One Pride MMA FN 89 Hadirkan 2 Duel Perebutan Sabuk Juara

One Pride, One Pride MMA, One Pride MMA FN 89 Hadirkan 2 Duel Perebutan Sabuk Juara

One Pride Mixed Martial Arts (MMA) akan menghadirkan dua laga perebutan gelar juara di Fight Night 89 di HW Superhouse, Kuningan, Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026).

Salah satu laga utama yang paling dinantikan adalah pertemuan antara Ronald Mastrana Siahaan melawan Windri Patilima.

Pertarungan ini menjadi yang paling dinantikan karena merupakan duel lintas divisi. Windri yang sebelumnya berkiprah di kelas welterweight rela turun kelas dan datang sebagai penantang di kelas ringan (lightweight) untuk merebut sabuk juara milik Ronald.

Adaptasi lintas divisi tersebut menjadi nilai tambah bagi Windri, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi, kemampuan bertarung yang lengkap, serta mentalitas kompetitor sejati.

“Fight Night 89 ini bukan cuma soal pertandingan, tapi juga jadi ajang pembuktian buat para petarung terbaik Indonesia. Antusiasmenya juga terasa sekali, apalagi untuk laga Ronald lawan Windri yang memang sudah ditunggu-tunggu," ujar COO One Pride MMA, Suwardi, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Selain perebutan gelar juara kelas lightweight, OP 89 juga akan menghadirkan perebutan sabuk juara kelas bulu (featherwight) antara Yudi Cahyadi melawan Ajuldihamro Simbolon.

Hadirkan Hystrike

Tak ketinggalan, OP 89 juga akan menghadirkan pertarungan pertama kelas “Hystrike”, yang salah satu duelnya mempertemukan Pinter Berantem dengan Preman Pensiun.

Hystrike menjadi angin segar bagi One Pride lantaran menawarkan warna berbeda dengan mempertemukan karakter dan latar belakang yang kontras, sekaligus menjadi hiburan menarik bagi para penggemar.

"Kami juga coba hadirkan sesuatu yang baru lewat Hystrike supaya penonton dapat pengalaman yang lebih segar. Harapannya, event ini bisa terus mendorong perkembangan MMA Indonesia dan bikin kita makin diperhitungkan, bukan cuma di dalam negeri tapi juga di level internasional,” tutur Suwardi.

Dari total 12 laga yang dijadwalkan, lima di antaranya menjadi partai utama yang dapat disaksikan secara eksklusif melalui layanan pay-per-view di platform Vidio sebagai mitra resmi OTT One Pride MMA.

“One Pride MMA konsisten menghadirkan semangat kompetisi tinggi dari para petarung terbaik Tanah Air. Melalui Fight Night 89, Vidio tentu menyuguhkan pertarungan berkualitas, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi MMA Indonesia untuk dikenal di kancah global,” ujar Hermawan Sutanto, Managing Director Vidio.

Yudi Cahyadi Menuju Road to UFC

Tak hanya berduel dalam perebutan sabuk juara One Pride MMA, Yudi Cahyadi, juga akan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Road to UFC yang akan dihelat di Macau pada Mei 2026 mendatang.

Berbeda dengan jalur turnamen konvensional yang harus melewati babak eliminasi panjang, Yudi mendapatkan privilese berupa tiket non-tournament atau special bout (pertarungan khusus).

Jalur ini terbilang sebagai jalur khusus. Sebab, pemenangnya akan langsung membuahkan kontrak profesional dari promotor MMA terbesar di dunia, UFC.

Kabar gembira ini pertama kali diterima Yudi dari Ketua Bandung Fighting Club (BFC), Edwin Senjaya. Momentum ini terasa spesial karena pengumuman tersebut datang tepat saat Yudi tengah bersiap melakoni partai perebutan sabuk juara featherweight di One Pride Fight Night 89.

"Saya diinfo bahwa setelah pertandingan FN 89 ini selesai, saya dipilih menjadi atlet yang mewakili Indonesia untuk ikut ke Road to UFC. Dan itu non-turnamen. Kabar ini membuat saya tambah semangat untuk menghajar lawan saya di FN 89," kata Yudi saat ditemui di HW Superhouse, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/4).

"Menang sekali, dapat kontrak langsung dari UFC. Insya Allah, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini," tegasnya.

Pada Road to UFC, Yudi akan bersua petarung veteran China, Xie Bin.

CEO One Pride MMA, Fransino Tirta, menyebutkan bahwa Xie Bin bukanlah lawan kaleng-kaleng. Petarung tersebut sudah berlatih secara intensif di fasilitas terbaik dunia selama lima tahun terakhir.

"Ini bukan artinya jalur mudah, karena yang dilawan adalah veteran. Lawannya ini petarung yang sangat hebat. Tapi jika Yudi menang, ia langsung mengantongi kontrak UFC," kata Fransino.

Dukungan KOBI dan One Pride

Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI), Anindra Ardiansyah Bakrie, mengapresiasi keberhasilan Yudi menjadi salah satu petarung yang berlaga di Road to UFC. 

Menurut pria yang akrab disapa Ardi Bakrie itu, terpilihnya Yudi menjadi bukti bahwa standar petarung One Pride kini telah mencapai level yang diakui oleh UFC.

"Bersama KOBI dan One Pride, kita akan terus membukakan peluang bagi petarung tanah air. Tidak hanya tampil di dalam negeri, tapi menunjukkan kesangaran mereka sampai di panggung UFC," kata Ardi Bakrie.

Berikut Fight Card Main Event One Pride FN 89:

Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0) vs Windri Patilima (11-2-0) – Title Fight Lightweight

0-0) vs Preman Pensiun (0-0-0) – Hystrike

Mario Satya (12-9-0) vs Ikhsan Lani (3-1-0) – Contender Fight Bantamweight

Nendi Speed (5-1-0) vs Edowar Firnanda (5-6-0) – Hystrike

Yudi Cahyadi (7-2-0) vs Ajuldihamro Simbolon (6-7-0) – Title Fight Featherweight

Berikut Fight Card One Pride FN 89 Non-Main Event:

Hatoropan Simbolon (7-8-0) vs Alan Lolo (5-3-0)

Gideon Manurung (8-4-0) vs Antoni Tambunan (5-3-0) – Hystrike Tournament

Ade Permana (12-2-0) vs Donny Simangunsong (4-1-0) - Hystrike Tournament

Eka Darmawansyah (4-4-0) vs Porhens Pareda (3-0-0) - Hystrike Tournament

Iman Lesmana (6-1-0) vs Rizki Pakaya (5-4-0) - Hystrike Exhibition

Billy Pasulatan (13-5-0) vs Rama Suphandi (11-5-0)

Novan Kaunang (12-4-0) vs Cueng Naibaho (6-0-0) - Hystrike Tournament

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang