Terpopuler: Pelita Jaya Nyaris Tanpa Lawan, Klasemen Proliga Putra-Putri 2026 Seri Bogor Usai Putaran 1

Pelita Jaya Tekuk Bogor Hornbills
Pelita Jaya Tekuk Bogor Hornbills

 Berbagai pencapaian gemilang dari arena basket hingga bulu tangkis menghiasi daftar berita terpopuler VIVA Sport sepanjang Kamis, 26 Februari 2026. Pelita Jaya Basketball Jakarta menunjukkan dominasi mutlak dengan rekor tak terkalahkan di paruh musim IBL 2026.

Sementara dari ajang German Open, duet baru Hee/Gloria serta pasangan Apri/Lanny sukses melaju mulus ke babak 16 besar. Selain itu, persaingan sengit menuju final four Proliga 2026 di Seri Bogor serta transformasi besar dalam organisasi olahraga berkuda nasional (PORDASI) turut menjadi fokus utama pembaca kanal Sport hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut artikel terpopuler VIVA Sport sepanjang Kamis, 26 Februari 2026

5. Tampil Solid dan Langsung Nyetel, Hee/Gloria Melaju ke 16 Besar German Open 2026

Hee/Gloria Melaju ke 16 Besar German Open 2026

Pasangan ganda campuran Indonesia–Singapura, Gloria Emanuelle Widjaja/Hee Yong Kai Terry, menunjukkan performa meyakinkan pada babak 32 besar German Open 2026. Bermain di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Rabu 25 Februari 2026, duet baru ini sukses menyingkirkan wakil Swiss Yann Orteu/Caroline Racloz dua gim langsung 21-8, 21-16.

Sejak awal laga, Hee/Gloria tampil dominan. Kombinasi permainan depan cepat milik Gloria dengan power dan jangkauan Hee di belakang membuat pasangan Swiss kesulitan keluar dari tekanan. Mereka mampu mengontrol tempo dan arah permainan hampir sepanjang pertandingan.

Hee mengaku puas dengan performa yang ditunjukkan pada laga pembuka turnamen level Super 300 tersebut. Ia menilai strategi yang disiapkan berjalan efektif di lapangan.

“Hari ini saya merasa bermain dalam kondisi yang cukup baik. Secara keseluruhan performa masih sesuai dengan yang diharapkan dan kami bisa mengontrol pertandingan sejak awal,” ujar Hee dalam keterangan yang dikutip PBSI.

Pebulutangkis Singapura itu menegaskan fokus mereka langsung beralih ke laga berikutnya, mengingat lawan di babak 16 besar diprediksi lebih berat.

4. Transformasi PORDASI Berlanjut, Empat Federasi Siap Masuk Industri Olahraga Berkuda

Transformasi PORDASI Berlanjut, Empat Federasi Siap Masuk Industri Olahraga Berkuda

Transformasi PORDASI Berlanjut, Empat Federasi Siap Masuk Industri Olahraga Berkuda

Transformasi organisasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) terus berjalan. Sejak Munas XIV PORDASI pada 13–15 November 2024, olahraga berkuda nasional kini resmi berada di bawah empat Federasi Nasional: Pordasi Pacu, Pordasi Equestrian, Pordasi Polo, dan Pordasi Berkuda Memanah.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan prestasi sekaligus tata kelola olahraga berkuda.

“Pekan Olahraga Nasional yang dipertandingkan di NTT-NTB hanya mempertandingkan cabang olahraga Olimpiade. Di luar itu, kita pertandingkan cabang DBON, unggulan tuan rumah, serta pilihan tuan rumah,” ujar Marciano.

Ia juga menekankan pentingnya peran provinsi penyangga karena tidak adanya pembangunan venue baru. “Minggu ini kita menentukan provinsi penyangga, mengingat tidak ada pembangunan sarana dan prasarana baru,” sambungnya.

Dalam skema tersebut, DKI Jakarta diproyeksikan menjadi salah satu provinsi penyangga pada PON XXII 2028 NTT-NTB. Salah satunya dengan menggelar cabang berkuda Equestrian di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP).

3. Klasemen Proliga Putra-Putri 2026 Seri Bogor Usai Putaran 1, Persaingan Final Four Makin Sengit!

Gresik Phonska Plus di Proliga 2026 Seri Bogor

Gresik Phonska Plus di Proliga 2026 Seri Bogor

Persaingan menuju final four Proliga 2026 semakin panas usai berakhirnya putaran pertama seri Bogor. Sejumlah laga krusial di sektor putra dan putri tak hanya memengaruhi posisi klasemen, tetapi juga menentukan nasib beberapa tim dalam perburuan empat besar.

