Kemenaker Naikkan Gaji Peserta Magang Nasional Mulai 2026, Berapa Besarannya?

Menteri Ketenagakerjaan, Menaker Yassierli, Kemenaker Naikkan Gaji Peserta Magang Nasional Mulai 2026, Berapa Besarannya?

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyesuaikan besaran uang saku atau gaji peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) seiring dengan kenaikan Upah Minimum (UM) tahun 2026.

Penyesuaian ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendukung kelanjutan program pemagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peserta.

Uang saku tersebut berperan sebagai bantuan biaya hidup selama peserta menjalani pelatihan dan praktik kerja di perusahaan atau lembaga terkait. 

Dengan naiknya UM 2026, nilai uang saku pun disesuaikan mengikuti ketentuan upah minimum di wilayah penempatan masing-masing.

“Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat mengunjungi peserta Program Pemagangan Nasional di RS Universitas Andalas (RS Unand), Padang, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Berapa Gaji Terbaru Peserta Magang Nasional?

Sebagai contoh, di Provinsi Sumatera Barat, Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 sebesar Rp 2.994.193 mengalami peningkatan menjadi Rp 3.182.955 pada tahun 2026. 

Kenaikan ini secara langsung memengaruhi besaran uang saku peserta pemagangan di wilayah bersangkutan.

Menaker Yassierli mengingatkan peserta agar menggunakan uang saku dengan bijak dan bermanfaat.

“Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, ya. Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya,” ujar Yassierli.

Adapun kunjungan Yassierli ke Padang bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional. 

Saat ini, terdapat 46 peserta yang sedang menjalani program di RS Unand, sementara jumlah total di Provinsi Sumatera Barat mencapai 2.800 peserta pemagangan nasional.

Yassierli juga menanyakan pengalaman peserta terkait kenyamanan lingkungan kerja, kesesuaian tugas dengan kompetensi, serta manfaat pembelajaran yang diperoleh. 

Peserta menyatakan program berjalan lancar, pembimbing responsif, dan pengalaman praktik sangat mendukung peningkatan keterampilan kerja.

"Program Pemagangan Nasional ini adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto," imbuh Yassierli.

"Kenapa? Karena kita ingin anak-anak muda kita benar-benar siap kerja, punya pengalaman langsung di lapangan, dan kompetensinya sesuai kebutuhan industri. Jadi ini strategi besar menyiapkan SDM unggul dan menurunkan tingkat pengangguran," tambahnya.

Yassierli juga menyampaikan, Kemenaker berupaya agar Program Pemagangan Nasional semakin berkualitas, sesuai kebutuhan industri, serta efektif menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja. 

Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar manfaat program dapat lebih luas dirasakan generasi muda Indonesia.

"Program Pemagangan Nasional diharapkan semakin adaptif, berkualitas, dan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang