Aturan Baru BWF Ubah Total Wajah Bulutangkis Dunia, Jadwal Makin Padat dan Format Grup Diterapkan Mulai 2027

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie

 Dunia bulutangkis bersiap memasuki babak baru. Badminton World Federation atau BWF resmi merombak besar besaran struktur kompetisi internasional mulai 2027. Perubahan ini bukan sekadar kosmetik, melainkan menyentuh jadwal turnamen, format pertandingan, hingga jumlah laga yang disiarkan ke seluruh dunia.

Jika di cabang olahraga lain seperti sepak bola aturan federasi bisa membuat pemain top seperti Lionel Messi terhambat membela tim nasional karena benturan kalender, skenario serupa juga berpotensi terjadi di bulutangkis. Kalender yang makin padat dan tuntutan profesionalisme membuat atlet harus lebih selektif memilih turnamen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BWF bersama mitra komersial dan siaran Infront mengumumkan kerja sama jangka panjang hingga 2034. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi untuk membangun ekosistem bulutangkis yang lebih modern, kompetitif, sekaligus bernilai bisnis tinggi.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah lonjakan jumlah pertandingan siaran televisi. Mulai 2027, total laga yang diproduksi untuk tayangan global melonjak drastis dari sekitar 1.410 pertandingan menjadi hampir 3.000 pertandingan per musim. Artinya, eksposur bulutangkis akan jauh lebih luas dan menjangkau lebih banyak negara.

Struktur BWF World Tour juga dirombak total. Kini akan ada enam level dengan total 36 turnamen sepanjang tahun. Di level teratas, BWF menetapkan lima turnamen Super 1000 yang tersebar di Asia dan Eropa sebagai ajang paling prestisius.

Hadiah uang pun ikut naik signifikan. Total prize pool tahunan dipatok hingga sekitar 26,9 juta dolar AS, menjadikan persaingan semakin sengit dan profesional.

Format kompetisinya pun berubah. Untuk Super 1000, nomor tunggal akan diikuti 48 pemain dengan sistem fase grup sebelum masuk babak gugur. Sementara nomor ganda diisi 32 pasangan dengan sistem gugur. Setiap turnamen berlangsung selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan penuh, dengan seluruh pertandingan disiarkan secara global.

Level lain seperti Super 750, Super 500, Super 300, dan Super 100 tetap digelar selama enam hari. Namun jumlah pertandingan televisinya ditambah agar daya tarik komersial meningkat tanpa mengorbankan kualitas laga.

Tak hanya tur reguler, kejuaraan major juga ikut disentuh. Kejuaraan Dunia BWF nantinya memakai format fase grup sebelum sistem gugur. Dengan format ini, setiap atlet dijamin bermain minimal dua kali sehingga tak langsung tersingkir di laga pertama.

Selain itu, Sudirman Cup serta Thomas dan Uber Cup akan menambah jumlah tim peserta. Tujuannya memperluas representasi negara dan membuat persaingan lebih merata secara global.

Seluruh rangkaian kejuaraan besar itu akan dikemas layaknya festival bulutangkis selama hampir dua minggu, lengkap dengan siaran masif selama 12 hari berturut turut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BWF juga menegaskan perubahan ini dirancang untuk menjaga kondisi fisik atlet. Format dan durasi turnamen diatur lebih terstruktur agar jadwal tidak saling bertabrakan dan pemain punya waktu pemulihan yang cukup.

Dengan kata lain, era baru bulutangkis tak hanya soal hadiah besar dan tayangan televisi, tetapi juga tentang keseimbangan antara performa, kesehatan atlet, dan pertumbuhan industri olahraga.