Biaya Servis Mobil Belum Naik, Tapi Auto2000 Beri Sinyal Begini

Servis mobil Toyota di Auto2000
Servis mobil Toyota di Auto2000

 Menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pemilik kendaraan terkait potensi kenaikan biaya perawatan mobil. Pasalnya, fluktuasi kurs biasanya berdampak pada harga kendaraan, suku cadang, hingga biaya operasional di industri otomotif.

Meski demikian, Auto2000 memastikan biaya servis dan sebagian besar suku cadang yang umum digunakan pelanggan masih berada pada level yang relatif stabil hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Executive Officer Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan bahwa perusahaan masih berupaya mempertahankan harga komponen yang paling sering digunakan dalam servis berkala.

“Secara umum sih belum. Memang ada beberapa parts yang naik, tapi naikannya juga tidak signifikan dan bukan parts-parts yang umum,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 5 Juni 2026.

Menurut Anton, komponen fast moving seperti oli dan filter masih dipertahankan harganya agar pelanggan tidak terbebani oleh kenaikan biaya perawatan kendaraan.

“Parts-parts yang umum biasanya oli, filter, ini secara umum kami pertahankan. Jasa servis juga sebagian besar kami pertahankan,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan karena Auto2000 melihat segmen pelanggan Toyota di Indonesia sangat beragam, mulai dari pengguna kendaraan pribadi hingga pelaku usaha yang mengandalkan mobil sebagai penunjang aktivitas sehari-hari.

Karena itu, menjaga biaya perawatan tetap terjangkau dinilai penting agar pelanggan tetap dapat melakukan servis berkala sesuai jadwal yang dianjurkan.

Namun demikian, Auto2000 tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga di masa mendatang apabila tekanan ekonomi global dan nilai tukar terus mengalami perubahan.

Anton menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini masih terus dipantau, termasuk perkembangan kurs dolar dan berbagai komponen biaya lain yang memengaruhi industri otomotif.

“Kalau ditanya ke depannya bagaimana, ya kami harus melihat lagi. Kurs dolarnya seperti apa, kemudian biaya-biaya seperti apa. Kalau memang perlu memang kami sesuaikan juga, tapi bertahap,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa secara historis kenaikan nilai tukar dolar biasanya akan berpengaruh terhadap harga kendaraan maupun komponen otomotif. Terlebih jika kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu panjang dan dibarengi kenaikan biaya produksi serta distribusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pengalaman dari beberapa tahun yang lalu, kalau dolar naik, kemudian barang-barang masih harganya naik, ada inflasi, ya pastinya harga mobil dan spare part juga akan naik biasanya,” kata Anton.

Meski begitu, hingga saat ini pelanggan Toyota disebut masih bisa menikmati biaya servis yang relatif stabil. Kondisi tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan perawatan rutin tanpa harus khawatir dengan lonjakan biaya dalam waktu dekat.