Kapolda Sumsel Ingatkan Polisi Utamakan Pendekatan Humanis saat Bertugas
Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian terus dilakukan melalui berbagai pelatihan yang menekankan profesionalisme dan pendekatan humanis. Hal ini dinilai penting agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara tepat, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi etika dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, kemampuan personel kepolisian tidak lagi hanya diukur dari kecepatan bertindak, tetapi juga dari cara mereka berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan dialog, empati, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan latihan peningkatan kemampuan yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan di Gedung Presisi Mapolda Sumsel pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh Pejabat Utama (PJU) serta Kapolres jajaran, baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara daring.
Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa latihan ini memiliki peran penting dalam menyelaraskan tindakan anggota di lapangan dengan standar profesional kepolisian modern. Menurutnya, pelatihan bukan sekadar meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter personel agar lebih bijak dalam menjalankan tugas.
“Latihan ini bukan sekadar peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter personel agar mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Kapolda dalam arahannya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjadikan Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 sebagai pedoman utama dalam penggunaan kekuatan di lapangan. Aturan ini menjadi acuan agar setiap tindakan kepolisian tetap berada dalam koridor hukum dan tidak melanggar hak masyarakat.
Penggunaan kekuatan secara proporsional menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan ini. Dengan memahami batasan hukum serta etika profesi, personel diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam situasi kritis tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
Pelatihan ini juga merupakan bagian dari implementasi program Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Program tersebut menuntut transformasi pelayanan publik agar lebih cepat, transparan, dan mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, diharapkan potensi konflik sosial dapat ditekan sejak dini. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.
Selain kemampuan teknis, Kapolda juga menekankan bahwa keberhasilan institusi kepolisian tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diselesaikan. Lebih dari itu, keberhasilan polisi juga dilihat dari sejauh mana masyarakat merasa aman dan dilayani dengan baik.
“Pengabdian terbaik adalah ketika masyarakat merasa aman dan terlayani. Karena itu, setiap personel harus mengedepankan empati, etika, dan tanggung jawab dalam bertugas,” ujar Sandi Nugroho.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kompetensi internal menjadi kunci dalam membangun citra kepolisian yang profesional dan dipercaya masyarakat.
“Penguatan kompetensi internal menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik. Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan personel yang profesional, modern, dan terpercaya,” jelasnya.