Dipecat Setelah Rentetan Hasil Buruk, Thomas Frank Dapat Dukungan Pemain Tottenham

Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank
Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank

 Tottenham Hotspur resmi memecat pelatih kepala Thomas Frank pada Rabu 11 Februari 2026 menyusul kekalahan 1-2 dari Newcastle United di kandang sendiri sehari sebelumnya. 

Keputusan ini diambil manajemen klub setelah rentetan hasil buruk membuat Spurs hanya meraih dua kemenangan dalam 17 pertandingan terakhir Liga Premier Inggris dan kini hanya unggul lima poin dari zona degradasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Tottenham menegaskan bahwa perubahan di kursi pelatih dianggap perlu dilakukan demi menyelamatkan situasi tim di sisa musim. Frank, yang ditunjuk pada Juni 2025, awalnya diberi waktu serta dukungan penuh untuk membangun proyek jangka panjang bersama klub London Utara tersebut.

“Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim putra dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini,” tulis pernyataan resmi Tottenham. 

Klub juga menambahkan bahwa hasil serta performa tim menjadi faktor utama di balik keputusan dewan direksi.

Tottenham tetap menyampaikan apresiasi atas kontribusi pelatih asal Denmark berusia 52 tahun tersebut.

“Sepanjang masa baktinya di klub, Thomas telah menunjukkan komitmen yang teguh, memberikan segalanya dalam upayanya untuk memajukan klub. Kami ingin berterima kasih atas kontribusinya dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan,” lanjut pernyataan itu.

Ucapan perpisahan juga datang dari sejumlah pemain, termasuk penyerang Brasil, Richarlison. Melalui unggahan singkat di Instagram pada Kamis, ia menuliskan pesan: “Terima kasih, Pak, untuk semuanya!!!”

Striker Tottenham Hotspur, Richarlison

Di bawah asuhan Frank, Richarlison sempat menikmati salah satu periode kebugaran terpanjangnya bersama Tottenham, klub yang sebelumnya kerap dilanda masalah cedera pemain. Namun, penyerang berusia 27 tahun itu kembali mengalami cedera hamstring bulan lalu.

Selain Richarlison, bek Pedro Porro dan gelandang Joao Palhinha juga menyampaikan pesan serupa di media sosial.

“Terima kasih banyak dan semoga sukses untuk karier Anda, bos! Suatu kehormatan,” tulis Porro.

 “Terima kasih untuk semuanya, pelatih!” ungkap Palhinha

Reaksi turut datang dari mantan manajer Tottenham, Ange Postecoglou, yang berbicara dalam podcast The Overlap. Ia menilai posisi pelatih di Spurs bukanlah pekerjaan mudah dan menyiratkan bahwa masalah klub tidak hanya bertumpu pada sosok manajer.

“Setelah berada di posisi itu dua kali dalam enam bulan terakhir, itu sulit dan Anda tahu bahwa dia tidak mungkin menjadi satu-satunya masalah di klub,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, Tottenham merupakan klub dengan dinamika unik, di mana sejumlah manajer kelas dunia sebelumnya juga gagal membawa kesuksesan signifikan. Ia mempertanyakan arah serta tujuan klub ketika menunjuk Frank, terutama setelah target “bersaing di semua lini” dinilai belum realistis tercapai.

Pemecatan Thomas Frank menambah tekanan bagi Tottenham yang kini masih berjuang menjauh dari ancaman degradasi dengan 12 pertandingan tersisa musim ini.