Mudik Lebaran 2026 Makin Padat, Ini Tol Fungsional yang Disiapkan Jasa Marga
Pemerintah bersama operator jalan tol menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Selain rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem satu arah (one way), beberapa ruas tol fungsional juga disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan di jalur utama.
Direktur Utama PT Jasa Marga Persero Tbk, Rivan Achmad Purwantono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan perjalanan masyarakat selama periode mudik tetap lancar.
Menurut Rivan, jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga sepanjang 1.294 kilometer akan menjadi jalur utama yang dilalui jutaan kendaraan pemudik.
“Kami memperkirakan tiga setengah juta kendaraan akan melintas keluar dari Jakarta,” ujar Rivan, Rabu 18 Maret 2026 disitat Antara.
Pemberlakuan One Way Nasional di Arus Mudik 2025
Ia menjelaskan bahwa proyeksi pergerakan kendaraan kini dipantau menggunakan teknologi lalu lintas berbasis sistem digital. Teknologi tersebut memungkinkan operator jalan tol memprediksi kepadatan secara lebih akurat.
Sistem yang digunakan antara lain intelligent transportation system yang dilengkapi kamera dengan fitur intelligent traffic analysis serta radar pemantau lalu lintas.
“Perkiraan tidak hanya jumlah (yang akurat), tetapi juga prediksi di setiap waktunya,” jelasnya.
Dua Gelombang Puncak Mudik
Berdasarkan pemantauan sementara, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Rivan menyebut gelombang pertama diprediksi terjadi pada 14 Maret, sementara gelombang kedua pada 18 Maret. Mayoritas kendaraan diperkirakan mengarah ke jalur timur atau koridor Trans Jawa.
“Hari ini (18 Maret) diperkirakan mencapai 256 ribu LHR-nya (lalu lintas harian). Dan semalam terbukti sudah 221 ribu, (ini) adalah yang tertinggi sejak 13 Maret yang lalu,” katanya.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar 50 persen kendaraan pemudik bergerak menuju arah timur Pulau Jawa.
Tol Fungsional
Untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas, pemerintah menyiapkan beberapa ruas tol fungsional yang bisa digunakan secara terbatas selama periode mudik dan balik Lebaran.
Salah satunya adalah Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan. Ruas ini disiapkan terutama saat arus balik dari arah Bandung menuju Jakarta. Tol tersebut memiliki panjang sekitar 50 kilometer, membentang dari Sadang hingga Setu.
Selain itu, terdapat pula Tol Fungsional Yogyakarta-Solo sepanjang sekitar 11,48 kilometer yang akan membantu mobilitas kendaraan di wilayah Yogyakarta.
“Kali ini lintasan ruas tol sudah sampai di wilayah Yogyakarta atau tepatnya Purwomartani dari Kalasan. Ini sangat membantu untuk masyarakat yang melakukan mudik,” kata Rivan.
Ruas lain yang juga disiapkan adalah Tol Yogyakarta-Bawen pada seksi 6, yakni Bawen-Ambarawa sepanjang sekitar 5 kilometer. Dengan adanya jalur tersebut, pengguna jalan tidak perlu keluar dari Tol Bawen untuk menuju Ambarawa.
Di Jawa Timur, pemerintah juga menyiapkan Tol Fungsional Probolinggo-Besuki sepanjang sekitar 50 kilometer. Menurut Rivan, keberadaan tol tersebut diperkirakan mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan dibandingkan jalur biasa.
“Karena sebelumnya harus melewati jalur yang lebih panjang,” katanya.
Rekayasa Lalu Lintas Jika Kepadatan Meningkat
Selain membuka tol fungsional, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan secara situasional apabila kepadatan kendaraan meningkat. Skema yang disiapkan antara lain contraflow dan sistem satu arah di beberapa titik ruas tol utama.
Rivan menjelaskan bahwa kebijakan one way sudah sempat diterapkan ketika tingkat kepadatan kendaraan mencapai sekitar 30 persen.
“Kemarin sore ketika (kepadatan) mencapai 30 persen, bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas, kami memutuskan untuk one way,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 263.
“Di awal ini dengan contraflow satu lajur di kilometer 44, (kemudian) contraflow dua lajur di kilometer 55, dan dilanjutkan one way sepenggal sampai KM 263,” jelasnya.
Menurut Rivan, kebijakan tersebut terbukti mampu mempercepat waktu tempuh perjalanan pemudik. Ia mencontohkan kendaraan yang berangkat dari Jakarta pada pukul 16.00 WIB dapat tiba di Kalikangkung, Semarang, sekitar tengah malam.
“Alhamdulillah kelancaran ini bisa dirasakan masyarakat yang berangkat dari (Jakarta) pukul 16:00 WIB sudah sampai pukul 00:00 WIB di Kalikangkung (KM 414 di Semarang). Jadi sudah mencapai 7 sampai 8 jam,” kata dia.
Rivan memastikan seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga telah dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik, termasuk jalur dari arah Merak menuju Jakarta. Meski demikian, ia mengakui kerusakan kecil pada jalan tol tetap bisa terjadi karena tingginya intensitas kendaraan yang melintas.
“Namun demikian, tetap tidak bisa dihindari ada lubang yang rusak karena jalan terus dipakai, tetapi akan terus kami perbaiki,” tutupnya.