Keluarga Hebat Butuh Benteng Sehat, Vaksin Influenza Bisa Jadi Langkah Tepat!

Ilustrasi anak sakit., Influenza Masih Jadi Ancaman Global, Mengapa Vaksin Berubah dari Quadrivalent ke Trivalent?, Anak-Anak Jadi Kelompok Penting yang Perlu Dijaga, Jadwal Vaksin Flu untuk Anak, Komplikasi yang Bisa Terjadi, Langkah Pencegahan Sehari-hari, Dukungan Industri Kesehatan
Ilustrasi anak sakit.

 Menjaga kesehatan keluarga bukan hanya dilakukan saat sakit datang, tetapi dimulai dari langkah pencegahan yang konsisten. Di tengah aktivitas sekolah, pekerjaan, dan mobilitas tinggi, penyakit menular seperti influenza masih menjadi ancaman yang sering disepelekan. Padahal, flu bukan sekadar demam atau pilek biasa, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Konsep Perlindungan Tepat untuk Keluarga Hebat menjadi semakin relevan ketika banyak keluarga tinggal serumah lintas generasi. Anak yang aktif bersekolah bisa membawa virus ke rumah, lalu menularkannya kepada orang tua atau kakek-nenek. Karena itu, pencegahan influenza perlu dilihat sebagai perlindungan bersama, bukan hanya urusan individu. Apa yang harus dilakukan orang tua untuk melindungi keluarga? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Influenza Masih Jadi Ancaman Global

Ilustrasi flu, ingusan, bersin

Influenza masih menjadi masalah kesehatan dunia. Secara global, penyakit ini diperkirakan menyebabkan 290 ribu hingga 650 ribu kematian setiap tahun. Di negara tropis seperti Indonesia, sirkulasi virus flu dapat terjadi sepanjang tahun, sehingga kewaspadaan tidak bisa hanya dilakukan saat musim tertentu.

Meski sering dianggap penyakit ringan, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan. Risiko rawat inap dan penularan dalam keluarga juga cukup tinggi bila tidak ditangani dengan baik.

Mengapa Vaksin Berubah dari Quadrivalent ke Trivalent?

Ilustrasi vaksin, Influenza Masih Jadi Ancaman Global, Mengapa Vaksin Berubah dari Quadrivalent ke Trivalent?, Anak-Anak Jadi Kelompok Penting yang Perlu Dijaga, Jadwal Vaksin Flu untuk Anak, Komplikasi yang Bisa Terjadi, Langkah Pencegahan Sehari-hari, Dukungan Industri Kesehatan

Ilustrasi vaksin

Selama bertahun-tahun, vaksin quadrivalent digunakan untuk melindungi dari empat jenis galur virus influenza: dua tipe A dan dua tipe B. Namun perkembangan data ilmiah menunjukkan salah satu galur virus B, yakni B/Yamagata, tidak lagi terdeteksi dalam beberapa tahun terakhir.

“Selama lebih dari satu dekade, vaksin quadrivalent dikembangkan untuk melindungi dari dua galur virus flu jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta dua galur virus flu jenis B yaitu Victoria dan Yamagata. Namun, sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia. Oleh karena itu, pada 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi,” ujar Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat Media Discussion Kalventis Hadirkan Vaksin Influenza Trivalen Sesuai Rekomendasi WHO di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut para ahli, perubahan komposisi ini bukan berarti perlindungan berkurang, tetapi penyesuaian berdasarkan data epidemiologi terbaru.

“Transisi dari QIV ke TIV bukanlah bentuk pengurangan perlindungan, melainkan optimalisasi vaksin sesuai dengan bukti ilmiah terbaru. Fokus utama tetap pada vaksin influenza trivalent untuk melindungi seluruh anggota keluarga, dari bayi hingga lansia, dengan harga yang lebih ekonomis sehingga dapat diberikan setiap tahun. Jadwal imunisasi anak dan dan dewasa juga tetap sama,” tambah Prof. Soedjatmiko.

Anak-Anak Jadi Kelompok Penting yang Perlu Dijaga

Ilustrasi Vaksin Anak, Influenza Masih Jadi Ancaman Global, Mengapa Vaksin Berubah dari Quadrivalent ke Trivalent?, Anak-Anak Jadi Kelompok Penting yang Perlu Dijaga, Jadwal Vaksin Flu untuk Anak, Komplikasi yang Bisa Terjadi, Langkah Pencegahan Sehari-hari, Dukungan Industri Kesehatan

Ilustrasi Vaksin Anak

Anak-anak termasuk kelompok dengan risiko tinggi terpapar influenza dan berperan besar dalam penyebaran virus di lingkungan rumah maupun sekolah. Secara global, tingkat kejadian influenza pada anak mencapai 20–30 persen, lebih tinggi dibanding orang dewasa yang berkisar 5–10 persen.

