SBY Melukis Bengawan Solo di Kawasan Pintu Air Demangan yang Bersejarah

Pintu Air Demangan, SBY Melukis Bengawan Solo di Kawasan Pintu Air Demangan yang Bersejarah

Kota Solo kembali menjadi panggung inspirasi bagi mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam kunjungannya pada Kamis (9/4/2026), SBY mengabadikan keindahan Sungai Bengawan Solo melalui sebuah lukisan yang dibuat langsung di kawasan Beton, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres.

Presiden ke-6 RI itu melukis berada di kawasan Pintu Air Demangan, gerbang penghubung hilir Kali Pepe di sungai terpanjang di Jawa, Bengawan Solo.

SBY melukis di tepi Bengawan Solo

Di sela agenda mendampingi tim bola voli miliknya, Lavani, yang tengah berlaga pada babak Final Four Proliga 2026 di Solo, SBY memilih menghabiskan waktu dengan berkarya seni.

Lokasi yang dipilih adalah tepi Bengawan Solo di kawasan Beton Sewu, salah satu titik dengan pemandangan langsung ke aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Menurut Andi Mallarangeng, Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, aktivitas melukis ini menjadi ruang relaksasi tersendiri bagi SBY.

“Di sela-sela pertandingan Proliga di Solo ini, Lavani kan bermain, maka beliau punya kesempatan untuk melakukan aktivitas, termasuk melukis,” ujar Andi dilansir dari (9/4/2025).

Menariknya, SBY tidak menggunakan kuas. Ia memakai teknik finger painting, terinspirasi dari maestro lukis Indonesia Affandi.

“Beliau melukis dengan gaya finger painting. Pelopornya itu almarhum Affandi,” jelas Andi.

Meski hujan turun cukup deras, SBY tetap berusaha menyelesaikan lukisannya. Karena cuaca tak mendukung, proses penyelesaian karya akhirnya dilanjutkan di hotel tempat ia menginap.

“Kalau semangat melukis beliau sudah muncul, beliau akan sangat fokus sampai tuntas,” ujar Andi.

Adapun lokasi SBY melukis berada tak jauh dari salah satu titik ikonik Kota Solo: Pintu Air Demangan, pertemuan antara aliran Kali Pepe dengan Bengawan Solo.

Kawasan ini dikenal sebagai:

  • Batas timur Kota Solo, tepat di sepanjang tepian Bengawan Solo.
  • Daerah hilir dari berbagai sungai di Solo seperti Sungai Laweyan, Kali Bayeman, dan terutama Kali Pepe.

Pintu Air Demangan Lama yang bersejarah

Dilansir dari Kompas.com (5/3/2023), Pintu Air Demangan yang berusia lebih dari seabad dibangun pada awal abad ke-20, di era Pakubuwono X, bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dan pihak Mangkunegaran.

Pintu Air Demangan, SBY Melukis Bengawan Solo di Kawasan Pintu Air Demangan yang Bersejarah

Kawasan Pintu Air Demangan Baru di Kota Solo.

Fungsinya sejak dulu adalah mengendalikan banjir dan memisahkan aliran Kali Pepe sebelum masuk ke Bengawan Solo.

Lokasinya berjarak sangat dekat dari kawasan Beton Sewu, sehingga panorama sungai dan struktur pintu air menjadi bagian dari lanskap yang dilukis SBY.

Di sisi timur pintu air lama, terdapat Pintu Air Demangan Baru (dibangun 2021) yang kini populer sebagai kawasan:

  • pedestrian rapi dan bersih
  • jalur jogging atau jalan santai
  • tempat warga berfoto karena tampilan yang “instagramable”
  • area ikonik berkat jembatan merah yang menyeberangi Kali Pepe
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang