Top 5+ Tips Kencan untuk Orang yang Mudah Jatuh Cinta agar Tak Kecewa
Bagi sebagian orang, tahap awal kencan terasa menyenangkan sekaligus menegangkan. Namun bagi mereka yang mudah jatuh cinta, proses ini sering kali terasa lebih emosional karena keterikatan muncul sangat cepat.
Perasaan yang tumbuh terlalu cepat kadang membuat seseorang langsung membayangkan masa depan bersama pasangan baru, padahal hubungan tersebut belum benar-benar terbentuk.
Akibatnya, ketika hubungan tidak berjalan sesuai harapan, kekecewaan yang dirasakan bisa jauh lebih besar.
Match maker dan pelatih kencan Blaine Anderson mengatakan fenomena ini semakin sering terjadi di era aplikasi kencan dan media sosial.
“Aplikasi kencan dan media sosial membuat kita sangat mudah untuk terlalu cepat berinvestasi secara emosional,” kata Anderson, seperti disadur SELF Magazine, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, banyak orang merasa sudah mengenal seseorang hanya dari melihat profil media sosialnya. Padahal, gambaran tersebut belum tentu mencerminkan realitas.
Anderson menyarankan pendekatan kencan yang lebih santai dan tidak terlalu cepat terikat secara emosional. Simak sejumlah tips yang bisa dilakukan agar proses kencan tetap sehat dan tidak terlalu terburu-buru.
5 Tips kencan untuk orang yang mudah jatuh cinta
1. Jangan mengubah rutinitas hidup demi orang yang baru dikenal
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang yang mudah jatuh cinta adalah langsung memprioritaskan orang yang baru mereka kenal.
Misalnya membatalkan rencana dengan teman, melewatkan aktivitas rutin, atau mengubah jadwal demi menyesuaikan waktu dengan pasangan kencan.
Padahal, seseorang yang baru ditemui beberapa kali seharusnya belum menjadi prioritas utama dalam hidup.
Anderson menyarankan agar tetap mempertahankan rutinitas yang sudah ada, seperti olahraga, bertemu teman, atau melakukan hobi.
Dengan tetap menjalani kehidupan seperti biasa, seseorang dapat menjaga keseimbangan emosional sekaligus mencegah diri terlalu cepat terikat pada orang baru.
Sikap ini juga menunjukkan bahwa Anda memiliki kehidupan yang stabil dan tidak bergantung pada hubungan romantis semata.
2. Jangan terlalu memikirkan hasil akhir hubungan
Orang yang mudah jatuh cinta sering kali langsung membayangkan masa depan hubungan sejak awal kencan. Padahal, tahap awal kencan seharusnya menjadi waktu untuk saling mengenal tanpa tekanan.
Anderson mengatakan, terlalu fokus pada kemungkinan hubungan jangka panjang justru bisa membuat seseorang merasa tertekan.
“Pola pikirnya seharusnya, seperti ‘Saya sebenarnya belum mengenal orang ini. Mari kita lihat bagaimana kelanjutannya dan jangan terburu-buru,’” ujar Anderson.
Dengan melepaskan ekspektasi berlebihan, seseorang dapat menikmati momen kencan dengan lebih santai. Bahkan jika hubungan tersebut tidak berlanjut, pengalaman tersebut tetap bisa menjadi pelajaran berharga.
Ilustrasi olahraga. Setiap aktivitas fisik, sekecil apa pun, terbukti bermanfaat untuk kesehatan dan dapat mengurangi risiko kematian akibat terlalu lama duduk.
3. Jangan memberi usaha lebih besar sepihak
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memberikan terlalu banyak perhatian atau usaha sejak awal. Contohnya membuat hadiah personal, memasak makanan khusus, atau selalu menghubungi terlebih dahulu.
Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan usaha dari kedua pihak.
Jika salah satu pihak terus memberikan lebih banyak usaha, hubungan tersebut berpotensi menjadi tidak seimbang dan memicu rasa kecewa.
Anderson menyarankan untuk menyesuaikan energi dengan apa yang diberikan pasangan kencan.
Biarkan interaksi berkembang secara alami dan saling timbal balik, bukan didorong oleh kecemasan atau keinginan untuk segera memiliki hubungan serius.
4. Hindari oversharing terlalu cepat
Kejujuran dan keterbukaan memang penting dalam hubungan. Namun berbagi terlalu banyak hal pribadi di awal kencan justru bisa menjadi masalah.
Misalnya menceritakan trauma masa lalu, detail hubungan sebelumnya, atau ketakutan terdalam kepada seseorang yang baru dikenal.
Menurut Anderson, kerentanan emosional seharusnya diberikan secara bertahap ketika hubungan sudah cukup kuat.
Berbagi terlalu banyak terlalu cepat bisa menciptakan ilusi kedekatan yang sebenarnya belum terbentuk. Akibatnya, seseorang bisa merasa sangat terikat secara emosional, padahal hubungan tersebut belum memiliki fondasi kepercayaan yang kuat.
5. Hindari membuat fantasi tentang masa depan terlalu cepat
Ketika seseorang mudah jatuh cinta, mereka cenderung membangun berbagai skenario masa depan di kepala.
Mulai dari membayangkan hubungan jangka panjang hingga kehidupan bersama di masa depan.
Padahal, tahap awal kencan seharusnya fokus pada kenyataan yang sedang terjadi, bukan pada kemungkinan yang belum tentu terjadi.
Anderson menekankan pentingnya menilai seseorang berdasarkan tindakan nyata mereka.
Apakah mereka benar-benar menunjukkan ketertarikan? Apakah mereka berusaha meluangkan waktu untuk bertemu? Ataukah hanya memberikan perhatian sesekali?
Dengan memperhatikan tindakan nyata, seseorang dapat menilai hubungan secara lebih objektif dan tidak terjebak dalam fantasi yang belum tentu menjadi kenyataan.
Pada akhirnya, pendekatan kencan yang lebih santai bukan berarti bersikap dingin atau tidak peduli. Sebaliknya, cara ini justru membantu seseorang menjaga keseimbangan emosi dan harga diri.
Tujuan dari fase pendekatan ini adalah agar seseorang tidak menempatkan orang asing di atas kebutuhan dan prioritas hidupnya sendiri.
Ketika seseorang mampu menilai pasangan berdasarkan tindakan nyata, proses kencan pun menjadi lebih sehat dan tidak terlalu melelahkan secara emosional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang