Aki Varta: Kenali Teknologi SLI, EFB, dan AGM
Bisnis aki mobil merek Varta di Indonesia disebut terus berkembang dalam setahun terakhir.
Pertumbuhan itu ditopang perluasan jaringan distribusi dan bertambahnya pelanggan di berbagai daerah.
Adrian Tay, New Business Development HT Group selaku distributor Varta di Asia Tenggara termasuk Singapura, Malaysia, dan Indonesia, mengatakan saat ini distribusi Varta telah menjangkau lebih banyak kota besar, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta hingga Surabaya.
“Untuk update Varta di Indonesia ini, pelanggan semakin banyak. Market kami di sini juga semakin besar,” ujar Adrian saat ditemui di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Ia mengatakan pertumbuhan bisnis Varta di Indonesia bahkan hampir mencapai dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Aki Varta dengan kemasan baru.
Namun, Adrian mengakui kenaikan tersebut juga dipengaruhi basis bisnis yang sebelumnya masih relatif kecil.
“Ya, hampir dua kali. Karena kami mulai dari kecil, jadi bisa 100 persen,” katanya.
Selain memperluas distribusi, Varta juga menyiapkan penyegaran tampilan kemasan produk aki yang rencananya mulai diperkenalkan pada akhir 2026.
Menurut Adrian, perubahan tersebut hanya menyasar desain kemasan tanpa mengubah spesifikasi maupun kualitas produk.
“Di dalam produk tidak ada perubahan, hanya packaging luar,” ujarnya.
Kemasan baru dibuat agar konsumen lebih mudah membedakan jenis aki sesuai kebutuhan kendaraan.
Aki Varta dengan kemasan baru.
Nantinya, setiap teknologi aki akan menggunakan identitas warna berbeda.
Aki SLI atau aki konvensional akan memakai warna abu-abu atau biru standar.
Sementara EFB menggunakan warna silver atau biru, sedangkan AGM hadir dengan warna gold atau kuning.
“Lebih gampang untuk customer membedakan antara SLI, EFB, dan AGM,” kata Adrian.
Dalam kesempatan yang sama, Adrian juga menjelaskan perbedaan fungsi masing-masing teknologi aki tersebut.
SLI merupakan aki standar untuk mobil konvensional dengan fungsi starting, lighting, dan ignition.
Sementara EFB atau Enhanced Flooded Battery ditujukan untuk kendaraan dengan sistem start-stop karena lebih tahan terhadap proses charge dan discharge berulang.
“Kalau kebutuhan listriknya lebih rumit, seperti start-stop vehicle, itu butuhnya EFB,” ujarnya.
Adapun AGM digunakan pada kendaraan dengan kebutuhan kelistrikan lebih tinggi, seperti mobil premium atau kendaraan dengan fitur elektronik lebih kompleks.
“Kalau lebih canggih lagi, ya butuhnya AGM. AGM itu teknologinya beda,” kata Adrian.
Ia menjelaskan, teknologi AGM berbeda dengan aki konvensional karena elektrolitnya tidak menggunakan cairan bebas seperti aki biasa.
Adrian juga mengakui pasar aki mobil di Indonesia sangat kompetitif.
Karena itu, Varta berupaya membangun kepercayaan konsumen lewat kualitas produk dan lini yang lengkap.
Meski identik dengan mobil Eropa, Adrian menegaskan Varta memiliki produk untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil Jepang hingga mobil premium.
“Kita memiliki produk full range. Semua merek, semua tipe mobil bisa,” ujar Adrian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang