Reaksi Bojan Hodak Usai Borneo FC Gusur Persib dari Puncak Klasemen
Borneo FC Samarinda mampu mengudeta Persib Bandung dari puncak klasemen Super League 2025-2026 usai mengalahkan Persik Kediri.
Duel Persik vs Borneo FC berakhir dengan skor 0-1 pada Rabu (29/4/2026) di Stadion Brawijaya, Kediri. Gol semata wayang Borneo FC diciptakan Koldo Obieta pada menit ke-55.
Hasil itu turut mengundang komentar pelatih Persib, Bojan Hodak, yang baru akan memimpin pasukannya berlaga pada pekan ke-30 pada Kamis (30/4/2026) melawan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung.
Hodak menanggapi momen wasit membatalkan penalti untuk Persik Kediri melalui Video Assistant Referee (VAR).
Pemain Borneo FC, Juan Villa, dianggap oleh wasit asal Jepang Yudai Yamamoto, tidak melakukan handball pada menit ke-75.
“Saya tidak menonton tetapi semua orang membicarakan soal penalti. Apakah Anda menontonnya? Jadi, bagaimana? Apakah itu penalti?” tanya Hodak kepada awak media dalam konferensi pers jelang laga kontra Bhayangkara.
Ada yang mengatakan kasus handball Juan Villa mirip dengan yang terjadi kepada Uilliam Barros di kotak terlarang saat menghadapi Borneo FC di Segiri Samarinda, 15 Maret 2026 silam.
Keberuntungan Borneo FC
Pelanggaran Barros tersebut yang menyebabkan Persib kebobolan gol penalti Mariano Peralta, sehingga skor menjadi imbang 1-1.
“Mereka bilang (situasinya) sama seperti saat kami bermain melawan Borneo di sana. Situasi yang sama. Tapi waktu itu penalti, (sekarang) tidak penalti,” ujar Hodak.
Saat itu duel Borneo FC vs Persib dipimpin oleh wasit asal Malaysia, Razlan Joffri bin Ali.
Hodak menyebut situasi itu bagian dari keberuntungan.
“Keberuntungan, keberuntungan," katanya.
"Saya tidak pernah menonton, saya tidak punya waktu menontonnya, tapi semua orang hanya membicarakan hal ini. Menarik,” ucap Hodak.
Agresif Menyerang Tidak Membantu Persib Menang
Aksi penyerang Persib Bandung Berguinho dalam upaya membuat peluang di kotak penalti saat menghadapi Arema FC pada pekan ke-29 Super League 2025-2026, Jumat (24/4/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Hodak memberikan sinyal bahwa Persib akan tampil lebih hati-hati melawan Bhayangkara FC daripada memperagakan permainan terbuka.
Bagi Hodak agresif menyerang tidak membantu Persib memenangkan sebuah laga, itu terbukti ketika mereka ditahan imbang Arema FC 0-0.
Persib punya 29 percobaan tendangan namun gagal menembus gawang Arema yang dikawal Lucas Frigeri.
Arema FC memperagakan taktik parkir bus yang menjadi kendala Persib meraih hasil maksimal.
“Dengar, pertandingan terakhir kami melancarkan penyerangan, kami punya 29 tembakan ke gawang, tapi tidak mencetak gol, jadi itu tidak banyak membantu, tahu kan?,” papar Hodak.
“Intinya adalah Anda harus tampil lebih baik dari lawan, dan mengenai Borneo, mereka menang, oke,” tukasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang