Inovasi One Pride MMA di 2026, Hadirkan 4 Fight Night dan Hystrike
Perombakan besar dilakukan oleh One Pride MMA sebagai komitmen dalam mengembangkan olahraga mixed martial arts (MMA) di Indonesia.
Menyambut musim 2026, One Pride MMA menetapkan arah kompetisi yang berfokus pada peningkatan kualitas pertandingan, konsistensi kejuaraan, hingga pembinaan petarung nasional agar mampu bersaing di level internasional.
Demi menjaga standar kompetisi, promotor MMA terbesar di Tanah Air itu akan menggelar empat Fight Night sepanjang 2026 yang dirancang sebagai panggung kompetisi berstandar tinggi bagi atlet-atlet terbaik Indonesia.
Rangkaian musim baru ini akan dimulai dari OP 89 yang dijadwalkan bergulir di HW Superhouse Satrio, Jakarta, pada Sabtu (1/4/2026).
Salah satu terobosan dalam menjaga kualitas kompetisi, One Pride MMA melalui Divisi Combat menonaktifkan empat kelas, yakni Welterweight, Woman Class, Atomweight, dan Strawweight.
Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk meningkatkan struktur kompetisi dengan memprioritaskan empat divisi utama, yaitu Flyweight, Bantamweight, Featherweight, dan Lightweight.
Dari total lebih dari 450 petarung yang terdata, hanya 50 fighter terpilih yang akan menjadi roster inti musim 2026.
Seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan performa, rekam jejak kemenangan, serta usia produktif.
"Musim 2026 ini kami rancang sebagai fase pematangan kualitas, tujuan kami jelas kualitas di atas kuantitas," kata Chief Combat Officer One Pride MMA, Suwardi, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
"Fokus kami bukan hanya menghadirkan pertarungan menarik, tetapi memastikan setiap fighter yang tampil benar-benar layak berada di level kejuaraan One Pride MMA. Selanjutnya dari sini ekosistem MMA Indonesia bisa tumbuh sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Hadirkan Hystrike
Untuk semakin menambah keseruan memasuki tahun ke-10, One Pride MMA resmi meluncurkan kelas Hystrike.
Hystrike menjadi arena bagi para striker dengan format pertandingan berdiri murni tanpa ground fight ataupun submission.
Rule set ini mengombinasikan teknik terbaik dari boxing, kickboxing, Muay Thai, hingga karate dalam tempo tinggi yang menuntut akurasi, timing, dan mental baja.
Dirancang untuk menghadirkan aksi tanpa jeda, Hystrike memastikan setiap detik menjadi aksi presisi di atas kaki, di mana pemenang ditentukan oleh siapa yang paling tangguh berdiri dan mampu menguasai tekanan hingga akhir laga.
"Kehadiran Hystrike adalah sebagai alternatif dalam ekosistem One Pride MMA. Di Hystrike, kami menghilangkan 'zona nyaman' ground fighting untuk memberi ruang bagi para striker menunjukkan seni beladiri berdiri yang paling murni," ucap Suwardi.
"Ini adalah tentang keberanian untuk terus berdiri saat tekanan mencapai puncaknya. Hystrike adalah jawaban bagi penonton yang haus akan aksi tanpa jeda," tutur dia.
Inovasi Lainnya di 2026
Tak hanya itu, One Pride MMA juga menghadirkan “One Pride PHYSICAL”, sebuah ajang pengujian fisik bagi para fighter untuk memastikan kesiapan tampil di level kompetisi tertinggi.
Ajang ini bukan sekadar lomba lari atau angkat beban, melainkan simulasi tuntutan fisik dari sebuah pertarungan kejuaraan tanpa pukulan.
Penentuan lawan tak dilakukan secara acak, tetapi merujuk langsung pada daftar rivalitas resmi yang tercantum dalam fight card OP 89.
OP 89 sendiri akan menghadirkan duel Windri Patilima dengan Ronald Mastrana Siahaan dalam lagag perebutan gelar kelas Lightweight.
Selain itu, OP 89 juga menghadirkan pertarungan Hystrike yang mempertemukan Pinter Berantem kontra Preman Pensiun, duel yang diprediksi menjadi salah satu laga paling dinantikan.
OP 89 akan disiarkan secara eksklusif melalui sistem pay-per-view di platform Vidio sebagai mitra resmi penyiaran (broadcast partner) OTT One Pride MMA.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, One Pride MMA terus memperkuat jalur internasional melalui program Road to UFC dan Beasiswa UFC Performance Institute (UFC PI).
Untuk program Beasiswa UFC PI, One Pride MMA akan memberangkatkan Deny Dafa dan Deniy Arif pada April 2026.
Sementara itu, pada Road to UFC 2026, Aditya Ginting (Flyweight) dan Ronald Mastrana Siahaan (Featherweight) diproyeksikan menjadi kandidat utama dan masih menunggu pengumuman resmi yang dijadwalkan akhir Februari 2026.
“Target kami jelas, setiap tahun harus ada petarung Indonesia yang siap naik ke level internasional. One Pride MMA ingin memastikan ini adalah hal berkelanjutan,” ucap Suwardi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang