Top 5+ Tanda Pasangan yang Pernah Selingkuh Tak Akan Mengulanginya

selingkuh, 5 Tanda Pasangan yang Pernah Selingkuh Tak Akan Mengulanginya, 1. Mereka terbuka membicarakan masa lalu tanpa dipaksa, 2. Mereka mengerti alasan mengapa pernah berselingkuh, 3. Memahami jika kamu masih skeptis atau curiga, 4. Perselingkuhan itu terjadi hanya sekali, 5. Benar-benar memperbaiki diri

Pepatah “sekali selingkuh, pasti akan selingkuh lagi” memang sering terdengar. Namun menurut para ahli hubungan, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Psikolog klinis sekaligus salah satu pendiri Enamory di San Diego, Kayla Knopp menjelaskan, tidak semua orang yang pernah berselingkuh akan mengulanginya.

“Banyak orang takut diselingkuhi, sehingga mereka percaya pada aturan hitam-putih seperti ‘sekali selingkuh pasti akan selalu selingkuh’ karena itu membuat mereka merasa lebih aman,” kata Knopp, seperti dikutip SELF Magazine, Senin (16/3/2026).

Namun, penelitian yang ia lakukan di University of Denver menunjukkan bahwa tidak semua orang yang pernah selingkuh mengulang perilaku tersebut di hubungan berikutnya.

Lantas, bagaimana mengetahui apakah pasangan benar-benar berubah? Berikut beberapa tanda yang bisa menjadi indikator positif menurut para ahli hubungan.

Kenali 5 Tanda 

1. Mereka terbuka membicarakan masa lalu tanpa dipaksa

Salah satu tanda penting bahwa seseorang benar-benar berubah adalah kesediaannya untuk membicarakan masa lalu secara jujur.

Menurut Knopp, seseorang sebenarnya tidak selalu berkewajiban menceritakan seluruh masa lalunya kepada pasangan baru. Namun jika mereka secara sukarela mengungkap kesalahan tersebut, hal itu bisa menjadi pertanda baik.

“Ketika seseorang secara sukarela membagikan kesalahan masa lalunya, kemungkinan besar mereka bisa menjadi pasangan yang lebih dapat dipercaya di masa depan,” ujar Knopp.

Keterbukaan tanpa paksaan menunjukkan niat untuk membangun hubungan yang jujur sejak awal. Mereka tidak ingin hubungan baru dibangun di atas rahasia atau kebohongan.

Ilustrasi pasangan. Psikolog mengingatkan keputusan kembali menjalin hubungan hanya karena kasihan dapat memicu ketidakseimbangan dan masalah emosional dalam jangka panjang.

2. Mereka mengerti alasan mengapa pernah berselingkuh

Tanda lain yang menunjukkan perubahan adalah kemampuan seseorang untuk memahami alasan di balik kesalahannya. Menurut Knopp, refleksi diri adalah langkah penting untuk memperbaiki perilaku.

“Jika pasangan kamu bertindak seolah perselingkuhan itu di luar kendali mereka atau mengatakan tidak tahu mengapa mereka melakukannya, itu bisa menjadi tanda bahaya,” jelasnya.

Sebaliknya, seseorang yang telah belajar dari kesalahannya biasanya mampu menjelaskan penyebabnya dengan jujur. Misalnya, mereka mengakui bahwa mereka mencari perhatian dari orang lain atau merasa tidak percaya diri sehingga mencari validasi.

Kemampuan untuk mengakui kelemahan diri sendiri menunjukkan bahwa mereka bersedia bertanggung jawab atas kesalahan yang pernah dilakukan.

3. Memahami jika kamu masih skeptis atau curiga

Ketika seseorang benar-benar menyesal, mereka biasanya memahami bahwa pasangan mungkin masih memiliki keraguan.

Terapis hubungan pasangan di Los Angeles, K’Hara McKinney mengungkap, respons seseorang terhadap kritik dapat menunjukkan apakah mereka benar-benar menyesal.

“Jika pasangan kamu menjadi defensif atau membuat kamu merasa bersalah karena masih ragu, itu biasanya menunjukkan bahwa mereka belum sepenuhnya bertanggung jawab atas perilaku mereka,” kata McKinney.

Sebaliknya, seseorang yang benar-benar berubah akan lebih terbuka terhadap reaksi pasangan. Mereka bisa menerima jika kamu merasa sedih, kecewa, atau bahkan marah karena masa lalu mereka.

Kesabaran menghadapi perasaan pasangan menunjukkan adanya empati serta kesediaan untuk memperbaiki hubungan.

4. Perselingkuhan itu terjadi hanya sekali

Frekuensi perselingkuhan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Menurut Knopp, seseorang yang memiliki pola perselingkuhan berulang lebih berisiko melakukannya kembali dibandingkan seseorang yang hanya pernah melakukannya sekali.

“Seseorang yang memiliki pola perselingkuhan yang panjang jelas lebih mungkin selingkuh lagi dibandingkan seseorang yang hanya melakukannya sekali,” jelasnya.

Hal ini karena perilaku yang berulang sering kali berkaitan dengan masalah yang lebih dalam, seperti kebutuhan akan validasi dari orang lain atau ketakutan terhadap komitmen.

Sebaliknya, perselingkuhan yang terjadi satu kali bisa saja dipicu oleh situasi tertentu atau kesalahan penilaian sesaat. Meski tetap menyakitkan, hal tersebut tidak selalu berarti perilaku itu akan terus berulang.

5. Benar-benar memperbaiki diri

Tanda paling kuat bahwa seseorang telah berubah adalah tindakan nyata untuk memperbaiki diri. McKinney menilai, kata-kata saja tidak cukup untuk membuktikan penyesalan seseorang.

Yang lebih penting adalah langkah konkret yang mereka ambil setelah kesalahan tersebut.

Beberapa contoh usaha memperbaiki diri antara lain mengikuti terapi hubungan, membaca buku tentang hubungan sehat, atau berusaha membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Knopp menambahkan, langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan seseorang untuk memahami kesalahan dan memperbaiki perilakunya.

Tidak ada jaminan mutlak bahwa seseorang tidak akan mengulangi kesalahan. Namun, jika pasangan menunjukkan tanda-tanda tersebut, ada kemungkinan besar mereka benar-benar berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dalam hubungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang