Siapa Ermanto Usman? Pensiunan JICT yang Tewas di Bekasi, Pernah Sebut Soal Korupsi Rp4,08 Triliun

Perumahan Prima Lingkar Asri, aktivis pelabuhan, Metro Jaya, Siapa Ermanto Usman? Pensiunan JICT yang Tewas di Bekasi, Pernah Sebut Soal Korupsi Rp4,08 Triliun, Kronologi Menjelang Imsak, Anomali Motif dan Jejak Aktivisme, Pelaku Ditangkap, Linggis Dibuang di Depan Rumah, 'Wasiat' Terakhir Soal Keamanan

Tragedi berdarah yang menimpa pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), mulai menemui titik terang. Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus terduga pelaku di tengah berbagai kejanggalan yang menyelimuti motif peristiwa tersebut.

Ermanto ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya, Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kota Bekasi, pada Senin (2/3/2026) dini hari. Sementara istrinya, Pasmilawati (60), ditemukan dalam kondisi kritis akibat hantaman benda tumpul.

Kronologi Menjelang Imsak

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh anak bungsu korban sekira pukul 04.00 WIB saat hendak bersiap sahur. Kecurigaan muncul lantaran sang ibu tidak kunjung membangunkan seperti biasanya.

Saat memeriksa lantai satu, saksi menemukan pintu kamar orang tuanya terkunci dengan gagang pintu yang tampak sengaja dirusak. Dari balik pintu, terdengar suara mengerang dari sang ibu.

"Dia (anak perempuan) dengar dari dalam ibunya masih ada sempat suara-suara kayak mengorok-ngorok gitu kan, tapi enggak bisa dibuka karena gagang pintunya dirusak," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Setelah jendela dibongkar paksa oleh warga, Ermanto ditemukan sudah tidak bernyawa di atas kasur. Pasmilawati yang terluka parah di bagian kepala langsung dilarikan ke ICU sebuah rumah sakit di Bekasi.

Anomali Motif dan Jejak Aktivisme

Kasus ini menyedot perhatian publik karena adanya sejumlah anomali di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Meski diduga perampokan, pelaku tidak membawa lari dua unit mobil mewah, Honda CRV Prestige dan Wuling BinguoEV yang terparkir di carport. Pelaku hanya menggondol perhiasan emas, kunci mobil, dan STNK.

Latar belakang Ermanto sebagai aktivis pelabuhan yang vokal memperkuat spekulasi adanya motif di luar pencurian biasa. Semasa hidup, Ermanto dikenal sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT yang berani mengungkap dugaan korupsi.

Pada Desember 2025, melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV, almarhum sempat membedah kerugian negara sebesar Rp 4,08 triliun terkait perpanjangan kontrak JICT yang dianggap menyimpang dari prosedur.

Pelaku Ditangkap, Linggis Dibuang di Depan Rumah

Setelah sepekan penyelidikan intensif yang melibatkan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Bekasi Kota, pelaku bernama Sudirman alias Yuda akhirnya ditangkap di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (9/3/2026).

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengonfirmasi bahwa pelaku menghabisi korban menggunakan linggis. Ironisnya, alat bukti tersebut dibuang tepat di depan rumah korban.

"Hasil interogasi awal, pelaku memukul korban dengan linggis. Untuk motif masih sedang kami dalami," kata Kombes Iman, Selasa (10/3/2026).

Polisi kini tengah mendalami apakah aksi ini murni perampokan atau ada unsur pembunuhan berencana yang berkaitan dengan vokalitas korban.

'Wasiat' Terakhir Soal Keamanan

Kematian Ermanto menyisakan kepedihan mendalam bagi warga sekitar. Almarhum dikenal sebagai sosok dermawan yang pernah merogoh kocek pribadi sebesar Rp 15 juta untuk membangun pos sekuriti kompleks.

Ironisnya, Ermanto sering mengingatkan pengurus lingkungan untuk meninggikan tembok pembatas kompleks yang rendah dan berlubang, tepat di seberang rumahnya yang berbatasan dengan lahan kosong.

"Pak Ermanto itu wasiatnya: kompleks ini pagar tembok ini kenapa enggak ditinggikan? Akhirnya dia sendiri yang jadi korban," kenang Silvi (bukan nama sebenarnya), seorang tetangga korban.

Kini, di saat proses hukum berjalan, warga secara kolektif mulai memasang CCTV tambahan dan merealisasikan permintaan almarhum untuk meninggikan tembok pembatas demi menghalau rasa trauma.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Tribunnews.com dengan judul Dalami Dugaan Ermanto Usman jadi Korban Pembunuhan Berencana, Polisi Belum Ungkap Motif

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang