Tas Birkin Milik Konglomerat Vietnam yang Dipenjara Laku Rp 8,9 Miliar dalam 30 Menit
Dua tas Hermès Birkin milik pebisnis Vietnam Truong My Lan yang disita pemerintah terjual dengan harga fantastis dalam lelang resmi.
Salah satu tas bahkan laku lebih dari 440.000 dollar AS atau sekitar Rp 8,9 miliar hanya dalam waktu 30 menit penawaran.
Melansir BBC (22/5/2026), kedua tas mewah tersebut merupakan bagian dari aset yang disita pemerintah Vietnam dari Truong My Lan, konglomerat yang kini menjalani hukuman penjara seumur hidup dalam kasus penggelapan dana bank.
Tas Birkin berwarna putih itu langsung menarik perhatian kolektor dan pecinta fashion mewah karena termasuk model langka dari Hermès.
Salah satu tas Birkin laku hampir 7 kali lipat harga awal
Lelang dilakukan di Ho Chi Minh City Asset Auction Service Center pada Kamis (21/5/2026). Dua tas Hermès Birkin berbahan kulit buaya itu berhasil menemukan pembeli hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Tas Birkin ukuran 25 dengan detail rhinestone pada bagian pengunci dan pinggir tas menjadi yang paling mahal. Tas tersebut terjual seharga 440.144 dollar AS atau sekitar Rp 8,9 miliar.
Sementara tas Birkin ukuran 30 terjual dengan harga 94.858 dollar AS atau sekitar Rp 1,9 miliar.
Menurut laporan BBC, harga tas ukuran 25 itu hampir tujuh kali lebih tinggi dibandingkan harga pembuka lelang.
Tas Birkin disebut jadi simbol status dan investasi
Sebuah Birkin Bag dipamerkan pada pembukaan toko Hermes di Wall Street, New York, pada 21 Juni 2021. Dua tas Hermès Birkin milik konglomerat Vietnam Truong My Lan terjual miliaran rupiah dalam lelang pemerintah hanya dalam waktu 30 menit.
Pendiri Agency Parnell, Nicholas Parnell, mengatakan harga tas Birkin terus meningkat dari tahun ke tahun karena jumlahnya yang sangat terbatas.
“Itu adalah salah satu tas paling dicari di dunia dan hal tersebut terjadi karena Hermès membatasi akses pembeli,” kata Parnell.
Ia menyebut tas Birkin kini tidak hanya dipandang sebagai aksesori fashion, tetapi juga karya seni dan instrumen investasi.
“Tas ini menjadi sesuatu yang dihargai dan disimpan dalam waktu lama,” ujarnya.
Menurut Parnell, nilai tas Birkin juga sulit diprediksi karena Hermès terus menghadirkan edisi khusus dan model langka.
“Dalam banyak hal, harganya bisa menjadi tidak terbatas,” tambahnya.
Truong My Lan ingin menyimpan tas untuk keluarganya
Dalam persidangan sebelumnya, Truong My Lan sempat meminta agar dua tas tersebut tidak disita.
Ia mengatakan satu tas dibelinya di Italia, sementara tas lainnya merupakan hadiah dari seorang pengusaha asal Malaysia.
Lan juga mengaku ingin menjadikan tas tersebut sebagai kenang-kenangan untuk anak dan cucunya.
Namun pemerintah Vietnam tetap memasukkan kedua tas itu dalam daftar sekitar 1.200 aset yang disita.
Kasus Truong My Lan sendiri menjadi salah satu skandal finansial terbesar di Vietnam.
Pada April 2024, pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada Lan setelah ia dinyatakan mengendalikan Saigon Commercial Bank secara diam-diam dan melakukan penggelapan dana dalam jumlah besar melalui jaringan perusahaan cangkang.
Total dana yang disebut terkait kasus itu mencapai 44 miliar dollar AS.
Hukuman tersebut kemudian diubah menjadi penjara seumur hidup setelah Vietnam menghapus hukuman mati untuk sejumlah tindak pidana pada Juni 2025.
Birkin masih jadi tas paling mahal di dunia
Popularitas tas Birkin terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di pasar lelang barang mewah.
Rumah lelang Sotheby’s Paris pernah menjual tas Birkin original pertama pada Juli 2025 dengan harga 8,6 juta euro atau sekitar 10,1 juta dollar AS.
Penjualan tersebut menjadikannya tas tangan paling mahal yang pernah dilelang di dunia saat itu.
Tas Birkin sendiri dikenal sebagai salah satu produk paling eksklusif dari Hermès karena proses pembelian yang ketat dan produksi yang terbatas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang