Dalami Karakter Religius, Emir Mahira Ungkap Tantangan Jadi Ustaz di Film Kupilih Jalur Langit

Emir Mahira
Emir Mahira

 Aktor muda Emir Mahira mengungkap pengalaman tak biasa saat memerankan sosok ustaz dalam film religi-romantis Kupilih Jalur Langit. Peran sebagai Ustaz Furqon menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan karier aktingnya karena menuntut pendalaman karakter religius yang tidak sederhana.

Sejak awal menerima peran tersebut, Emir menyadari bahwa karakter ustaz bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga membutuhkan pemahaman nilai-nilai agama serta emosi yang kuat. Ia mengaku harus bekerja ekstra keras untuk memahami sisi spiritual dan konflik batin yang dialami tokoh Furqon dalam cerita. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau aku sebagai Ustaz Furqon ini salah satu peran yang paling challenging bagi aku, karena persiapannya juga sangat singkat. Aku masih banyak harus belajar tentang agama, untungnya didampingi sutradara dan ustaz untuk memahami karakter Furqon,” jelas Emir Mahira saat konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.

Dalam film tersebut, Emir dipasangkan dengan aktris muda Zee Asadel yang memerankan tokoh Amira, seorang istri yang menghadapi berbagai ujian dalam rumah tangga. Meski keduanya pernah terlibat dalam beberapa proyek sebelumnya, Emir mengaku bahwa membangun chemistry dalam film ini tetap membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Menurutnya, hubungan karakter Furqon dan Amira dalam cerita memiliki dinamika yang cukup kompleks. Tidak hanya menampilkan kedekatan emosional, tetapi juga menghadirkan jarak tertentu yang menjadi bagian penting dalam alur cerita.

“Untuk membangun chemistry dengan Zee sebenarnya kita sudah beberapa proyek bareng. Tapi setiap proyek itu spesial dan berbeda. Justru challenge-nya di sini adalah bagaimana caranya ada ‘tembok’ di antara kita sesuai kebutuhan cerita,” ujar Emir.

Chemistry antara keduanya menjadi salah satu elemen penting yang membuat film ini terasa realistis. Interaksi yang dibangun harus mampu menggambarkan hubungan suami istri yang tidak selalu berjalan mulus, tetapi tetap dilandasi komunikasi dan kepercayaan.

Selain tantangan teknis dalam berakting, Emir juga merasa mendapatkan banyak pelajaran hidup dari karakter yang ia perankan. Ia mengungkap bahwa tokoh Furqon mengajarkan pentingnya komunikasi terbuka dalam sebuah hubungan, terutama dalam kehidupan rumah tangga.

“Pelajaran utamanya dari Furqon adalah dalam berhubungan kita harus terang-terangan dan bagus dalam segi komunikasi. Kadang kita terlalu fokus menyenangkan orang lain, padahal kita juga harus tahu apa yang kita butuhkan,” ungkap Emir.

Di sisi lain, Zee Asadel juga menghadapi tantangan tersendiri saat memerankan Amira. Dalam film ini, ia harus tampil menggunakan hijab untuk pertama kalinya selama proses syuting, sesuatu yang menjadi pengalaman baru dalam kariernya.

“Memang di film ini jujur film pertama aku yang menggunakan hijab, dan aku bersyukur sekali bisa mendapatkan peran Amira. Peran ini menurut aku sangat menarik, terutama setelah menikahnya, itu yang paling challenging buat aku,” kata Zee.

Ia menilai karakter Amira memberikan banyak pelajaran tentang kesabaran dan keyakinan dalam menghadapi ujian hidup. Menurutnya, kisah dalam film ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga penonton dapat dengan mudah memahami pesan yang disampaikan.

“Aku sadar bahwa Allah memberikan ujian kepada hambanya itu pasti bisa dilewati. Makanya Amira diberikan ujian seperti ini, insyaallah dia bisa melewati ujiannya. Jadi kita harus sabar,” tutur Zee.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disutradarai oleh Archie Hekagery, film Kupilih Jalur Langit menghadirkan kisah rumah tangga yang realistis dan penuh makna. Cerita dalam film ini tidak hanya menampilkan konflik, tetapi juga mengajak penonton memahami pentingnya kesabaran, komunikasi, dan keimanan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan akting emosional dari para pemainnya, film ini diprediksi mampu menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan. Peran Emir Mahira sebagai ustaz pun menjadi salah satu daya tarik utama karena menghadirkan sisi religius yang kuat sekaligus emosional.