Maarten Paes Sentil Keras Ajax Usai Dibantai Groningen 1-3, Komentar Pedasnya Bikin Pelatih Fred Grim Angkat Bicara
Kekalahan AFC Ajax dari FC Groningen pada lanjutan Eredivisie 2025/2026 menyisakan kekecewaan mendalam di kubu tim tamu. Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, bahkan melontarkan kritik terbuka terhadap performa timnya setelah laga yang berakhir dengan skor 1-3 tersebut.
Bertanding di Stadion Euroborg pada Minggu dini hari WIB, Ajax sebenarnya sempat memberi perlawanan. Namun performa mereka merosot tajam pada babak kedua, yang akhirnya membuat tuan rumah keluar sebagai pemenang.
Gawang Ajax yang dijaga Paes sudah bergetar ketika pertandingan baru berjalan enam menit. Penyerang Groningen, Thom van Bergen, berhasil memanfaatkan peluang untuk membawa timnya unggul lebih dulu.
Ajax sempat merespons pada menit ke-30. Davy Klaassen menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan umpan dari Anton Gaaei, membuat skor kembali imbang 1-1 hingga turun minum.
Namun situasi berubah drastis setelah jeda. Groningen tampil lebih agresif dan mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Ajax. Oskar Zawada yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi pembeda dengan mencetak dua gol dalam rentang tujuh menit.
Gol pertama Zawada tercipta pada menit ke-65 setelah menerima umpan Marvin Peersman. Tujuh menit kemudian, penyerang tersebut kembali menjebol gawang Paes usai memanfaatkan assist dari Thijmen Blokzijl. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Selepas pertandingan, Maarten Paes tidak menutupi kekecewaannya. Ia menilai Ajax gagal menunjukkan mentalitas sebagai sebuah tim ketika situasi mulai sulit.
“Sebuah tim, orang-orang yang bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain. Di saat-saat sulitlah kita akan melihat yang terbaik, apakah kita benar-benar sebuah tim atau tidak. Kita semua harus bercermin dan melihat bagaimana kita bisa berkembang,” kata Paes.
Ia juga menyinggung bagaimana sikap para pemain berubah ketika tim sedang dalam kondisi tertekan.
“Saat menang, semua orang berteman. Di saat-saat sulitlah kita akan melihat yang terbaik, apakah kita bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain, apakah kita saling mendukung. Sepak bola adalah permainan yang penuh kesalahan, kita semua melakukannya, tetapi setidaknya kita harus menjadi sebuah tim,” tambahnya.
Meski mengkritik performa tim, Paes menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan siapa pun secara pribadi. Ia mengaku lebih memilih melakukan evaluasi diri terlebih dahulu.
“Saya bukan tipe yang suka menyalahkan orang lain. Saya sudah cukup dewasa untuk bertanggung jawab. Tapi semua orang bisa melihat bahwa kami saling mengecewakan di akhir pertandingan,” ujarnya.
Pernyataan Paes tersebut kemudian mendapat respons dari pelatih Ajax, Fred Grim. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Grim mengaku sulit menjelaskan perubahan drastis yang terjadi pada timnya setelah turun minum.
“Itu adalah sesuatu yang benar-benar sulit kami tekankan. Jika Anda melihat bagaimana kami mampu bermain sepak bola dan mengendalikan permainan di babak pertama, itu sulit dijelaskan mengapa itu sangat berbeda di babak kedua,” balas Grim.
pelatih Ajax, Fred Grim
Kekalahan ini membuat Ajax memperpanjang catatan negatif mereka di Eredivisie. Dalam tiga pertandingan terakhir, tim asal Amsterdam tersebut belum mampu meraih kemenangan.
Ajax kini tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 44 poin. Mereka tertinggal empat angka dari Feyenoord yang berada di posisi kedua.
Posisi Ajax juga belum sepenuhnya aman. Feyenoord berpeluang menjauh jika mampu menang dalam laga berikutnya, sementara NEC Nijmegen yang belum memainkan pertandingan pekan ini masih berpeluang menyalip jika berhasil meraih poin penuh. Situasi ini membuat tekanan terhadap Ajax semakin besar menjelang laga selanjutnya melawan Sparta Rotterdam di Johan Cruyff ArenA.