Stok MinyaKita Terbatas, Mendag Minta Produksi Brand Minyak Goreng Murah Alternatif Diperbanyak

Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Menteri Perdagangan Budi Santoso.

 Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Susanto mendorong produksi dan distribusi minyak goreng murah alternatif atau second brand dari merek minyak goreng bersubsidi MinyaKita. Hal tersebut ditujukan untuk  mengurangi ketergantungan pasar terhadap minyak goreng rakyat atau Minyakita.

Menurut Mendag Budi, pasokan MinyaKita terbatas karena bergantung kinerja ekspor. Adapun MinyaKita merupakan instrumen intervensi pasar yang ditetapkan pemerintah melalui mekanisme domestic market obligation (DMO) yang bergantung pada volume ekspor minyak sawit mentah (CPO). Ketika ekspor turun, kewajiban pasokan untuk dalam negeri juga terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti kita perbanyak yang second brand, jadi minyak pendamping Minyakita," kata Mendag Budi Ssusanto di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, sebelum adanya program Minyakita, porsi minyak goreng second brand di pasar bisa mencapai sekitar 50 persen. Namun setelah Minyakita hadir dengan harga Rp15.700 per liter, sebagian besar konsumen beralih, sehingga produk second brand berkurang.

Kemendag kini mendorong produsen kembali memperbanyak merek dan varian minyak goreng tersebut. Pemerintah juga membuka opsi variasi ukuran kemasan, mulai dari 300 mililiter hingga 500 mililiter agar harga lebih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Minyakita jumlahnya terbatas. Jadi semua biar nggak fokus ke Minyakita, tapi banyak pilihan minyak goreng-minyak goreng yang lainnya dengan berbagai jenis ukurannya," ujarnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi menambahkan, pihaknya juga telah mendatangi sejumlah produsen di Bekasi dan Palembang untuk mendorong percepatan produksi second brand, termasuk memastikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat terpenuhi, sekaligus distribusinya.

Dengan semakin banyak pilihan minyak goreng di pasar, tekanan terhadap Minyakita dapat berkurang dan stabilitas harga lebih terjaga. (ant)