Berdasarkan surveilans Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Jawa Barat tahun 2023, kasus ILI paling banyak ditemukan pada anak usia 5–15 tahun, meski dapat terjadi di kelompok usia lain.

“Anak-anak berkontribusi lebih besar terhadap penyebaran influenza di masyarakat karena daya tularnya yang tinggi dan keberadaan virus influenza di dalam tubuh anak yang lebih lama dibandingkan orang dewasa, sehingga sudah bisa menularkan walaupun belum ada gejala atau sesudah sembuh dari sakit influenza. Komplikasi influenza pada anak juga termasuk serius dan membahayakan, seperti pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, hingga ensefalitis,” jelas Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A., di acara yang sama.

Selain itu, angka rawat inap anak usia prasekolah disebut sebanding dengan kelompok usia 50–64 tahun, menunjukkan flu bukan penyakit sepele pada anak.

Jadwal Vaksin Flu untuk Anak

Ilustrasi imunisasi bayi, Influenza Masih Jadi Ancaman Global, Mengapa Vaksin Berubah dari Quadrivalent ke Trivalent?, Anak-Anak Jadi Kelompok Penting yang Perlu Dijaga, Jadwal Vaksin Flu untuk Anak, Komplikasi yang Bisa Terjadi, Langkah Pencegahan Sehari-hari, Dukungan Industri Kesehatan

Ilustrasi imunisasi bayi

Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan.

“Peralihan ke vaksin influenza trivalent disesuaikan dengan memperkuat perlindungan pada strain yang relevan, termasuk pada anak. IDAI merekomendasikan vaksin flu mulai dari usia 6 bulan. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun, imunisasi pertama sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu, lalu diulang 1 kali setiap tahun. Sedangkan untuk anak usia di atas 9 tahun, imunisasi pertama cukup diberikan satu dosis, lalu juga diulang setiap tahunnya,” pungkas dr. Kanya.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Influenza pada anak dapat menimbulkan komplikasi serius, di antaranya:

  • Paru-paru: pneumonia viral atau bakteri, croup, asma, bronkitis
  • Jantung: myocarditis dan pericarditis
  • Neurologi: kejang, kebingungan, neuritis, Guillain-Barré syndrome, koma, ensefalomielitis
  • Lainnya: toxic shock syndrome, myositis, myoglobinuria, gagal ginjal

Langkah Pencegahan Sehari-hari

Selain vaksinasi, pencegahan tetap penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat anggota keluarga sedang sakit.

"Memakai masker ketika batuk dan bersin, mencuci tangan, menjaga jarak, hindari kontak erat dan menjaga mobilitas,” beber dokter Kanya.

Dukungan Industri Kesehatan

Influenza Masih Jadi Ancaman Global, Mengapa Vaksin Berubah dari Quadrivalent ke Trivalent?, Anak-Anak Jadi Kelompok Penting yang Perlu Dijaga, Jadwal Vaksin Flu untuk Anak, Komplikasi yang Bisa Terjadi, Langkah Pencegahan Sehari-hari, Dukungan Industri Kesehatan

Di tengah upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya PT Kalventis Sinergi Farma menyatakan komitmen menghadirkan vaksin influenza trivalent. Langkah ini sejalan dengan rekomendasi WHO terkait transisi dari vaksin influenza quadrivalent (QIV) ke vaksin influenza trivalent (TIV).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalbe melalui Kalventis berkomitmen menyediakan solusi pencegahan penyakit menular yang mutakhir dan efektif bagi masyarakat Indonesia dengan menghadirkan vaksin influenza trivalent. Ketersediaan vaksin ini penting untuk untuk mencegah perburukan akibat penyakit influenza, risiko rawat inap, dan kematian. Upaya ini juga mendukung tema World Immunization Week yaitu "For Every Generation, Vaccines Work" yang mengingatkan kita mengenai manfaat perlindungan vaksin di segala usia demi memperpanjang harapan hidup,” ujar Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma.

“Sebagai perusahaan farmasi yang berlandaskan sains dan data, Kalventis bersama Kalbe menghadirkan solusi kesehatan yang selaras rekomendasi WHO. Kalventis juga membangun dan ekosistem yang mencakup edukasi bagi tenaga kesehatan, penyediaan informasi layanan vaksinasi yang mudah diakses, serta kampanye kesadaran publik untuk mencapai herd immunity dan memastikan setiap keluarga Indonesia mendapatkan perlindungan optimal dari risiko influenza," tutup Vidi.