Daikin Pilih Jalur yang Berbeda

Daikin.
Daikin.

Mereka gencar mengedukasi kalangan profesional arsitektur, desain interior, hingga mahasiswa mengenai pentingnya membangun ekosistem tata udara ideal — sebuah pendekatan yang tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan, tetapi juga estetika ruang secara keseluruhan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

General Manager PT Daikin Airconditioning Indonesia, Wenky Handono, keikutsertaannya dalam mengedukasi pasar merupakan bentuk komitmen yang tidak lazim di industri. Karena itulah, Daikin Designer Award atau DDA 2026 digelar.

Kompetisi yang sudah berlangsung sejak 2020 ini lahir dari gagasan perlunya ruang bagi para pegiat arsitektur dan desainer interior untuk berbagi visi tentang ruang hidup ideal yang memberi keseimbangan pada estetika keseluruhan ruang dan kenyamanan serta kesehatan.

"Dengan memperkenalkan solusi tata udara kepada para arsitek dan desainer sejak tahap perencanaan, kami berharap bisa mendorong tumbuhnya inspirasi hunian dan bangunan komersial ideal yang menaruh perhatian pada nilai estetika dan penciptaan tata udara didalamnya," kata dia di Jakarta, Kamis malam, 30 April 2026.

Keselarasan antara keindahan desain dan kenyamanan tata udara inilah yang sesuai dengan semangat yang dibawa AC Daikin Home Central.

Dari sisi kenyamanan, solusi AC sentral bagi hunian dan bangunan komersial tersebut memiliki berbagai ragam fitur yang dibuat sesuai kebutuhan spesifik menyertai kesejukan udara yang dibawanya.

Di antaranya filtrasi berlapis untuk mengeliminasi berbagai partikel merugikan kesehatan di udara serta kemampuan mengatur tingkat kelembapan udara.

"Fokus utamanya bukan hanya pada estetika desain, melainkan juga kenyamanan dan kesehatan penghuninya melalui rancangan sistem tata udara yang terintegrasi," jelas Wenky.

Daikin Designer Award atau DDA 2026 dirancang terbuka bagi peserta dari empat negara di ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh kalangan profesional, tapi terbuka bagi peserta mahasiswa.

Setiap kategori peserta memiliki kesempatan berlaga berdasarkan aplikasi bangunan yaitu bangunan hunian dan bangunan komersial F&B. Tak hanya terbatas bagi karya terbangun, namun juga meliputi rancangan konseptual desain arsitektur maupun desain interior.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khusus untuk kategori karya terbangun bagi hunian, dengan pertimbangan pada perkembangan hunian vertikal, kompetisi ini memiliki sub kategori bagi bangunan apartemen atau kondominium.

Adapun dewan jurinya sebagai berikut. Dari Indonesia, Tan Tik Lam dan Cosmas Gozali hadir sebagai juri bidang arsitektur, bersama Alex Bayusaputro dari desain interior dan Wenky Handono mewakili Daikin. Malaysia dan Singapura, IDr Tay Ei Ling dan IDr Henry Yew, serta IDr Cecil Ravelas dari Filipina.