Di sektor putri, Jakarta Popsivo Polwan menjadi salah satu tim yang paling diuntungkan pada seri ini. Kemenangan meyakinkan atas Bandung BJB Tandamata membuat peluang mereka ke final four terbuka lebar, sementara lawannya justru harus tersingkir dari persaingan.

Bertanding di GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Popsivo tampil dominan sejak awal laga. Pola serangan cepat dan blok disiplin membuat tim Bandung kesulitan berkembang. Popsivo sempat kehilangan ritme di set ketiga, tetapi mampu kembali mengendalikan permainan dan menutup laga dengan kemenangan 3-1.

Pelatih Popsivo Darko Dobreskov menilai timnya sempat memberi kesempatan lawan bangkit akibat kesalahan sendiri, namun secara keseluruhan ia puas dengan respons pemain yang mampu kembali fokus dan mengamankan kemenangan penting tersebut. Sementara itu, kubu BJB menilai tekanan pertandingan membuat para pemain muda mereka kehilangan kepercayaan diri sejak awal.

Situasi berbeda dialami Jakarta Electric PLN. Harapan mereka mengunci tiket final four justru tertunda setelah dipermalukan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan kekalahan telak 0-3. Sejak set pertama, Electric PLN kesulitan menghadapi tekanan servis dan blok rapat lawan sehingga pola serangan tidak berkembang.

2. Pengakuan Jujur Apri/Lanny Usai Menang Telak Hadapi UAE di German Open 2026: Ternyata Sempat Kesulitan di Awal Laga

Apri/Lanny di German Open 2026

Apri/Lanny di German Open 2026

Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari membuka langkah di babak 32 besar German Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan.

Menghadapi pasangan Uni Emirat Arab, Mysha Omer Khan/Taabia Khan, Apri/Lanny menang dua gim langsung 21-9, 21-12 di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, Rabu 25 Februari 2026.

Meski skor terlihat timpang, pertandingan tidak langsung berjalan mulus bagi pasangan Merah Putih. Apriyani dan Lanny mengakui sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan kok yang digunakan dalam pertandingan.

Lanny mengungkapkan, pada awal laga mereka masih mencoba menemukan sentuhan pukulan yang tepat karena perbedaan shuttlecock dibanding saat latihan sehari sebelumnya.

“Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan baik dan kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Di awal-awal poin tadi kami masih mencoba beradaptasi dengan kondisi lapangan dan juga shuttlecock pertandingan, " kata Lanny dalam keterangannya.

1. Pelita Jaya Nyaris Tanpa Lawan, Pacific Terus Menderita di IBL 2026

Pelita Jaya

Pelita Jaya

Kompetisi musim reguler IBL GoPay 2026 telah memasuki titik tengah. Seluruh 11 tim peserta sudah menuntaskan 10 pertandingan, memberi gambaran jelas soal siapa kandidat juara, siapa kuda hitam, dan siapa yang masih berkutat mencari bentuk permainan.

Paruh pertama musim ini menghadirkan kontras mencolok. Di satu sisi, Pelita Jaya Basketball Jakarta tampil nyaris sempurna tanpa cela. Di sisi lain, Pacific Caesar Surabaya justru terpuruk tanpa kemenangan.

Pelita Jaya Sempurna, Mesin Poin Paling Tajam

Dominasi Pelita Jaya tak sekadar soal rekor 10-0. Tim asuhan David Singleton juga menjadi tim paling produktif dengan rata-rata 85,5 poin per gim dan selisih poin +208—tertinggi di liga sejauh ini. Empat kemenangan kandang dan enam kemenangan tandang menunjukkan konsistensi mereka di segala situasi.

Kekuatan Pelita Jaya bertumpu pada stabilitas komposisi tim. Trio asing Amorie Archibald, Darius Moten, dan Jeffree Withey tampil solid sepanjang paruh pertama, sementara pemain lokal menjaga intensitas permainan tetap tinggi. Tidak adanya pergantian pemain asing menjadi sinyal kuat bahwa chemistry tim sudah terbentuk optimal.

Satria Muda Menempel Ketat, Hornbills Jadi Kejutan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di posisi kedua, Satria Muda Pertamina Bandung menutup paruh musim dengan rekor 9-1. Satu-satunya kekalahan mereka datang dari Pelita Jaya saat bermain di Bandung. Tim racikan Djordje Jovicic bahkan membawa modal empat kemenangan beruntun menuju paruh kedua.