Bosch Tetapkan Strategi Baru di Tengah Kemajuan Industri Otomotif
Penyedia layanan teknologi, Bosch saat ini mencanangkan strategi baru guna bersaing di era kemajuan industri otomotif, elektrifikasi dan autonomous driving.
Meskipun saat ini konflik geopolitik tengah terjadi dan menjadi hambatan bagi sejumlah industri, Bosch menargetkan pertumbuhan penjualan 2-5 persen.
Bosch sendiri ingin menjadi pelopor di tren otomasi, digitalisasi, elektrifikasi sampai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Karena hal tersebut membuka jalan bagi pertumbuhan bisnis yang menguntungkan. Prasyarat penting untuk mencapainya adalah efisiensi biaya dari langkah-langkah struktural yang telah dimulai, serta inovasi dari seluruh lini bisnis,” kata Stefan Hartung, Chairman of the Board of Management of Robert Bosch GmbH dalam siaran resmi, dikutip Rabu (06/05).

Sekarang Bosch masih menjadi salah satu perusahaan industri pemohon paten paling produktif di Eropa. Per 2025, mereka telah mendaftarkan setidaknya 6.300 paten dan menjadi pemimpin di Jerman.
Berkat inovasi berkelanjutan, pendapatan penjualan Bosch di tahun fiskal 2025 berhasil tumbuh 91 miliar euro atau naik dari tahun sebelumnya di 90,3 miliar euro di tahun sebelumnya.
Di Indonesia, Bosch memperkuat eksistensinya dengan memfasilitasi transformasi industri dan mobilitas melalui teknologi mutakhir.
Ini mencakup Electronic Control Units (ECU), Battery Management System (BMS) serta deretan teknologi lainnya yang mendukung mobilitas terkhusus di lini elektrifikasi.
“Prioritas kami adalah terus membangun kapabilitas, memperkuat kemitraan dan menghadirkan teknologi relevan lebih dekat ke pasar seiring upaya kami mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” kata Pirmin Riegger, Managing Director Bosch Indonesia.
Ia menjelaskan, tahun lalu Bosch memperkenalkan Bosch Car Service buat konsumen Tanah Air guna memperkuat layanan purnajual lewat jaringan yang luas.
“Melalui momentum ini, Bosch memperluas ekosistem nasional dengan 20 bengkel yang beroperasi pada 2025 melalui kemitraan dengan PT XMotors International Group sebagai mitra lisensi utama untuk Bosch Car Service,” tegas Pirmin.
Agar terus relevan di era elektrifikasi, Bosch menetapkan strategi baru berfokus pada otomatisasi dan robotika melalui konsep Invented for life.

Pada bidang mengemudi otonom, misalnya, sensor inersia jadi komponen kunci masa depan yang menawarkan potensi penjualan tambahan.
Sensor ini memungkinkan mobil mempertahankan kesadaran penuh akan posisinya, meskipun sinyal kamera maupun GPS tidak tersedia.
Jadi peluang baru untuk Bosch sebab pasar sensor cerdas di bidang otomotif diprediksi meningkat hampir dua kali lipat, lebih dari 80 miliar USD di pertengahan dekade mendatang.