Demi Satu Tim dengan Messi di Inter Miami, Casemiro Rela Potong Gaji
Gelandang Manchester United, Casemiro dikabarkan bersedia memangkas gajinya demi memuluskan transfer ke Inter Miami yang diperkuat oleh megabintang Argentina, Lionel Messi.
Inter Miami menjadi tim yang digadang-gadang akan menjadi tujuan selanjutnya bagi Casemiro yang akan hengkang dari Manchester United.
Casemiro memutuskan tidak menambah durasi kontrak bersama Manchester United dan akan pergi dengan status bebas transfer di musim panas 2026.
Seperti dilansir dari Sky Sports, gelandang Timnas Brasil ini kabarnya akan menerima pemotongan gaji untuk bisa bermain bersama Lionel Messi di Inter Miami.
Jika menerima permintaan tersebut, Casemiro dan keluarganya segera pindah ke Amerika Serikat.
Namun, belakangan fans Manchester United masih mengiginkan gelandang 34 tahun ini bertahan di tim.
Pasalnya, Casemiro menunjukkan penampilan menawan, terutama usai Manchester United dilatih oleh Michael Carrick.
Sejak Manchester United ditangani Carrick, Casemiro mampu mengemas lima gol dan satu assist dari 13 pertandingan Liga Inggris.
Performa Casemiro beberapa bulan terakhir menjadi kebangkitan bagi sang gelandang sentral yang sempat mendapatkan kritik keras dari legenda Liverpool, Jamie Carragher, pada 2024.
Casemiro (kiri) berduel dengan Alejandro Garnacho (kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge di London pada 18 April 2026. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)
Kritik Carragher untuk Casemiro
"Saya selalu ingat pepatah 'tinggalkan sepak bola sebelum sepak bola meninggalkanmu'. Sepak bola telah meninggalkannya. Di level tertinggi ini, dia perlu mengakhiri kariernya di level sepak bola ini dan pindah," ujar Carragher saat Man United tengah merosot dua tahun silam dilansir dari Metro.
Namun, Carragher pun tak ragu meralat komentar tersebut seiring penampilan Casemiro yang memesona pada musim terakhirnya membela Setan Merah ini.
“Saya pikir apa yang telah dilakukan Casemiro di Manchester United, dia telah melakukan hal sempurna yang Anda inginkan dari sebuah perekrutan,” kata Carragher.
“Musim pertamanya fantastis, jadi semua orang berpikir dia pemain hebat dan tentu saja dia memang pemain hebat.
"Musim terakhirnya dia pergi dengan gemilang sehingga akan dikenang dengan sangat baik."
“Saya pikir bagian tengah masa baktinya di Manchester United agak sulit baginya. Tapi tidak diragukan lagi dia telah bangkit kembali," imbuh Carragher.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang