Meksiko Masih Mencekam, Militer Baku Tembak dengan Anggota Kartel-Puluhan Orang Tewas

Helikopter militer Meksiko patroli di Puerto Vallarta di tengah kerusuhan pasca tewasnya kartel narkoba
Helikopter militer Meksiko patroli di Puerto Vallarta di tengah kerusuhan pasca tewasnya kartel narkoba

 Pasukan keamanan Meksiko terus melakukan operasi besar-besaran terhadap anggota kartel narkoba sehari setelah operasi militer yang menewaskan gembong narkoba paling berpengaruh di negara itu, Nemesio Oseguera Cervantes, dalam baku tembak di negara bagian Jalisco.

Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan "El Mencho", merupakan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko dan pemasok utama fentanyl, metamfetamin, serta kokain ke Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Pertahanan Meksiko Jenderal Ricardo Trevilla mengatakan, operasi militer pada Minggu dilakukan setelah aparat melacak keberadaan salah satu pasangan Oseguera ke lokasi persembunyian di Tapalpa, Jalisco. Saat hendak ditangkap, El Mencho bersama dua pengawalnya melarikan diri ke kawasan hutan dan terlibat baku tembak dengan militer.

Ketiganya dilaporkan mengalami luka parah, ditangkap, dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Mexico City.

Dalam operasi terpisah di Jalisco, militer juga menewaskan satu anggota senior kartel yang disebut mengoordinasikan gelombang kekerasan balasan serta menawarkan hadiah lebih dari 1.000 dolar AS bagi setiap tentara yang terbunuh.

Kerusuhan di Puerto Vallarta, Meksiko, usai gembong narkoba tewas dibunuh aparat

Lonjakan Kekerasan

Kematian El Mencho memicu eskalasi kekerasan luas di Jalisco dan wilayah sekitarnya. Otoritas melaporkan lebih dari 70 orang tewas dalam rangkaian operasi penangkapan dan bentrokan susulan, termasuk anggota pasukan keamanan, tersangka anggota kartel, serta korban lain yang belum dirinci.

Sebanyak 25 anggota Garda Nasional Meksiko dilaporkan tewas dalam enam serangan terpisah. Sekitar 30 tersangka kriminal tewas di Jalisco dan empat lainnya di negara bagian tetangga Michoacán. Seorang penjaga penjara dan satu agen kejaksaan negara bagian juga menjadi korban.

Kartel disebut mendirikan lebih dari 250 blokade jalan di sedikitnya 20 negara bagian serta membakar kendaraan untuk menghambat pergerakan aparat. Asap hitam terlihat mengepul di sejumlah titik, sementara suara tembakan terdengar hingga ke kawasan wisata.

Di Tapalpa, kota indah tempat operasi berlangsung, suasana kontras terlihat pada Senin. Toko-toko wisata di alun-alun utama tetap buka dan anak-anak bermain di jalan berbatu setelah sekolah diliburkan akibat situasi keamanan. Namun di pinggiran kota, bentrokan masih terjadi dan seorang pria ditemukan tewas di samping kendaraan yang diberondong peluru.

Kekerasan juga berdampak pada aktivitas warga dan wisatawan. Di Puerto Vallarta, sejumlah penerbangan dibatalkan. Seorang turis asal Oklahoma, Steve Perkins, mengaku mendengar rentetan ledakan dan tembakan serta melihat asap tebal menyelimuti pusat kota.

"Seluruh pusat kota tertutup asap hitam tebal, cukup menakutkan," ujarnya.

Dukungan Intelijen AS

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen dalam operasi pemburuan El Mencho dan memuji keberhasilan militer Meksiko. Oseguera merupakan salah satu buronan paling dicari di kedua negara.

Presiden AS Donald Trump telah menuntut Meksiko untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi penyelundupan fentanyl, mengancam akan mengenakan tarif lebih tinggi atau mengambil tindakan militer sepihak jika negara tersebut tidak menunjukkan hasil.

Departemen Luar Negeri AS telah menawarkan hadiah hingga $15 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho. Kartel Generasi Baru Jalisco mulai beroperasi sekitar tahun 2009.

Pada Februari 2025, pemerintahan Trump menetapkan kartel tersebut sebagai organisasi teroris asing. Kartel ini merupakan salah satu kartel paling agresif dalam serangannya terhadap militer — termasuk helikopter — dan merupakan pelopor dalam meluncurkan bahan peledak dari drone dan memasang ranjau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Meksiko berharap tewasnya salah satu tokoh utama perdagangan fentanyl dunia itu dapat meredakan tekanan dari Washington untuk memperketat pemberantasan kartel. Namun sejumlah pihak khawatir CJNG akan melakukan konsolidasi dan melancarkan aksi balasan lebih luas.

Beberapa negara bagian membatalkan kegiatan sekolah dan pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah menyusul ancaman keamanan yang meningkat. Hingga kini, operasi militer masih berlangsung untuk memburu sisa jaringan kartel dan menstabilkan situasi di Jalisco dan wilayah terdampak lainnya.