Como Menjelma Raksasa Serie A, Fabregas Bongkar Rahasia Skuadnya
Como 1907 menancapkan status sebagai raksasa Liga Italia usai menekuk AS Roma 2-1 pada pekan ke-29.
Skuad asuhan Cesc Fabregas memetik tambahan poin di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Senin (16/3/2026) dini hari Waktu Indonesia Barat.
Hasil ini mengonfirmasi transformasi klub milik Grup Djarum tersebut dari tim promosi pada 2024 menjadi penantang di papan klasemen.
Raihan angka dari duel ini mengerek Nico Paz dan kawan-kawan menuju peringkat keempat dengan koleksi 54 poin dari 29 pertandingan.
Como menyingkirkan Juventus dari zona Liga Champions dengan keunggulan satu angka. Pencapaian ini meneruskan tren penaklukan mereka atas penguasa-penguasa liga, menyusul hasil membungkam Lazio dan menundukkan Juventus lewat dua gol tanpa balas, serta menahan AC Milan.
Merespons rentetan penaklukan tersebut, Fabregas mengungkap rahasia di balik performa timnya. Pelatih dari Spanyol ini membeberkan resep pembentukan mental pemain di ruang ganti.
"Saat Anda membangun sebuah tim, Anda menerapkan sebuah visi; Anda mempelajari para pemain, karakter mereka, dan identitas mereka," ucap Fabregas kepada Tuttomercatoweb.
Rahasia Ketangguhan Skuad Fabregas
Pria jebolan akademi Barcelona ini menyoroti proses adaptasi timnya dalam menghadapi tekanan.
"Belajar menghadapi hasil pertandingan dan jalannya pertandingan... adalah soal ketangguhan, keberanian, dan kepercayaan," tuturnya.
Ia menegaskan metode ini menuntut waktu berbulan-bulan untuk mendatangkan hasil di lapangan.
Fabregas menutup penjelasan dengan menekankan bahwa respons skuadnya di arena merupakan wujud "...bukan paksaan."
Jean Butez (kanan) berselebrasi dengan Marc-Oliver Kempf di akhir pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Juventus vs Como di Stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Foto oleh Isabella BONOTTO / AFP)
Pembalasan Singkirkan Roma
Di lapangan, pembuktian visi Fabregas terlihat saat menjamu skuad Gian Piero Gasperini. Tim tamu mencuri keunggulan pada menit ketujuh melalui eksekusi penalti Donyell Malen.
Tuan rumah membalas pada paruh penutup. Anastasios Douvikas menyarangkan bola ke gawang lawan pada menit ke-60 usai meneruskan umpan Alex Valle.
Petaka mendatangi AS Roma saat wasit mengusir Wesley Franca dari arena pada menit ke-64. Pria tersebut menerima peringatan yang berujung pengusiran usai melakukan pelanggaran pada menit ke-49.
Como mengeksploitasi keunggulan jumlah orang untuk menyegel kemenangan.
Diego Carlos menceploskan bola pada menit ke-79 dengan memanfaatkan kemelut di area pertahanan musuh.
Hasil ini menjaga napas Como yang menyisakan sembilan pertandingan di liga serta jadwal semifinal Coppa Italia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang