengan rekor tetap sempurna.

Ia juga tercatat sebagai petarung asal Georgia pertama yang berhasil menjadi juara UFC setelah meraih sabuk juara pada UFC 298.

  • Justin Gaethje, Mantan Rival Terakhir Khabib Nurmagomedov
Serangan low kick telak Justin Gaethje ke Khabib Nurmagomedov di UFC 254

Serangan low kick telak Justin Gaethje ke Khabib Nurmagomedov di UFC 254

Di sudut seberang, Justin Gaethje datang sebagai salah satu petarung paling berpengalaman di divisi ringan.

Gaethje merupakan satu-satunya petarung yang pernah dua kali menyandang status juara interim UFC.

Namanya juga dikenal sebagai rival terakhir Khabib Nurmagomedov sebelum legenda asal Dagestan itu memutuskan pensiun.

Justin Gaethje menjadi lawan terakhir Khabib dalam mempertahankan gelar kelas ringan UFC pada 24 Oktober 2020. Dalam laga tersebut, Khabib menang dan menutup karier profesionalnya dengan rekor sempurna 29-0.

Selain itu, Gaethje juga menjadi satu-satunya petarung dalam sejarah MMA yang berhasil merebut gelar juara di UFC dan WSOF.

Alex Pereira Bidik Gelar Juara di Tiga Divisi

Israel Adesanya vs Alex Pereira

Israel Adesanya vs Alex Pereira

Salah satu laga yang paling dinantikan adalah debut Alex Pereira di kelas berat. Mantan juara kelas menengah dan kelas berat ringan itu berpeluang mencatat sejarah baru jika berhasil mengalahkan Ciryl Gane.

Pereira dapat menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang berhasil meraih gelar juara di tiga kelas berat berbeda.

Perjalanan Pereira menuju puncak UFC juga tergolong luar biasa. Ia hanya membutuhkan delapan pertarungan MMA sebelum menjadi juara UFC, jumlah kedua paling sedikit dalam era modern setelah Brock Lesnar.

Tak hanya itu, Pereira juga menjadi petarung tercepat yang meraih gelar juara di dua divisi berbeda dalam sejarah UFC. Ia bahkan mencatat rekor waktu tercepat antara tiga kali pertahanan gelar UFC, yakni hanya dalam rentang 175 hari.

  • Ciryl Gane Siap Ukir Rekor Baru

Meski berstatus penantang, Ciryl Gane memiliki sejumlah catatan yang tak kalah mengesankan. Gane merupakan satu-satunya petarung kelahiran Prancis yang pernah memenangkan gelar UFC.

Ia juga termasuk dalam daftar 17 petarung yang berhasil meraih gelar juara UFC dengan rekor tak terkalahkan.

Jika sukses mengalahkan Pereira, Gane berpotensi menjadi petarung kedua dalam sejarah UFC yang dua kali menyandang status juara interim. Sebelumnya, pencapaian tersebut hanya pernah diraih Justin Gaethje.

Selain itu, Gane menjadi salah satu dari tiga petarung kelas berat modern yang mampu mengawali karier UFC dengan rekor 7-0. Dua nama lainnya adalah Cain Velasquez dan Junior dos Santos.

  • Sean O'Malley Kembali Berburu Kemenangan

Selain dua pertarungan utama, duel Sean O'Malley melawan Aiemann Zahabi juga menjadi salah satu laga yang menyita perhatian.

O'Malley merupakan salah satu dari sembilan petarung yang pernah memegang gelar juara kelas bantam UFC tak terbantahkan.

Petarung berjuluk "Sugar" itu juga termasuk dalam kelompok eksklusif yang berhasil menjadi juara UFC setelah mendapatkan kontrak melalui ajang Dana White's Contender Series.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, hanya ada empat petarung yang mampu mencapai prestasi tersebut, yakni Sean O'Malley, Carlos Ulberg, Jack Della Maddalena, dan Jamahal Hill.

Dengan deretan rekor, sejarah, dan nama besar yang terlibat, UFC Freedom 250 diprediksi menjadi salah satu acara paling bergengsi dan bersejarah dalam kalender UFC tahun 2026.