Bos Inter Miami Rela Bayar Triliunan Lionel Messi, Ungkap Keuntungan di Baliknya
Inter Miami menjadi salah satu klub paling beruntung di dunia yang bisa mendapat tanda tangan pemain sekelas Lionel Messi.
Meski begitu, Inter Miami harus berkorban banyak dengan menggelontorkan dana fantastis demi bisa membawa Lionel Messi bermain di Major League Soccer (MLS).
Sejak berpisah dari Paris Saint-Germain (PSG) pada 2023 lalu, Lionel Messi langsung bergabung dengan Inter Miami.
Bukan perkara mudah bagi Inter Miami bisa meyakinkan La Pulga untuk bermain di Amerika Serikat.
Pemilik Inter Miami, Jorge Mas mengatakan jika mereka harus membayar 60-70 juta euro (Rp1,1-1,3 triliun) per tahun kepada Messi mencakup gaji pemain dan hak kepemilikan saham di klub tersebut.
Pemain berusia 38 tahun itu menandatangani kontrak bersama klub Florida tersebut hingga ia berusia 40 tahun.
Meskipun detail lengkap perjanjian tersebut tidak diungkapkan ke publik, kemungkinan besar Messi akan menjadi mitra di klub tersebut hingga akhir kariernya.
Butuh Sponsor Besar Untuk Bayar Messi
Inter Miami menyadari dengan keberadaan sejumlah pemain bintang seperti Lionel Messi, Luis Suárez, atau Rodrigo De Paul, hak siar televisi yang senilai dua persen tidak akan menutupi.
Direktur klub mengatakan jika gaji para pemain bintang sangat bergantung pada sponsor dan kesepakatan komersial, yang mencakup sekitar 55 persen dari total pendapatan klub.
"Alasan saya membutuhkan sponsor dan sponsor kelas dunia—adalah karena pemain itu mahal."
"Saya membayar Messi dan dia memang pantas mendapatkan setiap sen yang saya bayarkan, tetapi itu menghabiskan biaya antara 60 hingga 70 juta euro per tahun. Jika dijumlahkan semuanya," kata Jorge Mas dalam sebuah wawancara baru-baru ini dikutip dari A Bola.
Inter Miami tidak merinci berapa nominal kontrak Lionel Messi selama bermain di Amerika Serikat.
Namun yang pasti, Messi menjadi pemain dengan bayaran tertinggi kedua setelah Cristiano Ronaldo yang dibayar Al Nassr senilai 300 juta euro (Rp5,9 triliun).
Mega bintang Inter Miami, Lionel Messi, bersiap menendang saat pertandingan persahabatan antara Inter Miami CF dan Independiente del Valle di Estadio Juan Ramon Loubriel di Bayamon, Puerto Rico, pada 26 Februari 2026.
Investasi yang Menguntungkan
Kehadiran Messi ternyata berbuah manis usai Inter Miami memenangkan gelar MLS pertamanya musim lalu.
Selain itu menurut Sportico, valuasi klub meningkat sebesar 22 persen pada tahun 2025, mencapai 1,25 miliar euro (Rp24,6 triliun) dan menjadikannya klub paling berharga di liga Amerika Utara.
Jorge Mas mendorong kepada semua klub agar lebih mementingkan kesepakatan merek daripada mengandalkan pendapatan hak siar.
"Gunakan ekosistem ini untuk sponsor yang sudah bekerja sama dengan tim Anda dan untuk menghasilkan nilai. Orang-orang tidak berpikir seperti itu. Saya berpikir begitu. Karena evaluasi tim didasarkan pada hal itu. Uang media tidak mengubah hal itu."
Inter Miami belum lama ini juga menjalin kerja sama dengan perusahaan fintech Brasil, Nu Holdings.
Nama perusahaan itu akan dipinjamkan untuk stadion baru yang akan diresmikan pada bulan April, serta logonya akan muncul di bagian belakang jersey mulai bulan Agustus.
Meski begitu, ia menyadari jika antusiasme pendukung terhadap Messi tidak akan terus menerus ada. Ia pun sudah mempersiapkan strategi dan inovasi baru.
"Saya telah mentransformasi MLS. Sebagian mengkritik, sebagian lainnya memuji. Saya memimpin karena saya percaya kita perlu mengubah banyak hal. Anda tidak boleh takut akan perubahan. Untuk berkembang dan sukses, Anda harus melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang