Teknologi Canggih di Balik Pakaian Olahraga yang Bikin Perempuan Nyaman
Partisipasi perempuan dalam disiplin olahraga secara global terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Bahkan, berolahraga kini perlahan bergeser dari sekadar kewajiban menjaga kesehatan menjadi rutinitas penting untuk merawat kebugaran fisik, sekaligus keseimbangan mental di tengah padatnya kesibukan. Mulai banyak perempuan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, angka perempuan yang mengunggah aktivitas olahraga angkat beban tercatat 21 persen lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Meningkatnya partisipasi fisik dalam beragam jenis olahraga ini menuntut adanya dukungan perlengkapan yang mumpuni.
"Hari Perempuan Sedunia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa setiap perempuan berhak memiliki akses dan dukungan yang tepat untuk menjalani gaya hidup aktif, sejalan dengan filosofi Sound Mind, Sound Body," ujar President Director ASICS Indonesia, Yuya Sugiyama, Minggu (8/3/2026).
Menurut Sugiyama, pakaian olahraga modern tidak lagi hanya dituntut mengedepankan nilai estetika saat dipakai, tetapi juga harus memiliki fungsionalitas dan teknologi material tingkat tinggi untuk menunjang kenyamanan secara maksimal.
Perlengkapan mumpuni untuk perempuan aktif
Teknologi pengaturan suhu
Salah satu inovasi fungsional krusial dalam pakaian olahraga masa kini adalah penerapan teknologi regulasi panas tubuh, seperti ISS Body Thermo Mapping.
Teknologi ini dirancang berdasarkan riset untuk membantu meregulasi panas alami yang dihasilkan oleh tubuh penggunanya.
ISS Body Thermo Mapping bekerja dengan efektif pada tiga fase penting, yakni fase pemanasan sebelum olahraga, saat tubuh berada di puncak intensitas latihan, dan fase pendinginan setelahnya.
Optimalisasi sirkulasi udara untuk mencegah gerah
Untuk mengoptimalkan fungsi regulasi suhu tersebut, pakaian olahraga modern juga perlu mengintegrasikan fitur ACTIBREEZE™.
Fitur pada material pakaian ini bekerja dengan mendongkrak sirkulasi udara secara maksimal.. Hasilnya, rasa gerah berlebih yang kerap mengganggu fokus dapat diminimalisasi.
Material adaptif untuk berbagai kondisi lingkungan
Selain sirkulasi udara yang baik, kemampuan bahan pakaian untuk beradaptasi dengan kondisi eksternal menjadi penentu performa.
Kehadiran teknologi seperti ACTIADAPT™ memungkinkan serat-serat pakaian menyesuaikan diri secara dinamis dengan tingkat kebutuhan tubuh penggunanya, serta fluktuasi kondisi cuaca di lingkungan sekitar.
Pemilihan bahan yang sangat ringan, berongga (breathable), serta mudah menyerap dan menguapkan keringat (quick-dry), sangat dibutuhkan agar pakaian olahraga tidak membebani tubuh saat basah.
Selain itu, konstruksi pakaian yang menerapkan metode jahitan active seam (active seam), turut memiliki peran penting.
Detail ini secara khusus berguna untuk meminimalkan gesekan antara kain dan kulit saat tubuh bergerak sepanjang hari, menjadikannya sangat aman digunakan.
Filosofi keseimbangan dan ketenangan
Kolaborasi ragam teknologi pengatur suhu dan material adaptif ini bisa ditemukan dalam lini koleksi NAGINO™ dari ASICS. Pendekatan teknologi ini didasari oleh filosofi keseimbangan.
Terinspirasi dari kata bahasa Jepang "Nagi" yang berarti ketenangan air dan "No" yang merepresentasikan jati diri, pakaian olahraga dari lini tersebut dirancang untuk mendukung kebebasan berekspresi.
Lini tersebut tidak hanya ditujukan untuk olahraga lari, tetapi juga dirancang agar fleksibel saat dipakai untuk olahraag lain seperti bermain tenis, latihan beban, hingga sekadar menjalani mobilitas harian perempuan modern.
"Melalui NAGINO™ Collection yang merupakan bagian dari kampanye Move Her Mind, ASICS menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan dukungan nyata bagi perempuan Indonesia agar dapat bergerak dengan nyaman dan percaya diri," ucap Sugiyama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang