Tottenham Sepi Transfer Januari, Thomas Frank: Bursa Tak Sesederhana Football Manager
Thomas Frank terus mendapat tekanan akibat performa Tottenham Hotspur yang terus menurun di Liga Inggris. Sorotan kini tertuju pada aktivitas transfer Spurs yang dinilai belum menjawab kebutuhan tim.
Dalam konferensi pers Jumat lalu, Frank secara terbuka menjelaskan situasi jendela transfer musim dingin Tottenham. Ia mengakui bahwa klub gagal merekrut Antoine Semenyo, pemain yang sempat menjadi target utama sebelum akhirnya bergabung dengan Manchester City dengan nilai transfer £64,5 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
Tottenham sendiri sejauh ini baru mendatangkan dua pemain pada Januari, yakni Conor Gallagher dari Atletico Madrid serta bek kiri muda Souza dari Santos. Total dana yang dikeluarkan mencapai £48 juta (sekitar Rp1 triliun). Namun, bagi sebagian pendukung, tambahan tersebut belum cukup untuk menutup celah di dalam tim.
Duel Tottenham Hotspur vs Manchester United
Kondisi itu tercermin dari posisi Spurs di klasemen Liga Primer. Tottenham kini berada di peringkat ke-14 dan hanya berjarak delapan poin dari zona degradasi. Situasi tersebut memicu kekecewaan publik, yang dilaporkan akan menggelar aksi protes sebelum dan saat laga melawan Manchester City.
Menanggapi kritik tersebut, Frank menekankan bahwa Tottenham memang ingin merekrut pemain dengan kualitas tinggi seperti Semenyo, namun tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa yang berisiko bagi rencana jangka panjang klub.
Frank juga menyoroti persepsi publik terhadap bursa transfer. Ia menyebut proses transfer tidak bisa disamakan dengan gim simulasi manajer sepak bola. Menurutnya, bursa transfer adalah proses kompleks yang menuntut perhitungan matang, bukan sekadar soal keinginan atau ketersediaan dana.
"Para penggemar hanya menginginkan yang terbaik untuk klub. Sama seperti saya menginginkan [yang terbaik], pemilik, staf, pemain, semua orang menginginkan yang terbaik untuk klub, tetapi saya juga berpikir adil untuk mengatakan bahwa jendela transfer bukanlah Football Manager, sayangnya. Bukan," kata Frank dikutip VIVA dari Goal International Sabtu, 31 Januari 2026.
Di sisi lain, kontras performa Tottenham di kompetisi Eropa justru semakin menonjol. Spurs menutup fase liga Liga Champions di posisi keempat setelah menang 2-0 atas Eintracht Frankfurt, sekaligus mencatatkan kemenangan keempat dari delapan laga, termasuk tiga kemenangan beruntun.
Perbedaan tajam antara performa di Eropa dan domestik membuat aktivitas transfer Januari menjadi semakin disorot, terlebih dengan kondisi cedera yang melanda lini tengah dan depan tim. Upaya mendatangkan Semenyo setidaknya menunjukkan ambisi, meski pada akhirnya Tottenham kalah bersaing.
Dengan tenggat waktu transfer yang semakin dekat, waktu Spurs untuk menambah pemain kian terbatas. Keputusan yang diambil dalam hari-hari terakhir jendela transfer akan menjadi penentu, bukan hanya bagi sisa musim ini, tetapi juga arah kepercayaan publik terhadap proyek yang sedang dijalankan Thomas Frank di London utara.