Prakiraan Cuaca Jawa Barat 15–19 Oktober 2025: BMKG Prediksi Potensi Hujan Ringan hingga Lebat

BMKG, badan meteorologi klimatologi dan geofisika, prakiraan cuaca jawa barat, prediksi cuaca jawa barat, Prakiraan Cuaca Jawa Barat 15–19 Oktober 2025: BMKG Prediksi Potensi Hujan Ringan hingga Lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat pada 15 hingga 19 Oktober 2025 akan didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan.

Meski demikian, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada siang hingga sore hari.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa anomali suhu permukaan air laut di perairan Jawa Barat masih berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal.

Selain itu, kelembapan udara pada lapisan 850-700 milibar juga cukup tinggi, berkisar antara 55 hingga 92 persen.

"Bandung Raya masih memiliki pengaruh lokal yang mendukung pertumbuhan awan konvektif, yaitu kelembapan udara lembap pada lapisan 850 dan 700 milibar yang mencapai 50-90 persen," ujar Rahayu, Rabu (15/10/2025).

Faktor Apa yang Mempengaruhi Cuaca di Jawa Barat?

Rahayu menjelaskan, hasil analisis streamline menunjukkan dominasi angin timuran atau Monsun Australia yang memengaruhi wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya.

Kondisi ini berdampak pada pola pergerakan udara yang cenderung kering di beberapa wilayah, namun tetap berpotensi menimbulkan awan konvektif di daerah tertentu.

Suhu minimum di Bandung Raya diperkirakan berada di kisaran 18-20 derajat Celsius, sedangkan suhu maksimum antara 31 hingga 35 derajat Celsius.

"Data kami menunjukkan suhu udara minimum terendah Oktober ini terjadi pada 9 Oktober sebesar 18,6 derajat Celsius, dan suhu maksimum tertinggi pada 4 Oktober mencapai 35,4 derajat Celsius. Suhu panas disebabkan oleh minimnya tutupan awan, masa peralihan, dan posisi matahari yang mulai bergerak ke selatan," tambahnya.

Analisis streamline sendiri merupakan metode dalam meteorologi yang digunakan untuk memahami pola aliran udara dengan menggambarkan garis-garis arus (streamlines) pada peta cuaca.

Metode ini membantu memprediksi pergerakan massa udara dan potensi pembentukan awan hujan di suatu wilayah.

Wilayah Mana yang Berpotensi Diguyur Hujan?

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Barat sudah memasuki musim hujan, terutama di bagian selatan, sementara daerah utara masih berada dalam masa peralihan. Berikut prakiraan cuaca harian BMKG Jawa Barat untuk sepekan ke depan:

  • Rabu, 15 Oktober 2025: Kabupaten Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Karawang, Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, Kuningan, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran berpotensi hujan ringan hingga lebat.
  • Kamis, 16 Oktober 2025: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung Barat berpotensi hujan.
  • Jumat, 17 Oktober 2025: Kabupaten dan Kota Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran berpotensi hujan ringan hingga sedang.
  • Sabtu, 18 Oktober 2025: Tidak terpantau potensi hujan signifikan.
  • Minggu, 19 Oktober 2025: Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, dan Garut kembali berpotensi hujan.

Apa Imbauan BMKG untuk Masyarakat?

Untuk wilayah Bandung Raya, BMKG memperkirakan kondisi cuaca pada 15-19 Oktober akan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga lebat pada siang, sore, atau malam hari.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 20 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50 hingga 90 persen.

Angin umumnya bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan antara 5 hingga 18 kilometer per jam.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan ringan hingga lebat dalam durasi singkat dan skala lokal yang dapat disertai petir serta angin kencang pada siang hingga malam hari. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan, banjir, maupun tanah longsor di wilayah tertentu," tutup Rahayu.

BMKG juga mengingatkan bahwa masa peralihan menuju musim hujan umumnya ditandai dengan cuaca yang fluktuatif, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru agar dapat melakukan antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah masing-masing.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul SIMAK Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Perlu Sedia Payung dan Jas Hujan?.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.