Ganda Putra PBSI Bongkar Pasang Lagi, Leo/Daniel Rujuk Kejar Olimpiade
PBSI melakukan perombakan di sektor ganda putra. Leo Rolly Carnando kembali dipasangkan dengan Daniel Marthin yang kini sudah pulih dari cedera.
Keputusan ini diambil setelah PBSI melakukan evaluasi terhadap performa Leo Rolly Carnando bersama Bagas Maulana selama kurang lebih setahun terakhir.
Leo/Bagas dianggap kurang berkembang dari segi permainan, meski sempat menjuarai dua turnamen BWF World Tour, yakni Korea Open 2024 (Super 500) dan Thailand Masters 2026 (Super 300).
Sorotan tertuju kepada konsistensi Leo/Bagas yang nyatanya kerap tersingkir di babak-babak awal turnamen. Contohnya di All England 2026 dan Swiss Open 2026 bulan lalu.
Leo/Bagas kesulitan bersaing dengan ganda putra elite lain, bahkan pasangan yang secara peringkat berada di bawah mereka. Sehingga, PBSI kembali melakukan bongkar pasang.
Pelatih ganda putra utama PBSI, Antonius Budi Ariantho, mengakui alasan di balik perombakan pasangan di sektor ganda putra adalah bagian dari upaya meningkatkan prestasi di level atas.
Dasar keputusan Antonius memisahkan Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana antara lain pada evaluasi performa sejak akhir 2024 hingga saat ini.
“Kesempatan sudah cukup banyak kami berikan. Hasilnya memang ada yang baik, namun secara keseluruhan masih belum konsisten,” ujar coach Anton dalam keterangan tertulis PBSI.
Alhasil, PBSI kembali memasangkan Leo Rolly Carnando dengan tandem lamanya, Daniel Marthin, sementara Bagas Maulana menggandeng salah satu junior, Muhammad Putra Erwiansyah.
Kelebihan Leo/Daniel
Anton menargetkan terbentuknya pasangan yang mampu tampil stabil dan kompetitif di level elite mengingat persaingan ganda putra dunia belakangan ini semakin ketat.
Seiring pulihnya Daniel Marthin dari cedera, Antonius tidak perlu berpikir panjang untuk kembali memasangkannya dengan Leo Rolly Carnando.
Pemain ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, kala beraksi di Indonesia Masters 2024. Artikel ini berisi jadwal final Indonesia Masters 2024.
“Keduanya pernah berpasangan sebelumnya, sehingga diharapkan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dan kembali menemukan chemistry," kata Antonius.
"Dari sisi teknis tidak ada kendala, sebelumnya lebih pada faktor non-teknis yaitu komunikasi. Semoga Leo/Daniel dapat menunjukkan performa yang lebih baik ke depannya,” jelasnya.
Sementara itu, Bagas Maulana tetap mendapat kesempatan dan akan dipasangkan dengan Muh Putra Erwiansyah. Kombinasi ini dinilai memiliki potensi yang saling melengkapi.
“Putra memiliki keunggulan di permainan depan dan kemampuan playmaker (PM). Diharapkan ia bisa mendukung Bagas yang kuat di area belakang,” tambah Antonius.
Kepentingan Race to Olympic
Sebagai tahap awal, kedua pasangan baru ini akan diuji dalam beberapa turnamen, yakni di Thailand Open, Malaysia Masters, dan Indonesia Open.
Evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan serta potensi jangka panjang dari masing-masing pasangan.
Menghadapi persaingan menuju kualifikasi Olimpiade (Race to Olympic), Antonius menegaskan pentingnya menambah kekuatan skuad ganda putra.
Saat ini, Indonesia telah memiliki pasangan yang berada di level top 10 atau mendekati, seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
“Tugas kami adalah menyiapkan pasangan pelapis yang juga mampu bersaing di papan atas," ungkap Antonius.
"Kami berharap kombinasi seperti Rian/Rahmat, Leo/Daniel, Bagas/Putra, serta Devin/Fathir dapat terus berkembang dan menembus level elite dunia,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang