Perang Iran dan Amerika Bikin Perjalanan Tim MotoGP Berantakan
Konflik besar antara Iran, Amerika Seirkat dan Israel pecah di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa waktu belakangan.
Perang yang terjadi ternyata berdampak sangat luas. Tidak hanya untuk industri minyak, energi hingga pariwisata saja.
Akan tetapi, para tim MotoGP yang baru saja berlaga di Sirkuit Buriram, Thailand pada akhir pekan lalu turut merasakan dampak konflik tersebut.
Mereka kesulitan untuk kembali ke negaranya. Sebab Dubai International Airport sebagai tempat transit sebelum beranjak ke Eropa harus ditutup.

Akibatnya, ratusan kru MotoGP maupun pembalap kelas bawah terpaksa memutar otak agar dapat pulang ke rumah.
“Ada banyak tim yang terkena dampak kekacauan penerbangan,” ungkap Davide Tardozzi, Manager Tim MotoGP Ducati Lenovo Team di Speedweek pada Kamis (05/03).
Tardozzi mengaku bisa terhindar dari situasi ini. Sebab ia sudah memesan jauh-jauh hari penerbangan ke Istanbul, Turki.
Baru setelah itu ia akan melanjutkan perjalanan ke Italy. Dengan begitu, ia dapat sampai di rumah lebih cepat.
Skuad Ducati pun menerapkan sejumlah strategi, demi bisa membawa pulang seluruh kru sampai ke Negeri Pizza.
“Kami mengatur ulang semua penerbangan di dalam tim. Anggota kami sebagian dibagi ke berbagai penerbangan alternatif,” lanjut Tardozzi.
Di sisi lain, kesulitan akibat pecahnya perang Iran dan Amerika Serikat turut dirasakan oleh tim Red Bull KTM.
Jens Hainbach, Manager Balap KTM menjelaskan bahwa mereka melakukan penerbangan pada Senin lalu dan tidak melintasi wilayah konflik.
Bahkan sejumlah orang diterbangkan ke Milan, Italia menggunakan pesawat yang disewa secara khusus untuk personel MotoGP.
“Dari sana sudah mudah melanjutkan perjalanan ke kota-kota besar Eropa. Semua orang seharusnya sudah tiba di rumah dengan selamat paling lambat tengah hari,” tutur Hainbach.
Sementara itu, situasi para skuad Moto2 tidak jauh berbeda. Seperti diutarakan oleh Manuel Gonzalez, pembalap Intact GP.

Sebagian kru tim Gonzalez terpaksa mengatur ulang penerbangan. Kemudian mereka memilih perjalanan melalui China.
Dengan begitu diharapkan mereka dapat segera sampai ke rumah dan berkumpul bersama keluarga, setelah MotoGP Thailand 2026.
Memang jika perang Iran, Amerika Serikat maupun Israel tidak kunjung mereda maka dampak buruknya bisa semakin meluas ke berbagai sektor.