Cremonese Kalah dari Lecce, Klub Emil Audero Kecam Kinerja VAR dan Wasit

Cremonese, Emil Audero, Santiago Pierotti, Nikola Stulic, Federico Bonazzoli, Antonio Sanabria, Cremonese Kalah dari Lecce, Klub Emil Audero Kecam Kinerja VAR dan Wasit

 Hasil pertandingan antara Lecce vs Cremonese dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026, Minggu (8/3/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Laga yang berlangsung di Stadion Via del Mare ini menyisakan polemik besar setelah kubu tim tamu merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan intervensi VAR yang dinilai tidak adil.

Kekalahan ini membuat posisi Cremonese semakin terpuruk di peringkat ke-18 klasemen sementara dengan raihan 24 poin.

Sebaliknya, kemenangan ini menjadi angin segar bagi tuan rumah yang kini menempati peringkat ke-16 dengan 27 poin.

Pertandingan ini juga menjadi sorotan tajam menyusul performa kiper Emil Audero serta keputusan kontroversial di menit-menit akhir laga.

Jalannya pertandingan sejak awal babak pertama berlangsung dengan intensitas tinggi.

Tuan rumah berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-22 melalui tandukan akurat Santiago Pierotti yang memanfaatkan umpan sepak pojok.

Defisit gol tim tamu bertambah pada menit ke-38 setelah wasit menunjuk titik putih karena pelanggaran handball.

Nikola Stulic yang maju sebagai algojo sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Memasuki babak kedua, tim tamu sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Federico Bonazzoli pada menit ke-47.

Drama mencapai puncaknya di menit ke-86 ketika gol penyeimbang dari Martin Payero dianulir oleh wasit setelah berkonsultasi dengan VAR.

Selain itu, protes keras dilayangkan saat Antonio Sanabria terjatuh di kotak penalti akibat tekel Gaby Jean pada masa injury time, namun wasit tetap tidak memberikan hadiah penalti bagi tim tamu.

Kekecewaan Mendalam Simone Giacchetta

Direktur olahraga klub, Simone Giacchetta, tidak dapat menyembunyikan amarahnya seusai laga.

Cremonese, Emil Audero, Santiago Pierotti, Nikola Stulic, Federico Bonazzoli, Antonio Sanabria, Cremonese Kalah dari Lecce, Klub Emil Audero Kecam Kinerja VAR dan Wasit

Emil Audero menghadapi tembakan bebas Lorenzo Pellegrini dalam laga AS Roma vs Cremonese di Stadion Olimpico, 22 Februari 2026. (Photo by Filippo MONTEFORTE / AFP)

Ia merasa timnya diperlakukan tidak adil, terutama terkait penggunaan teknologi VAR yang dianggap tidak konsisten.

“Saya di sini bukan untuk mengomentari pertandingan, tetapi untuk mengklarifikasi posisi kami terkait insiden yang mengganggu jalannya pertandingan,” kata Giacchetta kepada DAZN Italia.

“Bagi kami, tim yang berjuang untuk bertahan di Serie A, momen seperti ini dapat menentukan seluruh musim.”

Giacchetta juga menyinggung insiden yang menimpa Antonio Sanabria di pengujung laga.

“Ini adalah kali kedua saya harus turun tangan di media, setelah pelanggaran handball yang jelas pada menit ke-95 dari Simeone dari Torino, yang membuat kami kehilangan poin penting."

"Hari ini, lagi-lagi pada menit ke-95, Sanabria menerima kontak penting di kaki kanannya,” lanjut direktur asal Cremona itu.

“Hal-hal seperti inilah yang merusak permainan, dan memang Anda mendengar tiba-tiba ada keheningan yang mencekam di stadion. Ini adalah situasi yang merugikan kami.”

Ia juga mengecam ketidakkonsistenan VAR dalam mengambil keputusan krusial.

“Saya tidak mau mendengar bahwa wasit tidak melihatnya," tegas pria kelahiran Ancona pada 28 Juli 1969.

"Saya di sini untuk mengeluh bahwa VAR tidak turun tangan, mengingat mereka suka ikut campur dalam detail terkecil hanya untuk membuktikan betapa pentingnya mereka, namun tidak melakukan apa pun dalam situasi seperti ini."

“Kami merasa dirugikan dan tidak dihargai oleh hal ini. Terjadi kebingungan setelah peluit akhir, wasit tidak memberi kami penjelasan apa pun.”

“Kami merasa dirampas keadilan dan rasa hormat. Itu adalah penalti yang seharusnya diberikan di lapangan, tetapi setidaknya melalui VAR,” tegas Giacchetta.

Ia pun menutup dengan kekecewaan atas kartu merah yang diberikan kepada ofisial tim setelah peluit akhir berbunyi.

Rapor Penampilan Emil Audero

Sorotan juga mengarah pada penampilan Emil Audero di bawah mistar gawang. Berdasarkan data dari Fotmob, kiper keturunan Indonesia tersebut mendapatkan rating 5,1.

Sepanjang 90 menit, Audero mencatatkan satu diving save, satu pukulan bola, serta satu sapuan untuk mengamankan area pertahanan.

Dari sisi distribusi bola, Audero mencatatkan rata-rata umpan akurat sebesar 76 persen dengan 26 umpan sukses dari 34 percobaan.

Meskipun harus kebobolan dua gol, Audero sempat memenangkan satu duel udara dalam upaya memutus serangan balik lawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang