Mandul di Kandang Sendiri, Persib Ditahan Arema 0-0, Ancaman Borneo FC di Puncak Makin Nyata

Ramon Tanque membela tim Persib
Ramon Tanque membela tim Persib

 Persib Bandung harus menelan hasil kurang memuaskan saat menjamu Arema FC pada pekan ke-29 Super League 2025-2026. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat malam WIB, Maung Bandung dipaksa puas dengan skor kacamata 0-0.

Hasil ini terasa pahit, bukan hanya karena gagal meraih tiga poin di kandang, tetapi juga membuka peluang bagi Borneo FC untuk menggusur posisi puncak klasemen. Persib saat ini mengoleksi 66 poin, hanya unggul tiga angka dari pesaing terdekatnya yang belum memainkan laga pekan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak peluit awal dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini belakang Arema, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama sepanjang pertandingan.

Peluang pertama hadir saat laga baru berjalan tiga menit. Sepakan keras dari luar kotak penalti masih mampu diamankan kiper Arema, Lucas Frigeri, yang tampil solid sepanjang laga. Tekanan berlanjut melalui skema bola mati dan serangan terbuka, tetapi belum ada yang benar-benar mengancam serius.

Memasuki menit-menit awal, dominasi Persib semakin terlihat. Sundulan hingga tembakan jarak dekat terus dilepaskan, namun rapatnya lini pertahanan Arema membuat peluang-peluang tersebut mentah begitu saja. Bahkan saat peluang emas datang dari jarak dekat, bola tetap gagal bersarang di gawang.

Arema yang sempat tertekan akhirnya mulai keluar dari tekanan selepas 15 menit pertandingan. Serangan balik cepat beberapa kali merepotkan lini belakang Persib, meski belum mampu menciptakan peluang berbahaya.

Menjelang akhir babak pertama, intensitas serangan Persib meningkat drastis. Sejumlah peluang dari dalam kotak penalti sempat tercipta, termasuk situasi rebound yang nyaris berbuah gol. Namun, lagi-lagi Frigeri tampil sebagai penyelamat dengan serangkaian penyelamatan penting.

Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pola permainan tak banyak berubah. Persib tetap dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan, sementara Arema lebih menunggu peluang lewat serangan balik.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan tenaga baru di lini serang pada menit ke-70. Pergantian pemain membuat intensitas serangan meningkat, tetapi efektivitas tetap menjadi persoalan.

Beberapa peluang emas kembali tercipta di paruh akhir pertandingan. Salah satunya melalui sepakan dari luar kotak penalti yang kembali dimentahkan Frigeri. Hingga menit-menit akhir, tekanan Persib tak kunjung menghasilkan gol.

Drama terjadi di masa injury time yang mencapai 11 menit. Persib hampir memecah kebuntuan melalui peluang beruntun dari dalam kotak penalti. Namun, blok krusial lini belakang Arema dan penyelamatan gemilang Frigeri kembali menggagalkan harapan tuan rumah.

Peluang terakhir bahkan datang dari pemain pengganti yang sudah berdiri bebas di depan gawang. Sayangnya, sontekan yang dilepaskan masih mampu ditepis sang kiper.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.

Hasil ini sekaligus mengakhiri rekor sempurna Persib di kandang musim ini. Lebih dari itu, tekanan kini beralih ke laga berikutnya, di mana Borneo FC berpeluang besar mengambil alih puncak klasemen jika mampu meraih kemenangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasemen Sementara Super League 2025-2026

  1. Persib Bandung: main 29x, menang 20, seri 6, kalah 3, gol 50, kebobolan 18, selisih 32, poin 66
  2. Borneo FC: main 28x, menang 20, seri 3, kalah 5, gol 58, kebobolan 28, selisih 30, poin 63
  3. Persija Jakarta: main 29x, menang 18, seri 5, kalah 6, gol 52, kebobolan 26, selisih 26, poin 59
  4. Bhayangkara FC: main 29x, menang 14, seri 5, kalah 10, gol 39, kebobolan 34, selisih 5, poin 47
  5. Malut United: main 29x, menang 13, seri 7, kalah 9, gol 54, kebobolan 41, selisih 13, poin 46
  6. Persebaya: main 29x, menang 12, seri 9, kalah 8, gol 41, kebobolan 35, selisih 6, poin 45
  7. Bali United: main 29x, menang 11, seri 9, kalah 9, gol 48, kebobolan 42, selisih 6, poin 42
  8. Dewa United: main 28x, menang 12, seri 5, kalah 11, gol 35, kebobolan 34, selisih 1, poin 41
  9. Persita: main 29x, menang 12, seri 5, kalah 12, gol 35, kebobolan 28, selisih 7, poin 41
  10. Arema FC: main 29x, menang 10, seri 9, kalah 10, gol 40, kebobolan 37, selisih 3, poin 39
  11. PSIM: main 29x, menang 9, seri 12, kalah 8, gol 38, kebobolan 38, selisih 0, poin 39
  12. Persik: main 29x, menang 9, seri 6, kalah 14, gol 35, kebobolan 50, selisih minus 15, poin 33
  13. Persijap: main 29x, menang 8, seri 7, kalah 14, gol 28, kebobolan 42, selisih minus 14, poin 31
  14. PSM Makassar: main 29x, menang 7, seri 10, kalah 12, gol 36, kebobolan 39, selisih minus 3, poin 31
  15. Persis: main 29x, menang 6, seri 9, kalah 14, gol 33, kebobolan 49, selisih minus 16, poin 27
  16. Madura United: main 28x, menang 6, seri 8, kalah 14, gol 29, kebobolan 47, selisih minus 18, poin 26
  17. Semen Padang: main 28x, menang 5, seri 5, kalah 18, gol 22, kebobolan 47, selisih minus 25, poin 20
  18. PSBS Biak: main 29x, menang 4, seri 6, kalah 19, gol 29, kebobolan 67, selisih minus 38, poin 18