ASIOP Gaet Fakhri Husaini Jadi Dirtek, Fokus Cetak Pemain untuk Timnas

ASIOP, Fakhri Husaini, Timnas Indonesia, ASIOP Gaet Fakhri Husaini Jadi Dirtek, Fokus Cetak Pemain untuk Timnas

ASIOP terus membuat gebrakan untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Akademi ternama yang telah 29 tahun berdiri ini resmi merekrut Fakhri Husaini.

Kontribusi ASIOP terhadap sepak bola Indonesia, terutama pembinaan pemain muda, sudah tak perlu diragukan lagi. Mereka telah banyak melahirkan nama-nama besar berlabel Timnas.

Contoh pemain jebolan ASIOP antara lain Andritany Ardhiyasa, Achmad Jufriyanto, Adam Alis, Syamsir Alam, Egy Maulana Vikri, Ji Da Bin, Marselinus Lama Ola, dan terbaru Chico Jericho di Timnas U17.

Perekrutan Fakhri Husaini, yang notabene eks pelatih Timnas Indonesia U16 dan U19, adalah bagian dari misi besar ASIOP mencetak lebih banyak lagi pemain muda berkualitas.

Fakhri menggantikan pelatih asal Spanyol, Pedro Javier Banuelos Saez, yang kini mengemban peran baru sebagai Penasihat Teknis ASIOP.

Kehadiran Fakhri di ASIOP diharapkan mampu memperkaya filosofi kepelatihan dan memperkuat jalur pembinaan menuju level elite.

Pelatih berusia 60 tahun itu dikenal memiliki karakter kuat serta rekam jejak panjang dan terbukti dalam pembinaan usia muda.

Tekad Fakhri Husaini bersama ASIOP

Dalam pernyataannya, Fakhri menyampaikan rasa bangga dan tanggung jawab besar atas amanah dan kepercayaan yang diberikan ASIOP.

“ASIOP adalah akademi dengan sejarah, prestasi, dan visi yang jelas," kata Fakhri Husaini di ASIOP Stadium, Jumat (6/2/2026). 

"Slogan ‘Rise the World’ memperlihatkan sebuah target nyata yang hanya bisa dicapai melalui proses pembinaan yang konsisten, disiplin, dan berkarakter." 

"Saya merasa terhormat mendapatkan amanah dan dipercaya menjadi bagian dari perjalanan besar ASIOP,” ujarnya.

Fakhri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun pemain muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kuat secara mental dan memiliki identitas bermain yang jelas.

“Pembinaan usia muda adalah fondasi sepak bola nasional. Saya ingin memastikan setiap pemain dibentuk dengan karakter juara," jelas Fakhri 

"Kemudian pemahaman taktik yang modern, serta kecintaan terhadap proses. Dari sinilah pemain-pemain yang siap bersaing di level tertinggi akan lahir,” tandasnya.

Peluncuran Jersey Baru ASIOP

Pengumuman Fakhri Husaini sebagai Direktur Teknik bersamaan dengan peluncuran jersey musim 2026 keluaran Mills dan bus baru milik ASIOP sendiri. 

Semua ini membuktikan keseriusan ASIOP dalam membangun ekosistem sepak bola usia muda yang profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, ASIOP juga mengumumkan sejumlah sponsor yang bekerja sama dengan mereka yaitu SOMPO Insurance Indonesia, PAM Jaya, Bank Mandiri.

ASIOP, Fakhri Husaini, Timnas Indonesia, ASIOP Gaet Fakhri Husaini Jadi Dirtek, Fokus Cetak Pemain untuk Timnas

Acara peluncuran jersey ASIOP 2026 dan bus baru milik sendiri di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Kemudian, Transtama Logistics, Ethopian Airlines, Medira Medical Clinic, Panca Prima Maju Bersama, Inti Sukses Garmindo, dan Mills.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, mengapresiasi langkah ASIOP yang terus menghadirkan inovasi dan profesionalisme dalam pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia.

“Acara peluncuran jersey musim 2026 dan bus terbaru ASIOP ini menunjukkan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan ekosistem UMKM." 

"Mulai dari desain jersey, kolaborasi dengan industri apparel lokal, hingga pengelolaan acara yang kreatif, semuanya membuka peluang nilai tambah yang luas,” ujar Ahmad Ridha Sabana.

Ridha menegaskan, semangat ‘Rise the World’ yang diusung ASIOP sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat peran generasi muda, ekonomi kreatif, dan transformasi digital.

“ASIOP tidak hanya membina atlet, tetapi juga membangun ekosistem. Ada kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi yang memberi ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk tumbuh bersama." 

"Semua ini adalah contoh nyata bagaimana olahraga bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan pemberdayaan anak muda,” pungkas Ahmad Ridha Sabana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang