Noel Ebenezer Bongkar Parpol Terlibat Pemerasan: Kemarin K, Sekarang 3 Huruf

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer kembali mengungkap ciri-ciri partai politik (parpol) yang terlibat kasus dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Noel menyebut, parpol yang dimaksud terdapat huruf 'K' pada namanya dan terdiri dari tiga huruf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemarin kan (huruf) K, sekarang tiga huruf," kata Noel kepada wartawan, Senin, 9 Februari 2026.

Meski begitu, Noel enggan menjelaskan lebih detail saat ditanya tiga huruf tersebut merupakan singkatan nama partai. 

Noel juga enggan berkomentar lebih lanjut saat disinggung mengenai warna dari partai tersebut.

"Jangan kasih warna lagi, nanti semakin... nanti dulu, nanti ikutinya terus, ikutin terus," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan mengklaim keterlibatan salah satu partai politik (parpol) dalam kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.

Pria yang akrab disapa Noel itu menyebut parpol yang terlibat kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3, yakni memiliki huruf "K" di dalam namanya.

Sayangnya, Noel Ebenezer belum mau menyebutkan lebih lanjut huruf "K" tersebut terletak di awal, tengah, atau akhir nama partai dimaksud. Termasuk warna parpol yang ia sebut.

"Sudah, itu dulu clue-nya," kata Noel Ebenezer tersebut saat ditemui sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 Januari 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain partai, Noel pun sempat menyebutkan adanya keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam kasus yang menyeret dirinya sebagai terdakwa.

Dia menjelaskan ormas bersama partai tersebut menerima aliran dana dari kasus dugaan pemerasan sertifikat K3. "Ormas-nya yang jelas tidak berbasis agama," ujarnya.