Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Diserbu Pemudik di Arus Balik H+7 Lebaran 2026

arus balik Lebaran, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Diserbu Pemudik di Arus Balik H+7 Lebaran 2026, Bagaimana kondisi arus balik di Pelabuhan Ketapang?, Mengapa pemudik memilih kembali pada hari Minggu?, Berapa lama waktu tempuh menuju pelabuhan?, Apakah ada kejadian darurat di tengah antrean?, Bagaimana kondisi antrean truk logistik?

 Puncak arus balik H+7 Lebaran 2026 di pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, mengalami lonjakan signifikan.

Ribuan kendaraan memadati area pelabuhan pada Minggu (29/3/2026), didominasi oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi.

Kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke tempat aktivitas setelah libur panjang Lebaran.

Antrean kendaraan terlihat mengular sejak pagi hari, bahkan sebagian pemudik harus menunggu berjam-jam untuk dapat menyeberang.

Bagaimana kondisi arus balik di Pelabuhan Ketapang?

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pukul 08.00 WIB, ratusan sepeda motor terus berdatangan dari berbagai arah, baik dari jalur selatan (Jember-Banyuwangi) maupun utara (Situbondo-Banyuwangi).

Kendaraan roda dua tersebut memadati pintu perlintasan otomatis khusus sepeda motor. Sementara itu, kendaraan roda empat juga terlihat memenuhi area parkir utama hingga jalur masuk dermaga.

Kepadatan ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Ketapang menjadi salah satu titik krusial dalam arus balik Lebaran, khususnya bagi pemudik yang hendak kembali ke Bali.

Mengapa pemudik memilih kembali pada hari Minggu?

Sejumlah pemudik mengaku memilih kembali pada H+7 Lebaran karena harus kembali menjalani aktivitas rutin pada hari berikutnya.

"Saya memilih kembali ke Bali pada hari ini karena besok anak sudah masuk sekolah dan saya sendiri juga harus bekerja," ujar Sri Rahayu, pemudik asal Kabupaten Lumajang, saat antre di area parkir utama Pelabuhan Ketapang dikutip dari Antara.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju pelabuhan memakan waktu lebih lama dari biasanya.

"Kami jalan memutar jalan lingkar untuk ke arah pelabuhan, katanya untuk menghindari kemacetan di jalan arteri depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang," katanya.

Berapa lama waktu tempuh menuju pelabuhan?

Sri Rahayu mengaku membutuhkan waktu hampir dua jam hanya untuk mencapai area parkir pelabuhan dari titik sekitar 1,2 kilometer sebelum pelabuhan.

Pengalihan arus lalu lintas melalui jalur lingkar dilakukan untuk mengurai kepadatan di jalan utama menuju pelabuhan.

Meski demikian, langkah tersebut tetap membuat waktu tempuh menjadi lebih panjang bagi para pemudik.

Apakah ada kejadian darurat di tengah antrean?

Di tengah kepadatan, petugas kesehatan tampak sigap memberikan pelayanan kepada pemudik yang mengalami gangguan kesehatan.

Seorang pemudik asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dilaporkan nyaris pingsan saat berada di dalam kendaraan di area parkir utama.

Petugas kesehatan yang dibantu anggota TNI segera mengevakuasi korban ke posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa kepadatan arus balik tidak hanya berdampak pada waktu tempuh, tetapi juga kondisi fisik para pemudik.

Bagaimana kondisi antrean truk logistik?

Selain kendaraan pribadi, antrean panjang juga terjadi pada kendaraan logistik. Sejak dini hari, ratusan truk dilaporkan tertahan hingga mencapai antrean selama 12 jam.

Antrean truk mengular dari Terminal Sri Tanjung hingga pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini terjadi karena buffer zone atau kantong parkir di kawasan Bulusan tidak mampu menampung seluruh kendaraan.

Namun, memasuki pukul 10.00 WIB, antrean truk mulai berangsur terurai dan kendaraan logistik secara bertahap dapat menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Pelabuhan Ketapang merupakan jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Bali, sehingga setiap musim mudik dan arus balik Lebaran selalu mengalami lonjakan volume kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang