Gebrakan Besar! One Pride MMA Gulirkan 4 Fight Night dan Luncurkan Hystrike, Siap Ubah Peta Pertarungan Nasional

Jumpa pers MMA Indonesia di Jakarta Selatan
Jumpa pers MMA Indonesia di Jakarta Selatan

Industri olahraga tarung bebas di Tanah Air memasuki babak baru. Memasuki usia satu dekade, One Pride MMA tak sekadar merayakan eksistensi, tetapi justru tancap gas dengan strategi agresif. Empat Fight Night telah disiapkan sepanjang tahun ini, disertai peluncuran kelas anyar bernama Hystrike yang diklaim bakal menghadirkan sensasi berbeda di atas oktagon.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa One Pride MMA ingin memperkuat struktur kompetisi sekaligus memastikan jenjang karier petarung nasional semakin jelas dan terarah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum KOBI, Anindra Ardiansyah Bakrie, menegaskan bahwa pembinaan atlet menjadi fokus utama. Ia tak ingin ajang ini hanya berhenti pada pertarungan semata, tetapi juga memberi masa depan bagi para fighter.

"Saya selalu menekankan kepada manajemen, coba pikirkan tidak hanya fight-fight-nya, tetapi juga jenjang karier atau karier daripada fighter-fighter ini. Dan alhamdulillah, sampai usia ke-10 tahun ini, One Pride tetap amanah," kata Ardiansyah Bakrie dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat 13 Februari 2026 dikutip Antara.

Komitmen itu diperkuat dengan dukungan penuh dari KOBI agar para atlet dapat menembus level yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Fokus Empat Divisi Utama

Tahun ini, melalui divisi Combat, One Pride MMA melakukan penyesuaian struktur kelas. Beberapa divisi seperti welter, woman class, atom, dan strawweight dinonaktifkan sementara. Penyelenggara kini memusatkan perhatian pada empat kelas utama: terbang, bantam, bulu, dan ringan.

Dari total sekitar 450 petarung yang terdaftar, hanya 50 nama yang berhasil masuk roster inti musim 2026. Seleksi dilakukan ketat, mempertimbangkan performa pertandingan, rekam jejak kemenangan, hingga usia produktif atlet.

Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga kualitas kompetisi sekaligus meningkatkan daya saing di setiap laga.

Hystrike: Tanpa Ground Fight, Tanpa Zona Nyaman

Inovasi terbesar tahun ini datang lewat peluncuran kelas Hystrike. Berbeda dengan format MMA pada umumnya, Hystrike sepenuhnya meniadakan ground fight dan submission. Pertarungan berlangsung dalam posisi berdiri, mengandalkan duel striking murni.

Rule set Hystrike memadukan unsur terbaik dari boxing, kickboxing, muay thai, hingga karate. Tempo tinggi dan tekanan konstan menjadi ciri khasnya.

“Kehadiran hystrike adalah sebagai alternatif dalam ekosistem One Pride MMA. Di hystrike, kami menghilangkan 'zona nyaman' ground fighting untuk memberi ruang bagi para striker menunjukkan seni beladiri berdiri yang paling murni. Ini adalah tentang keberanian untuk terus berdiri saat tekanan mencapai puncaknya," ujar Suwardi, Chief Combat Officer One Pride MMA.

Format ini diprediksi akan membuka peluang bagi para spesialis striking untuk unjuk kemampuan secara maksimal tanpa harus khawatir dibawa ke bawah.

Tak berhenti di situ, One Pride MMA juga memperkenalkan One Pride Physical. Ini bukan sekadar lomba lari atau angkat beban biasa, melainkan simulasi beban fisik yang menyerupai tuntutan laga kejuaraan, tanpa kontak pukulan.

Menariknya, peserta tidak dipilih secara acak. Lawan ditentukan berdasarkan daftar rivalitas resmi yang tertera di fight card OP89, sehingga aroma persaingan tetap terasa meski tanpa duel langsung.

OP89: Duel Panas di Kelas Ringan

Semua gebrakan tersebut akan bermuara di ajang OP89 yang digelar pada 11 April mendatang di HW Superhouse Satrio, Jakarta.

Laga utama akan mempertemukan dua petarung kelas ringan dengan rekor impresif. Windri Patilima (11-2-0) menantang Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0) dalam perebutan sabuk juara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ajang ini disiarkan secara eksklusif melalui sistem pay-per-view di platform Vidio sebagai mitra resmi OTT One Pride MMA.

Dengan struktur kompetisi yang diperketat, inovasi format pertarungan, serta seleksi atlet yang lebih tajam, One Pride MMA tampak serius membangun fondasi industri MMA nasional agar lebih profesional dan berkelanjutan.