Manchild: Apa Itu dan Kenapa Red Flag dalam Hubungan?

Istilah manchild belakangan semakin sering muncul di media sosial untuk menggambarkan pria dewasa yang secara usia sudah matang, tetapi perilakunya masih kekanak-kanakan.
Dalam hubungan, istilah ini biasanya tidak sekadar merujuk pada sifat suka bercanda atau hobi yang dianggap “anak muda”, melainkan pada ketidakmampuan menjalani tanggung jawab emosional secara dewasa.
Pola ini lebih dekat dengan emotional immaturity atau ketidakmatangan emosional, yakni kondisi ketika seseorang sulit mengelola emosi, menghindari tanggung jawab, dan belum mampu membangun hubungan yang setara.
Dikutip dari Psychology Today, orang yang matang secara emosional umumnya mampu melihat perspektif pasangan, menerima kritik, serta memperbaiki konflik.
Sebaliknya, individu yang belum matang sering kali justru defensif, menyalahkan orang lain, atau menghindari pembicaraan sulit.
Apa Itu Manchild?
Istilah untuk Pria Dewasa yang Belum Matang Secara Emosional
Secara harfiah, manchild berarti “pria dewasa yang masih bersikap seperti anak-anak”.
Namun dalam konteks hubungan, istilah ini mengarah pada seseorang yang belum siap menjalankan tanggung jawab emosional, meski secara usia sudah dewasa.
Misalnya, ia sulit membuat keputusan, tidak konsisten, enggan bertanggung jawab atas kesalahan, atau berharap pasangan mengambil peran seperti pengasuh.
Sering Digunakan dalam Konteks Hubungan
Istilah ini menjadi populer karena banyak orang merasa menghadapi pasangan yang secara fisik hadir sebagai partner, tetapi secara emosional justru bergantung seperti anak kecil.
Akibatnya, hubungan terasa tidak seimbang karena satu pihak harus terus menjadi penengah, pengingat, bahkan penanggung beban emosional.
Ilustrasi pria gemuk
Kenapa Manchild Dianggap Red Flag?
Tidak Siap Tanggung Jawab dalam Hubungan
Salah satu tanda utama adalah kesulitan memegang komitmen sederhana: datang tepat waktu, menepati janji, atau ikut memikirkan masa depan hubungan.
Sering Menghindari Masalah
alih membicarakan konflik, ia bisa memilih diam, menghilang, atau menganggap masalah akan selesai sendiri.
Pola ini kerap disebut sebagai bentuk penghindaran emosional yang justru membuat pasangan memikul beban komunikasi sendirian.
Membuat Pasangan Kelelahan Secara Emosional
Dalam jangka panjang, pasangan bisa merasa seperti selalu menjadi “orang tua” dalam hubungan, harus mengingatkan, menenangkan, sekaligus mengelola emosi dua orang.
7 Ciri-Ciri Manchild yang Mudah Dikenali
1. Tidak Bisa Diandalkan
Sering berjanji tetapi sulit menepati.
2. Sulit Menerima Kritik
Masukan kecil bisa dianggap serangan pribadi.
3. Menghindari Komitmen
Membicarakan masa depan sering dianggap tekanan.
4. Emosi Tidak Stabil
Mudah marah, ngambek, atau menarik diri ketika keadaan tidak sesuai keinginan.
5. Suka Menyalahkan Orang Lain
Kesalahan pribadi sering dialihkan ke pasangan, pekerjaan, atau situasi.
6. Tidak Dewasa dalam Menyelesaikan Masalah
Konflik sering direspons dengan bercanda berlebihan, menghindar, atau memotong pembicaraan.
7. Masih Bersikap Kekanak-kanakan
Misalnya berharap pasangan mengurus hal-hal dasar yang seharusnya bisa dilakukan sendiri.
Dampak Manchild dalam Hubungan
Hubungan Tidak Seimbang
Satu pihak menjadi lebih dominan dalam tanggung jawab emosional.
Sering Terjadi Konflik
Masalah kecil bisa berulang karena tidak pernah diselesaikan sampai tuntas.
Kurangnya Rasa Aman dalam Hubungan
Pasangan bisa merasa tidak memiliki sandaran emosional yang stabil.
Cara Menghadapi Manchild
Komunikasi yang Tegas dan Jelas
Sampaikan perilaku spesifik yang mengganggu, bukan menyerang karakter.
Tentukan Batasan Sehat
Psikolog Beth Pausic mengatakan batasan penting ketika menghadapi pasangan yang belum matang secara emosional.
Menurut dia, seseorang perlu jelas menentukan perilaku apa yang masih bisa diterima dan apa yang tidak.
Pertimbangkan Masa Depan Hubungan
Jika pola terus berulang tanpa ada kemauan berubah, penting mempertimbangkan apakah hubungan tersebut masih sehat untuk jangka panjang.
Pada akhirnya, menjadi dewasa dalam hubungan bukan soal usia, melainkan kesiapan bertanggung jawab, mendengar, dan bertumbuh bersama
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang